RADARSOLO.COM – Seni dan olahraga selama ini berjalan di ruang yang berbeda. Namun, batas tersebut mulai coba disatukan di Kota Bengawan. Komunitas seni Corner Block membuka peluang kolaborasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Solo untuk menghadirkan warna baru dalam berbagai kegiatan olahraga.
Kolaborasi tersebut mengemuka dalam pameran seni Corner Block Vol. 3 bertajuk “Waringin” di Omah Lesung, kawasan Jebres, Minggu (30/8). Kehadiran KONI dalam ruang pamer menjadi momentum awal pertemuan dua ekosistem yang memiliki karakter berbeda tersebut.
Wakil Bendahara Umum KONI Kota Solo Harry Suswanto mengatakan, pembangunan prestasi olahraga membutuhkan dukungan dari banyak pihak. Tidak hanya pengurus, pelatih, dan atlet, tetapi juga elemen masyarakat lain yang dapat memberikan kontribusi sesuai bidang masing-masing.
Baca Juga: Emiliano Martinez Beri Penghormatan untuk Messi: Kata-kata Tak Mampu Ungkapkan Semuanya
Dalam konteks tersebut, seni dinilai memiliki ruang untuk memberikan sentuhan berbeda dalam dunia olahraga. Pendekatan kreatif dan visual dapat membuat kegiatan olahraga lebih hidup sekaligus menjadi cara lain untuk membangun atmosfer positif bagi atlet.
Peluang kolaborasi itu mendapat sambutan dari founder Corner Block, May Winda. Bagi komunitas yang baru lahir di Solo tersebut, pertemuan dengan KONI menjadi pengalaman perdana untuk mempertemukan latar belakang seni dengan dunia olahraga.
“Pertama saya mengucapkan terima kasih kepada KONI karena memberikan kesempatan yang luar biasa kepada komunitas kami Corner Block. Ini menjadi salah satu pengalaman pertama kami, yang memang latar belakang seni ini berkolaborasi dengan olahraga,” ujar May Winda dilansir Jawa Pos Radar Solo dari rilis resmi KONI, Senin (31/8).
Baca Juga: FOPI Kabupaten Karanganyar Sasar Regenerasi atlet Petanque lewat Kejuaraan
May menyebut pertemuan tersebut bukan sekadar kolaborasi dalam satu kegiatan. Corner Block melihat adanya peluang untuk menghadirkan berbagai bentuk dukungan kreatif bagi kegiatan olahraga di Kota Solo, termasuk memberikan sentuhan seni yang lebih ceria dan berwarna.
“Rencananya ke depan tentunya kami akan menjadi sebuah warna baru, di mana seni dan olahraga bisa menjadi satu. Mulai dari nanti ada surprise-surprise yang luar biasa, salah satunya untuk men-support para atlet dan kegiatan-kegiatan KONI agar lebih ceria, agar lebih berwarna,” terangnya.
Menurut May, gagasan tersebut masih menjadi bagian dari langkah awal. Namun, dia melihat banyak kemungkinan yang dapat dikembangkan ketika komunitas seni bertemu dengan instansi maupun komunitas lain yang membutuhkan sentuhan kreatif.
Terlebih, Corner Block masih tergolong komunitas baru. Komunitas tersebut baru lahir di Solo pada Februari 2026. Karena itu, membuka jejaring dengan berbagai pihak menjadi salah satu cara Corner Block menjaga keberlangsungan sekaligus mengembangkan ekosistem yang sedang mereka bangun.
May mengatakan, Solo sebenarnya memiliki modal kuat untuk perkembangan seni. Keberadaan kampus seni hingga berbagai program pendidikan yang melahirkan lulusan di bidang seni menjadi salah satu potensi yang dimiliki Kota Bengawan.
Persoalannya, potensi tersebut belum selalu diikuti ruang yang cukup bagi pelaku seni untuk berkembang. Ruang untuk belajar, berkarya, maupun menjaga eksistensi masih menjadi tantangan yang harus dihadapi komunitas seni.
“Tidak menutup kemungkinan juga, ini adalah rahasianya Corner Block. Kami komunitas seni yang baru lahir di Solo dan membutuhkan gandengan dari beberapa komunitas bahkan instansi yang memang memerlukan sedikit nuansa seni,” ungkap May.
Baca Juga: Ivan Gunawan Bawa Sekar Jagad Vijaya untuk Kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026
Oleh sebab itu, kolaborasi lintas bidang menjadi penting bagi Corner Block. Bukan hanya dengan sesama komunitas seni, tetapi juga dengan instansi yang memiliki kebutuhan berbeda. Dari pertemuan tersebut, diharapkan muncul ruang baru bagi seni sekaligus manfaat bagi pihak yang diajak bekerja sama.
“Nah, itu merupakan salah satu kesempatan yang luar biasa supaya kami bisa terus mempertahankan dan mengembangkan ekosistem yang ada di Solo. Salah satunya ekosistem seni, karena sebenarnya seni di Solo itu bukan sesuatu yang asing,” jelasnya.
Baca Juga: Hasil Juara dan Topskor Piala Soeratin Jateng 2026: Terang Bangsa, Safin Pati, PSCS Angkat Trofi
Kolaborasi Corner Block dan KONI pun ditandai dengan penyerahan karya fotografi kepada KONI Solo. Karya fotografi potret keris berjudul “Mlungker-Mlungker Kang Bisa Ngiris” hasil bidikan Ilham menjadi simbol apresiasi sekaligus penanda pertemuan antara seni dan olahraga.
Bagi Corner Block, pertemuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu pameran. Ada peluang untuk mengembangkan bentuk kolaborasi lain yang dapat memberikan dukungan kepada atlet dan kegiatan KONI, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi komunitas seni untuk terus berkarya di Kota Bengawan. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy