RADARSOLO.COM - Deru mesin bakal kembali menggema di kawasan Manahan, Surakarta. Sirkuit non-permanen di Jalan Menteri Supeno disiapkan menjadi arena Gubernur Jateng Drag Bike 2026, Minggu (6/9/2026). Lebih dari 500 pembalap dari berbagai daerah ditargetkan ambil bagian dalam ajang tersebut.
Tak sekadar menjadi arena adu cepat, gelaran ini dikemas dengan standar kompetisi yang lebih profesional. Sejumlah penyesuaian dilakukan, terutama pada lintasan dan area penonton. Langkah tersebut ditempuh untuk meningkatkan keselamatan balapan yang digelar di tengah kawasan perkotaan.
Ketua Komisi Drag Bike Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (IMI) Tommy Wijanaeko mengatakan, salah satu perubahan utama terdapat pada panjang lintasan. Jika umumnya lintasan drag bike memiliki jarak 201 meter, pada gelaran kali ini diperpanjang menjadi sekira 230 meter.
Tambahan panjang lintasan tersebut terutama digunakan untuk memperpanjang area pengereman. Dengan begitu, pembalap memiliki ruang lebih luas untuk memperlambat laju motor setelah melewati garis finis.
“Untuk teknisnya, event Drag Bike itu penggunaan dari finish sampai start itu 201 meter. Nanti ada pengereman 201 meter lagi, tapi di sini akan kita tambahi lagi menjadi 230 meter. Jadi kita lebih safety lagi,” kata Tommy dalam konferensi pers, Jumat (4/9/2026).
Baca Juga: Wushu Kota Solo Raih 2 Emas, 4 Perak, dan 4 Perunggu di Popda Jateng 2026
Selain lintasan, pengamanan di sisi arena juga ditingkatkan. Pembatas yang sebelumnya menggunakan BRC kini diganti dengan barikade atau grid yang disebut memiliki standar pengamanan seperti yang digunakan pada lintasan balap mobil.
“Untuk penanganan pagar, Drag Bike yang dulunya kita hanya menggunakan BRC, sekarang kita naik grid untuk safety-nya. Jadi kita menggunakan safety yang digunakan untuk mobil,” jelasnya.
Baca Juga: Rekap Pemain Baru PSIM Jogja di Super League 2026/2027: 5 Pemain Baru Datang, 20 Nama Dipertahankan
Penataan penonton turut mendapat perhatian. Sisi kanan dari garis start akan dikosongkan dari penonton. Seluruh area penonton diarahkan ke sisi kiri lintasan sehingga jaraknya lebih aman dari jalur balap.
Tak hanya lintasan dan penonton, perlindungan asuransi juga diperluas. Jika biasanya hanya pembalap yang mendapatkan perlindungan, pada event kali ini seluruh pihak yang berada di area sirkuit turut diasuransikan.
“Biasanya kita hanya pembalap saja, tapi khusus event kali ini asuransinya tidak hanya pembalap. Penonton maupun petugas lintasan, semuanya yang ada di sirkuit kita asuransi,” ungkap Tommy.
Dari sisi kompetisi, Gubernur Jateng Drag Bike 2026 mempertandingkan maksimal 22 kelas sesuai ketentuan yang berlaku. Kategori yang disiapkan mencakup kelas bracket dan Sunmori dengan karakter persaingan berbeda.
Pada kelas bracket, pembalap tidak sekadar dituntut mencatat waktu tercepat. Mereka harus mampu mencatat waktu sedekat mungkin dengan waktu patokan kelas. Misalnya, peserta kelas delapan detik harus berupaya mencatat waktu yang mendekati angka tersebut.
Sementara pada kelas kecepatan, catatan waktu tercepat menjadi penentu kemenangan. Tommy menjelaskan, apabila terdapat pembalap dengan catatan waktu sama pada kelas bracket, regulasi menentukan pembalap yang melakukan start lebih dahulu sebagai pemenang, kecuali pada kelas yang menggunakan sistem penimbangan.
Antusiasme peserta diprediksi cukup tinggi. Panitia menargetkan lebih dari 500 pembalap ambil bagian. Sejumlah tim dari luar Solo juga telah menyatakan kesiapan, di antaranya tim Wijaya dari Kediri dan WSJ dari Salatiga. Peserta dari Pangkalan Bun juga direncanakan turut meramaikan persaingan.
Di balik persaingan di lintasan, event tersebut juga membawa misi lain. Panitia ingin menyediakan wadah resmi bagi penghobi balap motor, khususnya kalangan anak muda, agar kegemaran memacu kendaraan tidak disalurkan melalui kebut-kebutan di jalan raya.
“Event ini sebenarnya dibuat sedemikian rupa agar anak-anak muda hobinya tersalurkan. Daripada kebut-kebutan di jalan, ini adalah untuk mewadahi hobi-hobi anak muda yang sering kebut-kebutan di jalan,” ujar Purwanto, panitia Gubernur Jateng Drag Bike 2026.
Baca Juga: Ditahan Imbang Persiku Kudus, Persis Solo Punya PR Berat Jelang Laga Perdana Liga 2
Pelaksanaan balapan juga telah melalui tahapan perizinan, termasuk risk assessment dari Polda Jawa Tengah. Panitia menyebut warga sekitar turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan event tersebut.
Balapan dijadwalkan berlangsung penuh pada Minggu (6/9/2026). Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi diagendakan membuka acara sekira pukul 08.00. Tiket penonton dibanderol Rp 30 ribu, sedangkan biaya pendaftaran peserta sebesar Rp 400 ribu per nomor. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy