RADARSOLO.COM – Tim pencak silat Kota Surakarta tampil kompetitif pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah 2026. Mengoleksi tiga medali emas dan dua medali perak, tim Kota Bengawan berhasil finis sebagai juara umum kedua cabang olahraga pencak silat.
Posisi puncak menjadi milik Kabupaten Klaten yang unggul tipis dengan selisih satu medali emas. Meski belum sepenuhnya memenuhi target awal, hasil tersebut tetap menjadi capaian penting bagi kontingen pencak silat Surakarta.
Ketua Bidang Pembibitan, Pemasalan, serta Sarana dan Prasarana IPSI Kota Surakarta, Rio Sadewa, mengatakan persaingan menuju posisi juara umum berlangsung ketat.
“Tim pencak silat Kota Surakarta juara umum dua, dengan total tiga medali emas dan dua medali perak. Selisih satu medali emas dari Klaten. Juara umum satu Klaten, juara umum dua Kota Surakarta,” ujar Rio.
Tiga medali emas untuk Kota Surakarta masing-masing dipersembahkan Nara Firzanah, Evran Putra, dan Saffa Dzaky. Sementara dua medali perak diraih oleh Nadine dan Alula Shanum.
Sebelumnya, IPSI Kota Surakarta mematok target cukup tinggi pada Popda Jateng 2026. Mereka membidik lima medali emas, satu perak, dan dua perunggu.
Target perolehan emas memang belum sepenuhnya tercapai. Namun, tiga emas dan dua perak sudah cukup mengantarkan Solo menempati posisi kedua klasemen akhir cabang pencak silat.
Baca Juga: Prediksi Skor Udinese vs Lazio Dini Hari Nanti: Duel Dua Tim On Fire, Siapa Amankan Poin Penuh?
Pada ajang tersebut, IPSI Kota Surakarta mengirimkan 12 pesilat. Dua atlet tampil pada kategori jurus tunggal, yakni jurus tunggal SD putri dan jurus tunggal SMA. Sementara 10 atlet lainnya turun di nomor tanding.
Pertandingan cabang olahraga pencak silat Popda Jawa Tengah 2026 berlangsung di GOR Jatidiri, Tenis Indoor, Semarang, pada 1-6 September 2026.
Pencak silat sendiri menjadi salah satu dari 21 cabang olahraga yang diikuti kontingen Kota Surakarta. Secara keseluruhan, kontingen Solo diperkuat 352 atlet dan pelatih.
Kota Surakarta sebelumnya membidik target tinggi dalam Popda Jateng 2026 dengan memburu posisi juara umum pertama. Namun, persaingan antarkabupaten dan kota di Jawa Tengah berlangsung ketat sehingga mempertahankan posisi dua besar menjadi target realistis.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Surakarta, Rini Kusumandari, sebelumnya mengakui kekuatan daerah-daerah peserta Popda Jateng cukup merata.
“Kami juga melihat kekuatan kabupaten/kota lain yang bagus. Harapannya bisa maksimal. Kalau tidak juara umum satu, minimal juara umum dua,” ujar Rini.
Baca Juga: Viral Rusa Taman Sriwedari Solo Kabur, Berkeliaran hingga Wilayah Cemani Sukoharjo
Target tersebut setidaknya berhasil diwujudkan oleh tim pencak silat Kota Surakarta. Meski harus puas berada satu tingkat di bawah Kabupaten Klaten, raihan juara umum kedua menjadi bukti bahwa para pesilat muda Kota Bengawan tetap mampu bersaing di papan atas Jawa Tengah.
Editor : Niko auglandy