NPC Indonesia Matangkan Persiapan ke Jepang, 60 Atlet dan Ofisial Disiapkan untuk Defile

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 11:31 WIB
Atlet dan ofisial kontingen Indonesia mengikuti defile dalam pembukaan SEA Games 2025 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, Selasa (9/12/2025).
Atlet dan ofisial kontingen Indonesia mengikuti defile dalam pembukaan SEA Games 2025 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, Selasa (9/12/2025).

RADARSOLO.COM – Persiapan Kontingen Indonesia menuju Asian Para Games 2026 terus dimatangkan. Tak hanya berkutat pada persiapan pertandingan, National Paralympic Committee (NPC) Indonesia bersama tim Chef de Mission (CdM) juga mulai merinci kebutuhan kontingen selama berada di Jepang.

Salah satu persiapan yang dilakukan berkaitan dengan agenda defile pada upacara pembukaan. Sebanyak 50 orang nantinya mendapat jatah untuk mengikuti defile Kontingen Indonesia di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Jepang, pada 18 Oktober mendatang, saat pembukaan Asian Para Games.

Baca Juga: Pesan Menyentuh Enzo Fernandez untuk Lionel Messi: Berapa Beruntungnya Aku, Leo

Namun, jumlah tersebut belum menjadi angka final. NPC Indonesia menyiapkan sekitar 10 nama tambahan sebagai cadangan untuk mengantisipasi benturan jadwal pertandingan dengan agenda pembukaan.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) NPC Indonesia, Rima Ferdianto mengatakan, atlet yang harus bertanding pada waktu berdekatan dengan upacara pembukaan berpotensi tidak dapat mengikuti defile. Karena itu, pihaknya menyiapkan komposisi lebih dari kuota yang ditentukan.

"Jatah nantinya defile adalah 50, tapi kemarin untuk jaga-jaga apabila nanti ada atlet yang besoknya bertanding sehingga tidak bisa ikut, kita memberikan cadangan sekitar 10. Jadi ada 60 yang diukur," kata Rima.

Baca Juga: PSSI Bocorkan Kemana Arkhan Kaka Usai Hengkang dari Persis Solo

Proses pengukuran tersebut sudah dilakukan di Kota Solo pada akhir pekan lalu. Ivan Gunawan bersama timnya datang langsung untuk mengukur atlet maupun ofisial yang masuk dalam proyeksi peserta defile.

Pengukuran menjadi salah satu tahapan penting karena pakaian yang disiapkan tidak hanya digunakan dalam satu agenda. Selain upacara pembukaan dan penutupan, kontingen juga bakal mengenakan rancangan khusus tersebut dalam sejumlah agenda resmi selama berada di Jepang.

Rima menjelaskan, Ivan Gunawan menyiapkan seragam untuk kebutuhan defile sekaligus jamuan resmi. Busana tersebut akan digunakan ketika kontingen menghadiri agenda bersama Ketua CdM, Duta Besar Indonesia di Jepang, maupun kegiatan resmi lainnya.

"Jadi Mas Ivan merancang seragam defile untuk mengikuti upacara pembukaan dan penutupan, dan juga seragam untuk mengikuti jamuan. Jadi ketika nanti ada jamuan dari Ketua CdM, dari Duta Besar Indonesia di Jepang, dan lain sebagainya, para atlet dan ofisial juga akan memakai seragam jamuan," jelasnya.

Sementara itu, kebutuhan pakaian untuk pertandingan dipisahkan dari seragam seremoni. Jersey atlet tetap menggunakan produk Mills karena sudah terikat kontrak sponsorship dengan NPC Indonesia.

"Kalau jersey berbeda lagi. Jadi kalau jersey kita sudah ada kontrak atau sponsorship dari Mills. Jadi untuk jersey kita memakai Mills, untuk seragam defile maupun seragam jamuan kita memakai rancangan dari Mas Ivan," terang Rima.

Di luar kebutuhan busana, persiapan keberangkatan juga mulai dilakukan secara lebih spesifik. NPC Indonesia bersama tim CdM telah mengirimkan tim khusus ke Jepang untuk melakukan pengecekan sekaligus koordinasi terkait berbagai kebutuhan kontingen di lokasi pertandingan.

Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan atlet dan ofisial bisa dipastikan sebelum rombongan utama tiba. Dengan persiapan lebih awal, sejumlah persoalan teknis diharapkan dapat diantisipasi sehingga kontingen bisa lebih fokus menghadapi pertandingan.

Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun menyebut persiapan menuju Jepang memang tidak bisa dilakukan secara mendadak. Termasuk urusan seragam yang menurutnya menjadi bagian dari upaya membangun rasa percaya diri kontingen ketika tampil pada agenda pembukaan.

"Ini merupakan gagasan dari bapak Reda, bahwa membuat seragam itu tidak bisa sembarangan. Mudah-mudahan Ivan Gunawan bisa menghadirkan desain yang sesuai keinginan kita bersama," ujar Senny.

Baca Juga: Persis Solo Youth Tetap di Kasta Teratas EPA,  Walau Tim Senior Terdegradasi 

Senny juga memastikan keberangkatan kontingen Indonesia menuju Jepang bakal menggunakan pesawat carteran yang disediakan pemerintah pusat. Fasilitas tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap perjuangan atlet-atlet disabilitas di ajang multievent tingkat Asia.

"Kami berterima kasih kepada negara, kepada bapak Presiden Prabowo Subianto dan bapak Menpora Erick Thohir yang selalu melihat kita, selalu memperhatikan kita, sama dengan teman-teman kita yang non difabel," ungkap Senny.

Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya dijadwalkan berlangsung pada 18–24 Oktober mendatang. Sebanyak 45 kontingen akan bersaing dalam 18 cabang olahraga untuk memperebutkan ratusan medali emas. Indonesia kini terus mematangkan berbagai kebutuhan agar seluruh rombongan bisa berangkat ke Jepang dalam kondisi siap, baik untuk bertanding maupun menjalani rangkaian agenda resmi selama ajang berlangsung. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
Asian Para Games NPC Defile