RADARSOLO.COM – Persiapan kontingen Indonesia menuju Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 memasuki fase krusial. National Paralympic Committee (NPC) Indonesia kini hampir merampungkan komposisi atlet yang akan diberangkatkan ke Jepang.
Sekitar 100 atlet dari 12 cabang olahraga sementara telah mengantongi tiket kualifikasi. Namun, jumlah tersebut belum sepenuhnya final karena sejumlah proses seleksi dan kualifikasi masih berlangsung.
Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia Rima Ferdianto mengatakan, persiapan kontingen secara umum telah mendekati tahap akhir. Hanya cabang olahraga atletik yang masih menjalani proses persiapan dan kualifikasi tertentu.
"Kalau persiapan hampir 100 persen, kecuali atletik. Kemudian untuk atletnya kurang lebih hampir 100 atlet dari 12 cabor. Itu yang sudah lolos kualifikasi," ujar Rima kepada media usai konferensi pers di Kantor NPC Indonesia, Senin (31/8/2026).
Baca Juga: Setahun Merendahkan Hati di Championship, PSS Sleman Kembali Tegakkan Kepala di Super League
Sejumlah cabang olahraga yang masuk dalam persiapan kontingen Indonesia antara lain atletik, renang, bulu tangkis, tenis meja, panahan, angkat berat, judo tunanetra, balap sepeda, taekwondo, boccia, dan menembak. Satu cabang olahraga lainnya masih akan menyusul.
Meski mayoritas persiapan telah berjalan, NPC Indonesia belum dapat mengunci komposisi akhir kontingen. Beberapa tahapan kualifikasi masih harus diselesaikan sebelum daftar atlet yang akan berangkat ke Jepang ditetapkan.
Baca Juga: Jelang Kickoff Liga 1, Persija Lepas Pemain Bintangnya ke Borneo FC
Menurut Rima, proses tersebut membuat jumlah atlet masih bersifat sementara. NPC Indonesia masih menunggu hasil sejumlah agenda tryout yang menjadi bagian dari penentuan akhir.
"Tryout-nya memang belum semuanya selesai, jadi kita belum bisa menentukan secara pasti berapa jumlah atlet yang akan berangkat. Mudah-mudahan dalam dua minggu ini sudah bisa kita finalkan semuanya," jelasnya.
Waktu yang tersisa kini dimanfaatkan untuk mematangkan kesiapan para atlet yang telah lolos. Targetnya, para atlet dapat mencapai puncak performa ketika Asian Para Games berlangsung.
Menurut Rima, persiapan tidak hanya berfokus pada jumlah atlet yang berhasil mengantongi tiket. Kondisi dan kesiapan setiap atlet juga menjadi perhatian utama sebelum mereka bertanding menghadapi lawan-lawan terbaik Asia.
"Yang penting sekarang kita persiapkan atlet-atlet yang sudah lolos ini supaya bisa peak performance di saat pertandingan nanti. Jadi bukan hanya jumlahnya saja, tetapi bagaimana kondisi atlet ketika sampai di pertandingan," terangnya.
NPC Indonesia terus melakukan pematangan persiapan di masing-masing cabang olahraga. Evaluasi hasil latihan dan pertandingan menjadi bahan untuk mengukur perkembangan atlet sekaligus menentukan kesiapan menuju multiajang olahraga terbesar bagi atlet disabilitas di Asia tersebut.
Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 dijadwalkan berlangsung pada 18-24 Oktober mendatang. Ajang tersebut akan mempertandingkan 18 cabang olahraga dan diikuti sekitar 3.000 atlet dari 45 National Paralympic Committee di Asia.
NPC Indonesia juga telah menyiapkan agenda pelepasan kontingen yang direncanakan berlangsung sekitar 10-14 Oktober. Setelah itu, rombongan dijadwalkan bertolak menuju Nagoya menggunakan penerbangan carter langsung dari Solo.
Dengan waktu persiapan yang semakin terbatas, finalisasi komposisi kontingen dan pematangan kondisi atlet menjadi pekerjaan utama NPC Indonesia. Harapannya, atlet yang akhirnya diberangkatkan ke Jepang benar-benar merupakan kekuatan terbaik Merah Putih yang siap bersaing di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy