Panahan Solo Butuh Lapangan Khusus, Dispora Ungkap Kendala yang Dihadapi

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 13:05 WIB
Atlet panahan Kota Solo jalani latihan di lapangan UMS, Jalan. Adi Sucipto 84, Kerten, Laweyan. (Hernindya Jalu/Radar Solo)
Atlet panahan Kota Solo jalani latihan di lapangan UMS, Jalan. Adi Sucipto 84, Kerten, Laweyan. (Hernindya Jalu/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Keterbatasan lahan menjadi salah satu kendala Pemerintah Kota Surakarta dalam memenuhi kebutuhan venue olahraga. Dispora Kota Surakarta masih mencari lokasi yang sesuai, terutama untuk cabang olahraga yang membutuhkan area latihan dengan spesifikasi khusus seperti panahan.

Kepala Dispora Kota Solo Rini Kusumandari mengatakan kebutuhan setiap cabang olahraga berbeda sehingga penyediaan venue tidak bisa dilakukan secara seragam. Panahan menjadi salah satu cabor yang membutuhkan lahan cukup panjang karena jarak tembak dalam latihan bisa mencapai 70 meter.

“Khusus panahan memang agak sulit, karena kita membutuhkan lahan yang cukup panjang. Jaraknya kan bisa sampai 70 meter. Jadi memang kita masih mencari lokasi yang sesuai,” ujar Rini.

Baca Juga: Aroma Persib Bandung Kental di PSGC Ciamis, Jadi Tim Satelit Maung Bandung di Liga 2

Pencarian lokasi tidak hanya dilakukan oleh Dispora. Pengurus cabang olahraga juga diminta aktif menyampaikan informasi apabila menemukan lahan yang dinilai memungkinkan untuk dijadikan tempat latihan. Setiap lokasi yang diusulkan nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan teknis cabor serta kemampuan Pemerintah Kota Solo.

Keterbatasan venue masih menjadi pekerjaan rumah dalam persiapan olahraga Kota Bengawan. Meski demikian, dukungan fasilitas untuk persiapan Porprov Jawa Tengah 2026 mulai lebih terpusat dibanding sebelumnya.

Baca Juga: Kejutan Liga 2! Tiga Klub Grup Timur Dipastikan Bermarkas di Solo, PSBS Biak Ikut Pilih Stadion Sriwedari

Salah satunya terlihat pada cabang olahraga panahan. Atlet panahan Surakarta kini dapat menjalani latihan bersama di satu lapangan. Kondisi tersebut berbeda dengan persiapan Porprov sebelumnya, ketika latihan masih terbagi berdasarkan divisi akibat keterbatasan lapangan.

Penyediaan venue yang sesuai kebutuhan menjadi penting untuk menjaga kualitas latihan. Dengan fasilitas yang memadai, prestasi atlet tidak hanya bergantung pada kemampuan beradaptasi dengan kondisi lapangan, tetapi juga dapat ditopang proses latihan yang lebih optimal.

Baca Juga: Di Balik 56 Emas Solo di Popda Jateng 2026, Ada Pengorbanan yang Tak Terlihat

Selain mendukung persiapan kompetisi, fasilitas yang representatif juga dibutuhkan untuk menjaga kesinambungan pembinaan. Venue yang sesuai dapat memberi ruang bagi cabang olahraga untuk mengembangkan atlet sekaligus mempersiapkan regenerasi menuju level kompetisi yang lebih tinggi. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
atlet popda panahan Pembinaan