RADARSOLO.COM – Perjuangan atlet Kota Surakarta menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 tak hanya membutuhkan kesiapan fisik dan teknik. Dukungan dari masyarakat, terutama kalangan pemuda, juga mulai digalang untuk menambah semangat para atlet yang akan membawa nama Kota Bengawan.
Salah satu langkah yang dilakukan melalui kolaborasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surakarta bersama Karang Taruna Kota Surakarta. Kedua organisasi tersebut memanfaatkan program podcast Ngobras Kata sebagai ruang untuk menggaungkan persiapan kontingen Surakarta menuju pesta olahraga tingkat Jawa Tengah.
Ketua KONI Kota Solo Her Suprabu mengatakan, keterlibatan kalangan pemuda penting karena sebagian besar atlet yang akan memperkuat kontingen Surakarta juga berasal dari generasi muda.
“Untuk malam hari ini, kami fokus mengajak teman-teman pemuda, khususnya Kota Surakarta melalui Karang Taruna, untuk ikut menyukseskan dan mendukung kontingen Kota Surakarta di Porprov 2026,” ujar Her Suprabu kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (4/9/2026) malam.
Baca Juga: Persis Solo Wajib Waswas, Deltras FC Siapkan Kejutan di Liga 2 Musim Ini
Menurut Her, dukungan terhadap atlet tidak harus selalu diwujudkan dalam bentuk besar. Kehadiran masyarakat di venue pertandingan hingga doa dan semangat yang diberikan kepada para atlet dinilai sudah menjadi bentuk kepedulian yang berarti.
Dia berharap para pemuda Solo dapat hadir langsung memberikan dukungan ketika pertandingan berlangsung. Sebab, para atlet akan berjuang membawa nama Surakarta di tengah persaingan antarkabupaten dan kota se-Jawa Tengah.
“Paling tidak kalau atletnya kan pemuda semua ini, mereka bila disupport, syukur-syukur nanti ikut berbondong-bondong nonton di venue-venue yang ada pertandingan, baik secara langsung maupun tidak langsung dan tentunya ikut mendoakan,” katanya.
Baca Juga: Sejarah Baru! Debutan Indonesia Langsung Kuasai World Boccia Championship
Her menambahkan, kepedulian masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam membangun semangat kontingen. Dia ingin masyarakat, khususnya generasi muda Kota Surakarta, memiliki rasa memiliki terhadap para atlet yang tengah mempersiapkan diri menghadapi Porprov.
“Paling tidak ada kepedulian bahwa tahun Oktober 2026 teman-teman pemuda Kota Surakarta ini berjuang untuk mengharumkan nama Kota Surakarta,” lanjutnya.
Kolaborasi KONI dan Karang Taruna pun tidak berhenti pada kegiatan podcast. Sebelumnya, kedua pihak juga telah terlibat dalam kegiatan bersepeda bersama sebagai bagian dari upaya menggaungkan dukungan kepada para atlet.
Sinergi tersebut bahkan berpeluang berlanjut hingga agenda pelepasan kontingen. KONI juga membuka kemungkinan melibatkan pemuda secara langsung selama pelaksanaan Porprov, terutama untuk memberikan dukungan di cabang olahraga yang membutuhkan kehadiran penonton dalam jumlah besar.
“Nanti kita akan pas pelepasan juga bisa berkolaborasi sampai hari H. Hari H nanti kita harapkan ada beberapa yang ikut ke venue untuk memberikan support, terutama untuk cabor-cabor khusus yang memang butuh dukungan banyak dan kelas-kelas final,” terang Her.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kota Surakarta Ikhsanudin Fajar Utomo mengatakan, keterlibatan organisasinya merupakan bentuk dukungan untuk menyebarluaskan informasi mengenai Porprov kepada masyarakat.
Dengan gaung yang semakin luas, masyarakat diharapkan mengetahui perjuangan para atlet Surakarta dan terdorong memberikan dukungan.
“Olahraga itu merupakan salah satu hal yang penting. Banyak teman-teman muda yang juga mempunyai minat dan bakat di olahraga. Ini salah satunya, sekaligus untuk memasyarakatkan olahraga,” ujarnya.
Dia berharap dukungan tersebut mampu memberikan dampak positif bagi para atlet. Selain mendorong kontingen Surakarta memperbaiki capaian sebelumnya, Ikhsan melihat Porprov juga dapat menjadi momentum untuk memperluas keterlibatan masyarakat dalam kegiatan olahraga.
Lebih jauh, dia berharap semakin banyak event olahraga yang digelar di Solo dan melibatkan masyarakat secara langsung. Hal itu dinilai dapat memperkuat posisi Kota Bengawan sebagai kota olahraga sekaligus mengembangkan potensi sport tourism.
“Harapannya nanti ke depan di Solo banyak event-event olahraga yang bisa melibatkan masyarakat secara umum. Jadi Solo bisa menjadi sport tourism, bisa menjadi kota olahraga, dan warganya juga gemar olahraga,” pungkasnya.(hj/nik)
Editor : Niko auglandy