RADARSOLO.COM – Olahraga domino bakal mendapat panggung besar di Kota Bengawan. Pengurus Cabang Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Kota Surakarta bersama Kodim Surakarta tengah menyiapkan open tournament domino yang ditargetkan menjadi bagian dari upaya pemecahan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 27 September 2026. Agenda ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Baca Juga: PSIS Semarang Akhirnya Launching Skuad di Liga 2: Ini Daftar Lengkap 30 Pemain dan Nomor Punggungnya
Ketua Pengcab ORADO Kota Surakarta, Bhanad Shofa Kurniawan, mengatakan persiapan turnamen mulai dimatangkan menyusul agenda olahraga domino yang akan digelar secara serentak di berbagai daerah.
“Nanti pada tanggal 27 September 2026, kita bersama dengan TNI, dalam hal ini Kodim Surakarta, akan memecahkan rekor MURI dalam open tournament ORADO memperingati HUT TNI ke-81,” kata Bhanad kepada Jawa Pos Radar Solo, Minggu (6/9/2026).
ORADO Surakarta menargetkan sedikitnya 64 tim ambil bagian dalam turnamen tersebut. Dengan setiap tim terdiri atas dua pemain, jumlah peserta yang ditargetkan mencapai minimal 128 orang.
Baca Juga: Update Klasemen La Liga Per Hari Ini: Barcelona Menggila, Real Madrid Sudah Terpeleset
Peserta akan berasal dari berbagai klub domino yang ada di Kota Surakarta. Namun, kesempatan mengikuti turnamen tidak hanya terbatas bagi anggota komunitas. Masyarakat umum yang tertarik dengan olahraga domino juga akan diberi kesempatan untuk ikut ambil bagian.
“Kita rencananya minimal 64 tim. Jadi, 64 tim itu 128 peserta karena satu tim ada dua orang. Jadi nanti minimal kita bisa menjaring kurang lebih 64 tim dari beberapa klub ORADO yang ada di Kota Surakarta,” ujarnya.
Menariknya, peserta tidak akan dipungut biaya pendaftaran. ORADO Surakarta bahkan menyiapkan total hadiah sekitar Rp10 juta bagi para pemenang.
Menurut Bhanad, konsep tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas keterlibatan masyarakat dalam perkembangan olahraga domino. Turnamen tidak hanya diperuntukkan bagi pemain yang telah tergabung dalam komunitas, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan domino sebagai olahraga kompetitif kepada masyarakat.
Sejauh ini, pengurus masih mempertimbangkan sejumlah lokasi yang akan digunakan sebagai arena pertandingan. Penentuan venue menjadi salah satu aspek yang masih dimatangkan menjelang pelaksanaan turnamen.
“Untuk tempat akan kami informasikan lebih lanjut karena ada beberapa venue yang masih kita pertimbangkan. Bagaimana venue ini bisa menyasar masyarakat umum untuk melihat secara langsung,” terang Bhanad.
Pemilihan lokasi yang terbuka dan mudah diakses masyarakat menjadi perhatian ORADO Surakarta. Mereka ingin turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan promosi olahraga domino.
Kolaborasi dengan Kodim Surakarta pun memberikan warna tersendiri. Momentum peringatan HUT ke-81 TNI dimanfaatkan untuk menggelar kompetisi yang diharapkan dapat memperluas geliat olahraga domino di Kota Bengawan.
Bagi ORADO Surakarta, agenda 27 September mendatang bukan sekadar perebutan hadiah. Target pemecahan rekor MURI dan keterlibatan puluhan tim diharapkan menjadi momentum untuk memperbesar perkembangan olahraga domino sekaligus membuka ruang kompetisi bagi calon atlet di Surakarta.
Editor : Niko auglandy