Sejarah Baru! Debutan Indonesia Langsung Kuasai World Boccia Championship

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 13:06 WIB
Boccia Indonesia ukir sejarah di World Championship, debut langsung juara umum. (Dok. NPC Indonesia)
Boccia Indonesia ukir sejarah di World Championship, debut langsung juara umum. (Dok. NPC Indonesia)

RADARSOLO.COM – Tinta emas ditorehkan boccia Indonesia di panggung dunia. Baru pertama kali memenuhi syarat tampil di World Boccia Championship, Indonesia langsung membuat kejutan besar dengan keluar sebagai juara umum edisi 2026 di Seoul, Korea Selatan.

Kontingen Merah Putih mengoleksi tiga medali emas dan satu perak dalam kejuaraan empat tahunan yang berlangsung pada 24 Agustus hingga 4 September. Torehan tersebut menempatkan Indonesia di puncak klasemen perolehan medali, mengungguli Thailand yang meraih dua emas dan dua perak, serta Hong Kong dengan satu emas, dua perak, dan dua perunggu.

Baca Juga: Mobil Terkena Abu Vulkanik? Begini Cara Aman Membersihkan Cat dan Mesin Mobil

Tiga medali emas Indonesia masing-masing disumbangkan Handayani di kelas BC1 putri, Muhammad Afrizal Syafa di kelas BC1 putra, serta nomor mixed team BC1/BC2.

Pada nomor beregu, Afrizal berkolaborasi bersama Felix Ardi Yudha dan Gischa Zayana untuk mempersembahkan emas. Sementara Felix turut menyumbangkan satu medali perak dari kelas BC2 putra.

Capaian tersebut menjadi semakin istimewa karena Indonesia sebelumnya belum pernah tampil di World Boccia Championship. Kesempatan pertama di panggung tertinggi boccia dunia justru langsung ditutup dengan gelar juara umum.

Baca Juga: Pedagang Pasar Pracimantoro Wonogiri Disekap di Dalam Mobil dan Dianiaya, Perhiasan Emas 53 Gram Dirampas

Pelatih boccia Indonesia Islahuzzaman Nur Yadin menilai keberhasilan tersebut bukan hasil yang datang secara kebetulan. Tim pelatih telah melakukan pemetaan kekuatan lawan dan peluang medali di setiap kelas sebelum kejuaraan dimulai.

“Raihan medali di setiap kelas sebenarnya sudah kita prediksi, termasuk juga dengan lawan-lawannya. Kita bisa pegang di kelas BC1 putra dan putri, serta BC2 putra di kategori tim. Ini hasil yang sesuai prediksi,” kata Islahuzzaman, Minggu (6/9/2026).

Baca Juga: Jawa Rilis Moge Retro Jok Satu Orang, Mesin 334 Cc, Harga Cuma Rp 30 Jutaan

Keyakinan tersebut juga ditopang hasil positif para atlet Indonesia dalam sejumlah kejuaraan internasional sebelumnya. Sebelum bertanding di Seoul, tim boccia Indonesia telah menunjukkan konsistensi dengan menjadi juara pada ajang level dua di Kazakhstan dan Portugal.

Modal tersebut kemudian terbukti ketika menghadapi persaingan di level yang jauh lebih tinggi. Menurut Islah, World Boccia Championship memiliki gengsi yang sangat besar karena level persaingannya setara dengan Paralimpiade.

Bukan sekadar membawa pulang gelar juara umum, hasil di Seoul juga memiliki arti penting bagi perjalanan Indonesia menuju Paralimpiade Los Angeles 2028. Setiap poin yang diperoleh dari World Boccia Championship menjadi modal besar untuk memperbaiki posisi para atlet dalam persaingan menuju pesta olahraga terbesar atlet disabilitas tersebut.

“Poin yang kita raih dari kejuaraan ini sangat besar, setara dengan Paralimpiade. Poin ini menjadi penting untuk mengamankan posisi kita di Paralimpiade Los Angeles 2028,” tutur Islah.

Salah satu perhatian utama tim pelatih adalah perkembangan Handayani di kelas BC1 putri. Kelas tersebut sebelumnya menjadi pekerjaan rumah karena Indonesia belum mampu mengantarkan wakilnya lolos ke Paralimpiade Paris 2024.

Saat itu, Handayani belum memiliki peringkat yang cukup untuk bersaing menuju Paris. Tim pelatih kemudian memberikan kesempatan kepada atlet tersebut untuk mengejar poin melalui berbagai ajang World Cup.

Baca Juga: Hasil Lengkap Pekan Pertamadan Klasemen Liga 1: Persib Bandung, Persebaya, PSS Sleman, dan PSIM Beda Nasib

Perjuangan itu membuahkan hasil. Handayani tampil konsisten dengan meraih sejumlah podium internasional sebelum akhirnya mampu mempertahankan performanya di Seoul. Pada penampilan perdananya di World Boccia Championship, Handayani bahkan sukses merebut medali emas.

Bagi Islah, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa program persiapan dan pemetaan kekuatan lawan berjalan sesuai rencana. Bahkan, tim pelatih telah memperkirakan Handayani akan menghadapi wakil Jepang pada partai final.

“Kita cukup fokus di BC1 putri karena kemarin belum lolos ke Paralimpiade Paris 2024. Saat itu Handayani belum dapat ranking. Tahun ini kita kejar dari ajang World Cup, berhasil podium terus dan akhirnya kemarin bisa mempertahankan prestasinya. Kita sudah memprediksi dia akan ketemu Jepang di final,” ungkap Islah.

Baca Juga: Lewat HP dan NIK, Ini Cara Tahu Status Desil di Cek Bansos Kemensos dan DTSEN BPS

Gelar juara umum di Seoul sekaligus menjadi penanda perkembangan boccia Indonesia di level internasional. Dari debut di panggung World Boccia Championship, Merah Putih langsung membawa pulang tiga emas dan satu perak.

Capaian tersebut kini menjadi modal penting untuk menjaga tren prestasi sekaligus membuka peluang lebih besar bagi para atlet Indonesia menembus Paralimpiade Los Angeles 2028.(hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
Emas boccia