ORADO Surakarta Rangkul Berbagai Kalangan Bangun Ekosistem Olahraga Domino

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 19:37 WIB
BUTUH PERHITUNGAN: ORADO Surakarta mempromosikan permainan domino di Car Free Day Solo, Minggu (6/9). (HERNINDYA JALU/RADAR SOLO)
BUTUH PERHITUNGAN: ORADO Surakarta mempromosikan permainan domino di Car Free Day Solo, Minggu (6/9). (HERNINDYA JALU/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Pengurus Cabang Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Kota Surakarta tidak ingin membangun organisasi dengan mengandalkan satu kelompok. Berbagai elemen masyarakat mulai dirangkul untuk bersama-sama membangun ekosistem olahraga domino di Kota Bengawan.

Langkah tersebut dilakukan seiring upaya ORADO Solo mengenalkan domino sebagai cabang olahraga. Kepengurusan pun dibentuk dengan melibatkan berbagai kalangan, tidak hanya berasal dari internal Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surakarta.

Ketua Pengcab ORADO Kota Solo Bhanad Shofa Kurniawan mengatakan, sejak awal pihaknya berkomitmen membuka ruang bagi siapa pun yang ingin terlibat dalam pengembangan olahraga domino.

“Memang kemarin kami berkomitmen bahwasanya ORADO ini, kepengurusan ini tidak hanya Rutan Surakarta, tapi semua elemen. Jadi, kita juga alhamdulillah dapat insight dari teman-teman pengusaha, dari organisasi, dari HIPMI, dari pelaku usaha ekonomi kreatif, dan tokoh-tokoh masyarakat di Kota Solo,” kata Bhanad kepada Jawa Pos Radar Solo, Minggu (8/9/2026). 

Baca Juga: Verifikasi SiSAKTI Tinggal 13 Atlet, Dokumen Mutasi Jadi Kendala

Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan mampu memperkuat fondasi organisasi. ORADO Solo tidak hanya membutuhkan orang-orang yang memahami permainan domino, tetapi juga dukungan dari berbagai kalangan untuk membangun sistem pembinaan dan kompetisi.

Bhanad menyebut pengembangan olahraga domino tidak bisa dilakukan secara parsial. Kehadiran organisasi, pelaku usaha, hingga tokoh masyarakat dinilai dapat memberikan sumbangsih sesuai dengan peran dan kapasitas masing-masing.

Oleh sebab itu, ORADO Solo membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin bergabung. Baik sebagai bagian dari organisasi maupun untuk terlibat dalam pengembangan olahraga domino di Kota Solo.

Baca Juga: Reunian dengan Ong Kim Swee, Sho Yamamoto Pastikan Tinggalkan Persis Solo

Bagi ORADO, langkah tersebut juga menjadi bagian dari pekerjaan bersama untuk mengubah wajah domino di tengah masyarakat. Organisasi ingin membangun olahraga ini tidak hanya sebagai kegiatan permainan, tetapi juga sebagai wadah yang dapat mengasah kemampuan berpikir.

“Ini alhamdulillah kita membuka secara lebar bagaimana olahraga domino ini menjadi PR kita bersama untuk bisa menjadikan domino ini salah satu objek untuk memintarkan Indonesia, salah satu kegiatan untuk memintarkan Indonesia,” ujarnya.

Menurut Bhanad, keberadaan ORADO Solo juga tidak dapat dilepaskan dari dukungan berbagai pemangku kepentingan di Kota Bengawan. Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait pengembangan olahraga tersebut.

Komunikasi telah dilakukan dengan KONI Surakarta dan Pemerintah Kota Surakarta. Koordinasi itu menjadi bagian dari upaya membangun sinergi agar ORADO dapat berkembang sebagai organisasi olahraga di daerah.

Di sisi lain, ORADO Surakarta mulai membangun jaringan dan basis keanggotaan. Sejumlah warga menunjukkan ketertarikan untuk bergabung, baik melalui kegiatan langsung maupun interaksi di media sosial organisasi.

Hal tersebut menjadi modal awal untuk memperluas ekosistem olahraga domino. Semakin banyak pihak yang terlibat, ORADO berharap ruang pembinaan dan kompetisi bagi para pemain juga dapat berkembang.

Pada akhirnya, Bhanad menegaskan seluruh langkah tersebut bermuara pada satu tujuan. ORADO Surakarta ingin memiliki atlet-atlet yang mampu bersaing dan membawa nama Kota Surakarta dalam kompetisi olahraga domino.

“Komitmen kami adalah bisa membanggakan dan mengharumkan nama Kota Surakarta dengan prestasi olahraga domino,” pungkasnya. (nik)

 

Editor : Niko auglandy
ORADO Kejuaraan domino