RADARSOLO.COM - Muay Thai dikenal sebagai salah satu seni bela diri paling populer dari Thailand. Olahraga ini memiliki ciri khas berupa penggunaan tangan, kaki, lutut, dan siku dalam pertarungan.
Namun, siapa sangka olahraga yang kini populer di berbagai negara tersebut ternyata memiliki sejarah panjang. Muay Thai awalnya berkaitan erat dengan kemampuan bertarung para prajurit di wilayah Siam, nama yang dahulu digunakan untuk Thailand.
Berawal dari Medan Perang
Pada masa lalu, kemampuan bertarung menjadi hal penting bagi para prajurit Siam. Mereka membutuhkan teknik bela diri untuk bertahan ketika senjata yang digunakan tidak lagi dapat diandalkan dalam pertempuran.
Baca Juga: 7 Kampus Terbaik di Thailand yang Bisa Jadi Pilihan Kuliah, Ada Chulalongkorn hingga Mahidol
Dari tradisi tersebut kemudian berkembang berbagai teknik bela diri tradisional yang dikenal sebagai Muay Boran. Teknik ini menjadi salah satu cikal bakal berkembangnya Muay Thai modern.
Muay Boran tidak hanya digunakan untuk pertandingan. Bela diri tersebut juga dipelajari untuk pertahanan diri dan kebutuhan pertempuran.
Seiring waktu, berbagai teknik tersebut semakin dikenal masyarakat Thailand. Muay Thai kemudian berkembang dan menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat.
Kisah Petarung Legendaris
Sejarah Muay Thai juga tidak lepas dari sosok Nai Khanom Tom. Ia merupakan petarung Siam yang hidup pada abad ke-18 dan menjadi salah satu tokoh paling terkenal dalam sejarah bela diri Thailand.
Baca Juga: Pattaya, Kota Pantai Thailand yang Punya Vibes Jeju tapi Tak Lepas dari Sisi Gelapnya
Kisahnya berkaitan dengan jatuhnya Kerajaan Ayutthaya ke tangan Burma pada 1767. Dalam cerita yang berkembang, Nai Khanom Tom menjadi tawanan dan kemudian diminta bertarung melawan petarung Burma.
Ia disebut berhasil mengalahkan sejumlah lawannya. Kisah tersebut kemudian berkembang menjadi legenda yang terus dikenang dalam dunia Muay Thai.
Untuk menghormatinya, Thailand memperingati National Muay Thai Day setiap 17 Maret. Peringatan tersebut menjadi salah satu bentuk penghargaan terhadap sejarah dan tradisi Muay Thai.
Mulai Memiliki Aturan Pertandingan
Memasuki abad ke-20, Muay Thai mulai mengalami perubahan besar. Bela diri tradisional tersebut perlahan berkembang menjadi olahraga dengan aturan pertandingan yang lebih modern.
Baca Juga: Lisa Is Back! SaWaDiKa Resmi Rilis, Identitas Thailand Jadi Senjata Baru Sang La Diva
Penggunaan sarung tinju mulai diterapkan untuk menggantikan metode lama yang menggunakan tali sebagai pelindung tangan. Aturan mengenai ronde, durasi pertandingan, dan kategori berat badan juga mulai diperkenalkan.
Perubahan tersebut membuat pertandingan Muay Thai menjadi lebih terstruktur. Olahraga ini kemudian berkembang menjadi kompetisi profesional dengan banyak petarung dari berbagai daerah di Thailand.
Menyebar ke Berbagai Negara
Perkembangan Muay Thai semakin kuat dengan hadirnya sejumlah stadion terkenal di Bangkok. Rajadamnern Stadium dan Lumpinee Boxing Stadium menjadi dua tempat penting dalam perkembangan Muay Thai modern.
Baca Juga: Sering Disangka BL, Padahal Beda! Kenalan dengan Bromance yang Mulai Naik Daun di Thailand
Dari Thailand, popularitas Muay Thai kemudian menyebar ke berbagai negara. Bela diri ini mulai dipelajari masyarakat dari berbagai latar belakang, baik untuk olahraga, kebugaran, maupun pertahanan diri.
Teknik Muay Thai juga banyak digunakan dalam latihan mixed martial arts (MMA). Kombinasi pukulan, tendangan, lutut, dan siku membuatnya dikenal efektif dalam pertarungan jarak dekat.
Kini, Muay Thai tidak lagi sekadar teknik bertarung yang digunakan di medan perang. Bela diri tersebut telah berkembang menjadi olahraga profesional sekaligus bagian penting dari identitas budaya Thailand.
Editor : Annas Rohmanda Purbaningrum