FOPI Kabupaten Karanganyar Sasar Regenerasi atlet Petanque lewat Kejuaraan

Rudi Hartono RS • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 19:33 WIB
FOKUS: Sejumlah atlet mengikuti Petanque Competition Latri Cup #1 di halaman SDN 01 Jungke, Karanganyar Kota, Jumat (28/8). (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
FOKUS: Sejumlah atlet mengikuti Petanque Competition Latri Cup #1 di halaman SDN 01 Jungke, Karanganyar Kota, Jumat (28/8). (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kabupaten Karanganyar terus menggenjot upaya memasyarakatkan cabang olahraga petanque sekaligus mencari bibit atlet sejak usia dini.

Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui Petanque Competition Latri Cup #1 yang berlangsung di halaman SDN 01 Jungke, Karanganyar Kota, Jumat (28/8). Meski digelar di lingkungan sekolah dasar, turnamen tersebut mampu menarik perhatian atlet dari berbagai daerah di Indonesia.

Ratusan atlet ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Peserta tidak hanya berasal dari wilayah Soloraya dan Jawa Tengah, tetapi juga datang dari sejumlah daerah lain, seperti DKI Jakarta, Surabaya, Jogjakarta, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kehadiran atlet dari berbagai daerah membuat persaingan berlangsung lebih kompetitif. Ajang tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi atlet untuk menguji kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding.

Baca Juga: Ivan Gunawan Bawa Sekar Jagad Vijaya untuk Kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026

Gengsi kompetisi semakin terasa dengan total hadiah yang disiapkan panitia mencapai Rp 17 juta. Besarnya hadiah tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi para peserta untuk ambil bagian dalam Latri Cup #1.

Ketua FOPI Kabupaten Karanganyar Latri Sulistyowati menjelaskan, petanque merupakan olahraga asal Prancis yang mengandalkan ketepatan melempar bola besi (boules) sedekat mungkin dengan bola kayu kecil sebagai target (jack).

Menurutnya, petanque cocok dikenalkan kepada anak-anak sejak usia dini. Selain membutuhkan kemampuan fisik, olahraga tersebut juga mengasah konsentrasi, strategi, ketepatan, serta ketenangan dalam mengambil keputusan.

Baca Juga: Hasil Juara dan Topskor Piala Soeratin Jateng 2026: Terang Bangsa, Safin Pati, PSCS Angkat Trofi

“Prinsip dasar petanque sebenarnya sangat sederhana dan menyenangkan, yaitu melemparkan bola besi sedekat mungkin dengan bola kayu target. Olahraga ini memadukan ketepatan, strategi permainan, serta melatih fokus anak-anak sejak dini,” terang Latri di sela-sela kompetisi.

Pemilihan lingkungan sekolah dasar sebagai lokasi pertandingan juga bukan tanpa alasan. FOPI Karanganyar sengaja membawa olahraga tersebut lebih dekat dengan anak-anak agar mereka dapat mengenal petanque secara langsung.

“Kompetisi ini sengaja kami gelar di SDN 01 Jungke untuk mendekatkan olahraga petanque kepada anak-anak sekolah. Kami ingin mereka melihat langsung bahwa olahraga ini sangat seru, melatih konsentrasi, dan memiliki prospek prestasi yang luas,” terangnya.

Langkah tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan turnamen. FOPI Karanganyar juga berharap petanque dapat semakin berkembang di lingkungan sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler.

Menurut Latri, keberadaan ekstrakurikuler petanque dapat menjadi pintu masuk untuk melakukan pembibitan sekaligus pemantauan bakat atlet secara berkelanjutan. Dengan demikian, proses regenerasi tidak hanya bergantung pada kompetisi, tetapi dapat dimulai dari lingkungan pendidikan.

FOPI Karanganyar pun berharap olahraga petanque semakin dikenal masyarakat dan mendapat ruang lebih luas di sekolah-sekolah. Dari sana, bibit-bibit potensial diharapkan dapat berkembang hingga mampu berprestasi di tingkat regional, nasional, bahkan internasional.

Suksesnya penyelenggaraan Latri Cup #1 menjadi salah satu pijakan awal untuk memperluas pengembangan olahraga petanque di Karanganyar, terutama dengan menyasar kelompok usia sekolah. (rud/nik)

Editor : Niko auglandy
Petanque