Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Tutup Perjalanan Panjang dari Rosario hingga Juara Dunia

Annas Rohmanda Purbaningrum • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 13:24 WIB
Lionel Messi resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama tim nasional Argentina. (Instagram: leomessi)
Lionel Messi resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama tim nasional Argentina. (Instagram: leomessi)

RADARSOLO.COM - Lionel Messi resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama tim nasional Argentina. Setelah lebih dari dua dekade mengenakan jersey Albiceleste, pemain yang dikenal sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa itu memutuskan pensiun dari sepak bola internasional pada usia 39 tahun.

Keputusan tersebut diumumkan Messi melalui pesan emosional yang dibagikan di media sosial pada Senin (31/8/2026). Ia mengatakan keputusan untuk meninggalkan timnas bukan sesuatu yang mudah, tetapi merasa waktunya telah tiba.

"Ini adalah keputusan yang menyakitkan dan hingga kini masih terasa menyakitkan di lubuk hati terdalam, namun saya sadar bahwa saatnya telah tiba," tulis Messi dalam pesan perpisahannya.

Baca Juga: Daftar Top Skor Piala Dunia 2026 Terbaru: Dominasi Sempurna Kylian Mbappe Bikin Posisi Lionel Messi Terancam Gagal Dapat Sepatu Emas

Keputusan itu datang setelah perjalanan emosional Messi bersama Argentina di Piala Dunia 2026. Argentina harus puas menjadi runner-up setelah kalah 0-1 dari Spanyol melalui babak perpanjangan waktu pada laga final.

Kekalahan tersebut meninggalkan luka bagi Messi. Meski demikian, ia memilih untuk tetap mengenang perjalanan bersama timnas dan pencapaian yang telah diraih.

Messi juga menegaskan bahwa selama membela Argentina, ia selalu memberikan kemampuan terbaiknya. Ia merasa tidak ada lagi yang tersisa untuk diberikan kepada timnas.

Baca Juga: Lionel Messi Tulis Pesan Haru untuk Sang Ayah, Kenang Dukungan hingga Piala Dunia

"Saya bersumpah kepada Anda bahwa saya selalu memberikan segalanya. Saya telah memberikan seluruh jiwa dan raga saya, tidak ada lagi yang tersisa untuk diberikan," tulisnya.

Selain faktor usia, kepergian ayahnya, Jorge Messi, pada 8 Agustus 2026 turut menjadi pukulan emosional bagi sang megabintang. Setelah mempertimbangkan berbagai hal, Messi akhirnya memilih menutup babak kariernya bersama tim nasional.

Ia juga menyadari bahwa Argentina kini memiliki banyak pemain muda yang layak mendapatkan kesempatan.

"Di samping itu, ada banyak pemain muda luar biasa yang bermunculan yang layak berada di sini," ujarnya.

Setelah pensiun, Messi tidak langsung meninggalkan sepak bola. Ia masih akan melanjutkan karier profesionalnya bersama Inter Miami di Major League Soccer (MLS). Namun, perannya bersama Argentina berubah dari pemain menjadi pendukung dari luar lapangan.

"Terima kasih atas segala kasih sayang selama 20 tahun ini. Saya akan sangat merindukan mendengarkan sorakan kalian dari dalam lapangan. Kini saya akan menjadi salah satu dari kalian, bersorak dan memberikan dukungan dari luar lapangan. Vamos, Argentina!" tulis Messi.

Baca Juga: Viral! Kata-kata Harry Kane untuk Lionel Messi Bikin Fans Sepak Bola Tersentuh

Dari Anak Kecil di Rosario

Keputusan pensiun tersebut sekaligus menjadi penutup perjalanan panjang yang dimulai Messi sejak masih kecil di Rosario, Argentina.

Messi lahir pada 24 Juni 1987. Ia mulai bermain sepak bola sejak usia sekitar 4 tahun bersama klub lokal Grandoli. Bakatnya semakin terlihat ketika bergabung dengan akademi Newell's Old Boys pada usia 6 tahun.

