Bukan Cuma Kejar Medali, Ini Strategi Panahan Solo Jaga Regenerasi Atlet

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 10:30 WIB
Tim panahan Kota Solo di ajang Popda Jateng 2026
Tim panahan Kota Solo di ajang Popda Jateng 2026

RADARSOLO.COM - Persoalan pembinaan olahraga tidak semata-mata bergantung pada keberadaan sekolah olahraga. Setiap cabang olahraga memiliki karakteristik, kebutuhan, dan jalur pengembangan atlet yang berbeda.

Panahan, misalnya, memilih memperkuat kesinambungan pembinaan melalui jenjang sekolah hingga klub.

Pelatih Perpani Solo Wawan Sektiawan mengatakan pola tersebut penting untuk menjaga regenerasi atlet. Terlebih, sebagian besar penyumbang medali panahan Solo pada Popda Jateng 2026 berasal dari jenjang SMA.

Ketika mereka lulus dan masuk kategori senior, harus sudah tersedia atlet dari kelompok usia di bawahnya yang siap meneruskan prestasi.

“Regenerasi ini memang harus kami pikirkan. Jangan sampai setelah anak-anak SMA lulus kemudian terputus. Kami harus membangun dari SD, SMP, sampai SMA. Jadi ketika atlet SMA naik ke senior, di bawahnya sudah ada atlet yang siap menggantikan,” jelasnya.

Baca Juga: Di Balik 56 Emas Solo di Popda Jateng 2026, Ada Pengorbanan yang Tak Terlihat

Menurut Wawan, sekolah dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas pembinaan sekaligus menemukan bibit-bibit baru.

Salah satu upayanya dengan memperbanyak ekstrakurikuler panahan di sekolah. Siswa yang menunjukkan minat dan potensi kemudian dapat diarahkan ke klub untuk mendapatkan pembinaan yang lebih terarah.

“Ekstrakurikuler di sekolah harus diperbanyak. Dari situ anak-anak yang memang tertarik dan punya potensi bisa kami arahkan ke klub. Jadi alurnya jelas, dari sekolah mengenal panahan, kemudian masuk klub dan mendapat pembinaan yang lebih serius,” katanya.

Baca Juga: Raih Sembilan Medali, Gulat Solo Masih Gagal Capai Target Popda Jateng 2026

Pola tersebut menjadi penting bagi keberlanjutan prestasi panahan Solo. Sebab, keberhasilan di level pelajar tidak cukup hanya diukur dari jumlah medali yang diraih.

Regenerasi harus berjalan beriringan agar prestasi tetap berlanjut ketika atlet memasuki jenjang senior. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
atlet prestasi popda panahan