RADARSOLO.COM – Hasil kurang memuaskan harus diterima Veda Ega Pratama pada Moto3 Aragon 2026.
Pembalap muda Indonesia itu finis di posisi ke-20 setelah menghadapi sejumlah kendala dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit MotorLand Aragon, Minggu (30/8/2026).
Kegagalan tersebut membuat Veda Ega Pratama pulang dari Spanyol dengan status tanpa poin. Padahal, pembalap bernomor 9 itu sempat memperlihatkan peluang untuk merangsek ke zona perolehan poin.
Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, menjelaskan persoalan yang membuat performa Veda menurun pada paruh kedua balapan.
Menurut Aoyama, Veda sebenarnya mampu tampil cukup kompetitif pada awal lomba. Start dari posisi ke-22, ia perlahan memperbaiki posisinya hingga berada di P16.
Namun, momentum tersebut tidak bertahan lama. Memasuki pertengahan balapan, Veda mulai kesulitan ketika melakukan pengereman atau menghentikan laju motornya.
"Pada bagian pertama balapan, mereka kompetitif, tetapi sejak pertengahan balapan Veda mulai mengalami beberapa masalah saat menghentikan motor dan melakukan beberapa kesalahan," kata Aoyama dalam rilis Honda Team Asia.
"Hal itu membuatnya kehilangan banyak posisi dan konsistensi," lanjutnya.
Masalah tersebut membuat Veda kesulitan mempertahankan posisi yang sudah diraihnya. Satu demi satu posisi kembali hilang hingga pembalap asal Indonesia tersebut akhirnya melewati garis finis di urutan ke-20.
Dengan hasil itu, Veda Ega Pratama tanpa poin pada Moto3 Aragon 2026. Tambahan nol poin juga berdampak terhadap posisinya di klasemen sementara.
Veda tetap mengoleksi 97 poin, tetapi harus turun ke peringkat ketujuh klasemen Moto3 2026.
Honda Team Asia Juga Hadapi Masalah Grip
Persoalan Veda bukan satu-satunya pekerjaan rumah bagi Honda Team Asia di Moto3 Aragon 2026.
Aoyama mengungkapkan bahwa Veda dan rekan setimnya, Zen Mitani, sama-sama menghadapi kendala berbeda selama balapan. Salah satu masalah yang dirasakan keduanya adalah penurunan grip pada motor.
Kondisi tersebut semakin menyulitkan kedua pembalap untuk menjaga kecepatan dan konsistensi hingga akhir lomba.
"Sayangnya, kedua pembalap mengalami masalah yang berbeda selama balapan. Keduanya mulai kehilangan grip seiring balapan berlangsung, dan itu tidak membantu," ujar Aoyama.
Bagi Veda, kombinasi antara masalah saat pengereman dan grip yang menurun membuatnya tidak mampu mempertahankan performa seperti pada awal balapan.
Honda Team Asia pun harus melakukan evaluasi menyeluruh setelah Moto3 Aragon 2026. Aoyama menegaskan tim perlu menemukan akar persoalan sebelum menghadapi seri berikutnya.
"Secara keseluruhan, Aragon adalah akhir pekan yang sulit dan bukan hasil yang kami harapkan," kata Aoyama.
"Kami sekarang perlu menganalisis masalah dengan benar, memahami apa yang terjadi dan kembali dengan lebih baik pada balapan berikutnya," lanjutnya.
Hasil tanpa poin di Moto3 Aragon 2026 menjadi evaluasi penting bagi Veda Ega Pratama.
Sebelumnya, pembalap Indonesia itu juga mengakui dirinya kesulitan menemukan peningkatan performa sepanjang akhir pekan di Aragon.
Kini, Veda dan Honda Team Asia harus segera mengalihkan fokus ke seri berikutnya.
Moto3 akan berlanjut ke GP San Marino 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Dunia Misano Marco Simoncelli pada 11-13 September mendatang.
Veda tentu membutuhkan hasil lebih baik di Misano untuk kembali memperbaiki posisinya di klasemen Moto3 2026.(np)
Editor : Nur PramuditoSumber : honda team asia