Namun, perjalanan Messi tidak selalu mudah. Saat berusia sekitar 10 tahun, ia didiagnosis mengalami Growth Hormone Deficiency atau kekurangan hormon pertumbuhan. Kondisi tersebut membuat pertumbuhan fisiknya lebih lambat dibandingkan anak-anak seusianya dan mengharuskannya menjalani perawatan hormon.

Persoalan biaya pengobatan sempat mengancam masa depannya sebagai pesepak bola. Kesempatan kemudian datang ketika pencari bakat Barcelona, Charly Rexach, melihat kemampuan Messi.

Pada 2000, Barcelona akhirnya membawa Messi dan keluarganya ke Spanyol serta membantu biaya pengobatannya. Salah satu kisah paling terkenal dari proses tersebut adalah kesepakatan yang ditulis Rexach di atas serbet makan karena belum ada dokumen resmi yang tersedia saat itu.

Messi kemudian bergabung dengan akademi Barcelona, La Masia. Dari sinilah kariernya berkembang pesat hingga menembus tim utama.

Ia menjalani debut nonresmi bersama Barcelona pada 2003 dalam pertandingan melawan FC Porto. Setahun kemudian, Messi mencatatkan debut resmi di La Liga ketika menghadapi Espanyol pada usia 17 tahun.

Warisan Bersama Argentina

Perjalanan Messi bersama Argentina juga tidak langsung dipenuhi kesuksesan. Ia sempat mengalami kegagalan di beberapa turnamen besar dan mendapat kritik karena belum mampu mempersembahkan trofi utama untuk negaranya.

Situasi tersebut berubah pada 2021 ketika Messi membawa Argentina menjuarai Copa América. Setahun kemudian, ia kembali mengangkat trofi Finalissima setelah Argentina mengalahkan Italia.

Puncaknya terjadi di Piala Dunia 2022 Qatar. Messi menjadi kapten Argentina saat mengalahkan Prancis melalui drama adu penalti pada final dan akhirnya mengangkat trofi Piala Dunia yang selama bertahun-tahun menjadi impiannya.

Ia kemudian menambah koleksi trofi Copa América pada 2024 sebelum membawa Argentina kembali ke final Piala Dunia 2026.

Secara keseluruhan, Messi menutup karier internasionalnya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah Argentina. Ia tercatat sebagai pemegang rekor penampilan terbanyak untuk Argentina dengan 207 caps dan pencetak gol terbanyak dengan 125 gol.

Baca Juga: Seperti Apa Argentina dan Messi di Mata Mesir? Siapa yang Bakal Rebut Tiket Perempat Final Piala Dunia 2026 Malam Ini?

Segudang Prestasi

Di level klub, sebagian besar kejayaan Messi diraih bersama Barcelona. Ia memenangkan 10 gelar La Liga, empat Liga Champions, tujuh Copa del Rey, serta berbagai trofi lainnya.

Setelah meninggalkan Barcelona, Messi melanjutkan karier bersama Paris Saint-Germain sebelum bergabung dengan Inter Miami. Di Amerika Serikat, ia turut membawa klub tersebut meraih gelar Leagues Cup 2023.

Secara individu, Messi memiliki koleksi delapan Ballon d'Or, tiga penghargaan The Best FIFA Men's Player, enam European Golden Shoe, serta dua FIFA World Cup Golden Ball.

Ia juga dikenal sebagai pencetak 91 gol dalam satu tahun kalender pada 2012, rekor yang menjadi salah satu catatan paling ikonik dalam sejarah sepak bola.

Kini, setelah lebih dari 20 tahun membela Argentina, Messi memilih menutup perjalanan internasionalnya.

Dari seorang anak bertubuh kecil di Rosario yang sempat terancam gagal mengejar mimpi karena masalah pertumbuhan, Messi tumbuh menjadi pemain yang mengangkat trofi Piala Dunia, memecahkan berbagai rekor, dan menjadi simbol sepak bola Argentina.

Babak barunya mungkin tidak lagi berlangsung dengan jersey biru-putih. Namun, bagi Argentina dan para penggemarnya, warisan Messi akan tetap menjadi bagian dari sejarah sepak bola mereka.

 

Editor: Annas Rohmanda Purbaningrum

 

Editor : Perdana Bayu Saputra
pensiun lionel messi inter miami timnas argentina