RADARSOLO.COM – Atlet panahan Kota Surakarta Vinethea Natyasha Armayasari tak ingin kembali mengulang capaian kurang maksimal pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah sebelumnya. Turun di divisi recurve, atlet yang akrab disapa Tasha itu membidik medali pada Porprov Jawa Tengah 2026.
Ambisi tersebut dibarengi persiapan yang telah digeber sejak akhir Juli lalu. Tasha bersama atlet Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Surakarta menjalani Training Center (TC) sebagai persiapan menghadapi persaingan antardaerah di Jawa Tengah.
Pelaksanaan TC menyesuaikan aktivitas para atlet. Sebagian anggota skuad panahan Surakarta masih berstatus pelajar sehingga latihan baru dapat dimulai setelah mereka menyelesaikan kegiatan di sekolah. Sesi latihan pun berlangsung pada siang hingga sore hari.
Baca Juga: Hasil Lengkap Kualifikasi MotoGP Aragon 2026, Marco Bezzecchi Cetak Rekor Lap dan Sabet Pole Positio
“Persiapannya dari panahan sendiri sudah mulai TC dari bulan Juli akhir kemarin. Cuma TC-nya mulai dari siang sampai sore, karena ada beberapa atlet yang masih sekolah, jadi latihannya mulai pada pulang dari sekolah,” kata Natyasha kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (20/8/2026).
Penyesuaian waktu tersebut sejauh ini tidak menjadi persoalan bagi Tasha. Dia menyebut persiapan menuju Porprov 2026 berjalan cukup lancar dan belum menemui kendala yang mengganggu proses latihan.
“Kalau kendala mungkin sampai sekarang masih belum ada,” ujarnya.
Baca Juga: Awan Panas Guguran Merapi Meluncur 2 Kilometer, Warga Diminta Jauhi Daerah Bahaya
Selain jadwal latihan, kesiapan fasilitas menjadi salah satu pembeda dalam persiapan tahun ini. Atlet panahan Surakarta kini telah memiliki lapangan yang dapat digunakan bersama untuk menjalani latihan.
Kondisi tersebut berbeda dengan persiapan menuju Porprov sebelumnya. Saat itu, latihan atlet masih terbagi berdasarkan divisi karena Surakarta belum memiliki lapangan yang dapat digunakan bersama oleh para atlet panahan.
“Kalau tempat latihan, Porprov yang tahun ini Solo sendiri sudah nyediain tempat buat atlet-atlet latihan jadi satu. Soalnya Porprov yang tahun lalu dibagi per divisi karena belum punya lapangan. Kalau yang tahun ini sudah punya lapangan, jadi latihannya jadi satu,” terang Natyasha.
Dengan fasilitas latihan yang lebih terpusat, Tasha berharap persiapannya bersama tim panahan Surakarta dapat berjalan lebih optimal. Latihan bersama juga menjadi kesempatan untuk menjaga konsistensi sekaligus mematangkan kesiapan sebelum menghadapi persaingan Porprov yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Tasha pun memasang target personal pada ajang tersebut. Dia ingin membawa pulang medali untuk Surakarta. Target itu sekaligus menjadi motivasi untuk memperbaiki hasil yang diraih pada Porprov sebelumnya.
“Kalau target pasti tetap ada ya dari diri saya sendiri. Bisa bawa pulang medali, kayak Porprov tahun sebelumnya yang di Solo,” katanya.
Keinginan memperbaiki capaian tersebut tidak terlepas dari hasil Porprov sebelumnya yang dinilai belum memuaskan. Karena itu, Tasha berharap persiapan yang dilakukan sejak akhir Juli serta dukungan fasilitas latihan yang lebih baik dapat membantunya meraih hasil sesuai target.
Namun, misi merebut medali tidak akan mudah. Persaingan antardaerah di Jawa Tengah cukup ketat. Tasha menyebut para atlet dari berbagai daerah sudah cukup sering bertemu dalam sejumlah kompetisi tingkat provinsi. Kondisi tersebut membuat peta persaingan di Porprov 2026 relatif tidak banyak berubah.
“Kalau buat yang lain tetap sama sih, kayak pertandingan Sirprof kan tetap ketemu sama teman-teman dari Jawa Tengah yang lain. Porprov juga. Jadi kayak sama saja sebenarnya pertandingannya di tingkat Jawa Tengah,” jelasnya.
Baca Juga: Cek Pencairan Bansos PKH-BPNT Tahap 3, Masihkah Berlanjut di September 2026? Pantau Jadwal Lengkapny
Dari sejumlah daerah yang bakal menjadi pesaing, Natyasha secara khusus mewaspadai Semarang dan Klaten. Kedua daerah tersebut dinilainya sebagai lawan yang cukup berat dalam persaingan panahan Porprov Jawa Tengah 2026.
Meski demikian, Tasha memilih tidak terlalu memikirkan persaingan. Fokus utamanya tetap memaksimalkan persiapan dan menjaga konsistensi latihan. Dengan dukungan fasilitas yang lebih baik dan waktu persiapan yang terus berjalan, dia berharap mampu tampil lebih baik dibandingkan Porprov sebelumnya.
Baca Juga: Prediksi Skor Liverpool Vs Nottingham Forest di Liga Inggris: Debut Iraola di Anfield
Target akhirnya jelas: membawa pulang medali dan memberikan kontribusi terbaik bagi kontingen Kota Surakarta.
“Harapannya di Porprov tahun ini semoga lebih baik dari Porprov sebelumnya. Karena Porprov sebelumnya kan kurang dapat medali ya, jadi semoga tahun ini bisa sesuai target,” pungkas Natyasha. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy