Fasilitas Panahan Solo Belum Ideal, Anak Panah Rentan Rusak Saat Latihan

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 18:51 WIB
Atlet panahan Kota Solo tengah jalani latihan di Lapangan UMS. (Hernindya Jalu/Radar Solo)
Atlet panahan Kota Solo tengah jalani latihan di Lapangan UMS. (Hernindya Jalu/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Target meraih medali terus dikejar atlet Surakarta. Namun di balik ambisi tersebut, persoalan fasilitas latihan masih menjadi pekerjaan rumah bagi dunia olahraga Kota Bengawan. Sejumlah cabang olahraga belum memiliki venue yang benar-benar sesuai standar, termasuk panahan.

Selama ini atlet panahan Surakarta menjalani pemusatan latihan di lapangan milik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Fasilitas tersebut cukup membantu menjaga program latihan tetap berjalan, tetapi belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan latihan yang ideal.

Pelatih Perpani Solo Wawan Sektiawan mengatakan, kendala utama berada pada permukaan lapangan yang masih menggunakan aspal. Kondisi itu dinilai kurang aman bagi peralatan atlet, terutama anak panah yang berisiko rusak ketika jatuh atau meleset ke permukaan keras.

“Lapangan di UMS sebenarnya areanya cukup, tetapi permukaannya belum ideal karena masih aspal. Kalau anak panah jatuh atau terjadi kesalahan, bisa rusak. Kami berharap ke depan ada lapangan panahan yang memang dibuat khusus dan permukaannya sesuai untuk latihan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (9/9/2026).

Baca Juga: Raih Sembilan Medali, Gulat Solo Masih Gagal Capai Target Popda Jateng 2026

Menurut Wawan, kebutuhan panahan tidak cukup hanya menyediakan lahan kosong. Atlet membutuhkan area latihan dengan jarak tembak sesuai standar, mulai dari jarak pendek hingga 70 meter untuk nomor kompetisi. Venue yang representatif juga akan membuat program latihan lebih leluasa sekaligus meminimalkan risiko kerusakan peralatan.

Meski demikian, menghadirkan lapangan panahan khusus di Kota Solo bukan perkara mudah. Keterbatasan lahan membuat pembangunan venue olahraga harus berbagi ruang dengan berbagai kebutuhan lain di perkotaan.

Baca Juga: Boyong 33 Medali di Popda Jateng 2026, Balap Sepeda Jadi Penyumbang Terbesar Kontingen Boyolali

Karena itu, Perpani Solo masih memaksimalkan fasilitas yang ada agar pembinaan atlet tetap berjalan. Harapannya, ke depan Surakarta memiliki venue panahan khusus yang memenuhi standar sehingga atlet bisa berlatih dengan lebih optimal dalam menghadapi berbagai kejuaraan. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
solo panahan UMS