RADARSOLO.COM – Kesatria Bengawan Solo mulai memanaskan mesin menyambut persaingan IBL 2027. Rapat tahunan klub digelar sebagai langkah awal mematangkan persiapan, sekaligus mengevaluasi perjalanan tim selama beberapa musim terakhir.
Dilansir Jawa Pos Radar Solo melalui rilis resmi IBL, Kamis (10/9/2026), rapat tahunan tersebut dipimpin langsung Presiden Klub Kesatria Bengawan Solo Yakub Hasibuan. Sejumlah pemain turut hadir, di antaranya Ponsianus Nyoman Indrawan, Avan Seputra, dan Indra Muhammad.
Kehadiran sejumlah pemain itu menjadi sinyal bahwa Kesatria masih mempertahankan bagian dari kerangka tim musim sebelumnya. Di sektor kepelatihan pun belum terlihat perubahan besar. Anthony Garbelotto masih dipercaya sebagai kepala pelatih untuk menatap kompetisi 2027.
Namun, Kesatria memberikan sinyal kuat bakal menghadirkan sejumlah perubahan. Seusai rapat tahunan, Yakub meminta dukungan suporter untuk kembali mengawal perjuangan tim pada musim mendatang.
“Terima kasih untuk dukungannya di musim lalu. Sekarang kami sudah selesai rapat untuk persiapan musim 2027. Kembali dukung kami, mohon dukungannya, doanya, dan support-nya,” kata Yakub.
Bukan sekadar persiapan rutin, Yakub memastikan klub telah menyiapkan sejumlah gebrakan. Langkah tersebut diharapkan membawa perubahan positif, terutama dalam upaya mengejar target yang belum berhasil diwujudkan.
“Banyak sekali gebrakan-gebrakan yang bakal kami lakukan. Mudah-mudahan bisa membawa hal-hal baik, terutama kemenangan dan championship bagi kota yang kita cintai ini, yaitu Kota Solo,” imbuhnya.
Ambisi tersebut tidak datang tanpa alasan. Sejak tampil di IBL 2024, Kesatria mampu menunjukkan konsistensi dengan selalu mengamankan tiket menuju babak playoff hingga musim 2026.
Sayangnya, perjalanan mereka di fase gugur belum maksimal. Kesatria selalu terhenti pada putaran pertama playoff dalam tiga musim terakhir.
Catatan tersebut menjadi pekerjaan rumah utama bagi Sang Kesatria. Lolos ke playoff tidak lagi cukup. Mereka harus mampu melewati putaran pertama jika ingin membuka jalan menuju persaingan perebutan gelar juara.
Karena itu, musim 2027 menjadi momentum bagi Kesatria untuk meningkatkan level kompetitif. Formula baru dibutuhkan agar tim mampu memutus catatan kurang memuaskan tersebut.
Gebrakan Pertama, Niki Hartanto Masuk
Janji gebrakan mulai terlihat dari sektor manajemen. Kesatria resmi menunjuk Leonardo Niki Hartanto sebagai General Manager.
Kehadiran Niki menjadi salah satu langkah awal klub dalam menyiapkan kekuatan menghadapi musim 2027. Kesatria menyambut kedatangan Niki melalui unggahan di media sosial resmi klub.
“Selamat datang dan bergabung untuk Leonardo Niki Hartanto, yang resmi mengemban amanah sebagai General Manager Kesatria Bengawan Solo. Pengalaman dan visi kepemimpinan beliau, diharapkan mampu membawa tim melangkah semakin solid, berprestasi, dan mencapai target terbaik musim ini,” tulis klub.
Baca Juga: Persebi Boyolali Buka Seleksi Terbuka Gratis, Pemain Lokal Dipanggil Jelang Liga 4 2026/2027
Niki bukan sosok baru dalam pengelolaan klub basket profesional. Sebelumnya, dia dikenal sebagai manajer Hangtuah dan cukup lama terlibat dalam pengelolaan tim tersebut. Masa baktinya bersama Hangtuah berakhir pada 23 Agustus 2026.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Kesatria. Niki memiliki pengalaman dalam pengelolaan klub profesional, termasuk memahami kebutuhan tim serta membangun komposisi skuad yang kompetitif.
Masuknya Niki sekaligus memberikan warna baru di balik layar Kesatria. Terlebih, klub telah memberi sinyal bakal melakukan sejumlah gebrakan sebelum menghadapi kompetisi musim depan.
Kini tantangan Kesatria Bengawan Solo bukan sekadar kembali mengamankan tiket playoff IBL. Mereka harus mampu memutus catatan tiga musim beruntun selalu tersingkir pada putaran pertama.
Dengan persiapan yang mulai dilakukan lebih awal dan perubahan di sektor manajemen, Kesatria Bengawan Solo membidik langkah lebih jauh pada IBL 2027. Target akhirnya jelas: membawa championship ke Kota Solo. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy