RADARSOLO.COM – Persoalan verifikasi atlet Kota Surakarta melalui Sistem Informasi Satu Kendali Terintegrasi (SiSAKTI) mulai mengerucut. Dari sebelumnya masih menyisakan 33 atlet yang belum terverifikasi, kini jumlah tersebut berkurang menjadi 13 atlet setelah sejumlah persyaratan administrasi dilengkapi.
Ketua KONI Kota SoloHer Suprabu mengatakan, proses verifikasi masih berada di tahap tim keabsahan KONI Jawa Tengah. Pihaknya terus melakukan pemenuhan dokumen untuk atlet-atlet yang sebelumnya masih terkendala.
“Untuk aplikasi SiSakti memang ini masih tahap tim keabsahan. Kemarin kita masih ada 33 yang belum terverifikasi, tetapi setelah administrasi-administrasi terpenuhi, sekarang sampai hari ini masih 13,” kata Her Suprabu kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (4/9/2026).
Baca Juga: Reunian dengan Ong Kim Swee, Sho Yamamoto Pastikan Tinggalkan Persis Solo
Jumlah tersebut diharapkan kembali menyusut dalam waktu dekat. KONI Solo bahkan menargetkan seluruh atlet yang dipersiapkan untuk Porprov XVII Jateng 2026 sudah mendapatkan kepastian administrasi sebelum memasuki tahap persiapan akhir.
“Harapannya mudah-mudahan nanti sudah bisa terselesaikan semua karena memang baru muncul beberapa yang harus dilengkapi persyaratan-persyaratan secara administratif. Mudah-mudahan nanti benar-benar bisa terselesaikan dan insya Allah minggu depan sudah terselesaikan semua,” ujarnya.
Di sisi lain, proses penyelesaian data tersebut tetap memiliki batasan. Her menjelaskan, sistem SiSAKTI saat ini sudah tidak membuka input data baru. Namun, ruang untuk melakukan pembaruan maupun perbaikan terhadap data yang telah masuk masih diberikan oleh tim keabsahan KONI Jateng.
“Kalau secara input sudah tidak bisa. Yang sudah diinput sesuai deadline, hanya ini update, update melengkapi data. Secara inputnya sudah ditutup. Jadi kalau input baru memang sudah tidak bisa, tetapi untuk perbaikan-perbaikan sampai hari ini masih diberi kesempatan oleh tim keabsahan KONI Provinsi,” jelasnya.
Kondisi itu membuat KONI Solo kini lebih fokus menuntaskan dokumen atlet yang statusnya masih menggantung. Artinya, persoalan yang tersisa bukan lagi pendaftaran atlet baru, melainkan memastikan data dan persyaratan atlet yang sudah masuk dapat dinyatakan memenuhi ketentuan.
Salah satu kendala yang masih ditemukan berkaitan dengan atlet mutasi. Her menyebut, sejumlah atlet yang berpindah daerah membutuhkan dokumen tambahan untuk memastikan status mereka di kontingen Surakarta.
“Ya, ada beberapa terutama yang mutasi. Para mutasi ini memang harus ada surat mutasi dari Pengprov sama KONI asal. Nah, ini ada beberapa yang kemarin masih kita mintakan, masih kita urus,” ungkap Her Suprabu.
Dokumen dari daerah asal tersebut menjadi bagian penting dalam proses keabsahan. Terlebih, status atlet mutasi sebelumnya juga menjadi salah satu persoalan yang membuat verifikasi SiSAKTI membutuhkan klarifikasi lebih lanjut.
KONI Surakarta pun tidak hanya menunggu pembaruan dari sistem. Pengurus masih melakukan komunikasi dengan cabang olahraga serta pihak terkait untuk melengkapi dokumen yang dibutuhkan. Langkah itu dilakukan agar 13 atlet yang tersisa bisa segera memperoleh kepastian.
“Ini mudah-mudahan dengan komunikasi yang baik dengan berbagai pihak bisa segera diselesaikan,” tegas Her Suprabu.
Sebelumnya, persoalan verifikasi SiSAKTI sempat membuat KONI Surakarta harus melakukan pengecekan berulang terhadap data atlet. Jumlah atlet yang terkendala juga sempat berubah setelah ditemukan kembali sejumlah data yang membutuhkan klarifikasi.
Kini, kondisi tersebut mulai menunjukkan perkembangan. Dari 33 atlet yang sebelumnya belum terverifikasi, tersisa 13 nama. KONI Solo berharap proses administrasi tersebut tidak kembali memunculkan persoalan baru sehingga seluruh kontingen dapat segera berkonsentrasi pada persiapan pertandingan.
Dengan target penyelesaian pekan depan, KONI Surakarta masih memiliki waktu untuk mengejar kelengkapan dokumen sebelum Porprov XVII Jateng 2026 digelar. Fokus utama saat ini memastikan seluruh 620 atlet yang dipersiapkan memiliki status administrasi yang jelas dan dapat tampil membela Solo. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy