1.750 Pesilat Solo Padati Manahan, Piala Panglima TNI Jadi Pemanasan Porprov 2026

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 20:18 WIB
Kejuaraan Open Tournament Pencak Silat Piala Panglima TNI 2026 di GOR Indoor Manahan, Solo. (Dok. KONI Solo)
Kejuaraan Open Tournament Pencak Silat Piala Panglima TNI 2026 di GOR Indoor Manahan, Solo. (Dok. KONI Solo)

RADARSOLO.COM – Sebanyak 1.750 pesilat ambil bagian dalam Open Tournament Pencak Silat Piala Panglima TNI 2026 di GOR Indoor Manahan, Solo. Kejuaraan berskala nasional tersebut tak hanya menjadi arena perebutan gelar juara, tetapi juga momentum bagi Solo untuk memetakan kekuatan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.

Turnamen ini menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-81 TNI itu berlangsung selama tiga hari, Jumat (11/9) hingga Minggu (13/9). Besarnya jumlah peserta membuat ajang tersebut menjadi salah satu panggung kompetisi penting bagi pesilat dari berbagai daerah untuk menguji hasil pembinaan masing-masing.

Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf M. Arry Yudistira membuka kejuaraan secara resmi pada Jumat (11/9/2026). Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong, didampingi Danlanud Adi Soemarmo. Dalam kesempatan tersebut, Danrem membacakan amanat Panglima TNI terkait komitmen TNI dalam mendukung peningkatan prestasi olahraga nasional.

Kolonel Inf M. Arry Yudistira mengatakan, pencak silat menjadi salah satu cabang olahraga yang mendapat perhatian melalui penyelenggaraan turnamen tersebut. Selain menjadi olahraga prestasi, pencak silat memiliki keterkaitan kuat dengan budaya Indonesia sehingga pembinaannya dinilai perlu terus dikembangkan.

“Event ini adalah event skala nasional, Open Turnamen Pencak Silat Piala Panglima TNI. Diselenggarakan oleh Bapak Panglima untuk mendukung prestasi olahraga nasional, salah satunya pencak silat. Pencak silat ini merupakan akar budaya dari bangsa kita sendiri sehingga perlu dilestarikan,” kata Kolonel Inf M. Arry Yudistira, dilansir dari rilis resmi KONI. 

Baca Juga: Kejurnas ATMI 2026 Jadi Momentum, Respati Berkomitmen Kembangkan Tenis Kota Solo

Menariknya, penyelenggara juga memisahkan kelas pertandingan bagi peserta TNI-Polri dengan kelas umum. Langkah tersebut bukan sekadar untuk membedakan kelompok peserta, melainkan menjadi bagian dari strategi penjaringan atlet potensial yang bisa mendapatkan pembinaan lebih lanjut.

“Nggih, kelas TNI-Polri memang sengaja kita pisahkan. Di situ nanti kita juga mencari atlet-atlet yang mungkin bisa dibina lagi lebih jauh dan lebih intensif. Tapi, mungkin ada juga prajurit TNI-Polri yang ikut di kelas umum,” imbuhnya. 

Baca Juga: PSIS Menang Dramatis di Laga Perdana, PSPS Pekanbaru Jadi Korban Pertama di Liga 2

Dengan format tersebut, persaingan di atas matras diharapkan bisa memberikan gambaran lebih luas mengenai kualitas pesilat yang tampil. Atlet tidak hanya dituntut mengejar kemenangan, tetapi juga menunjukkan kemampuan teknik, mental bertanding, ketangkasan, serta sportivitas selama kompetisi.

Bagi Kota Solo sebagai tuan rumah, kehadiran ribuan pesilat menjadi keuntungan tersendiri. Ketua Umum KONI Kota Surakarta, Her Suprabu menilai turnamen nasional tersebut memberikan kesempatan bagi pesilat Kota Bengawan untuk mendapatkan pengalaman menghadapi lawan dari berbagai daerah.

“Alhamdulillah kita Kota Solo tahun ini mendapatkan kesempatan untuk menjadi tuan rumah Open Turnamen Pencak Silat Piala Panglima TNI dengan peserta hampir 1.600. Tentunya ini menjadi ajang bagi para pesilat di Kota Surakarta untuk terus mengasah kemampuan dan meraih prestasi,” ungkap Her Suprabu.

Momentum tersebut semakin penting karena Solo tengah menatap Porprov Jateng 2026. Ketua Umum IPSI Kota Solo Ito Indra menyebut Piala Panglima TNI bisa dimanfaatkan untuk membaca sejauh mana perkembangan atlet-atlet yang diproyeksikan tampil pada ajang multievent tingkat provinsi tersebut.

“Dengan adanya Piala Panglima ini tentunya kita sangat berterima kasih serta antusiasmenya sangat tinggi. Yang pertama, kita menjelang Porprov, jadi kita tahu calon-calon atlet kita itu seperti apa serta target-target kita ke depannya,” jelas Ito Indra.

Bagi IPSI Solo, kompetisi dengan peserta dari berbagai daerah juga memberi gambaran mengenai level persaingan yang akan dihadapi. Hasil pertandingan dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat kekuatan dan kekurangan atlet, sekaligus menentukan langkah pembinaan berikutnya sebelum memasuki persaingan Porprov.

Di sisi lain, penyelenggaraan turnamen nasional di Solo membawa dampak yang lebih luas dari sisi kegiatan olahraga. Kehadiran atlet, pelatih, official, dan pendamping selama tiga hari turut menghidupkan aktivitas di sekitar lokasi pertandingan.

Ito melihat momentum tersebut dapat memperkuat posisi Solo sebagai kota tujuan wisata olahraga. “Dan tentunya kurang lebih ini akan menjadi tolak ukur bahwasanya Solo ini menjadi kota wisata olahraga (sports tourism), serta mampu menumbuhkan perekonomian untuk UMKM di sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, Panglima TNI melalui amanat yang dibacakan Danrem meminta seluruh atlet mengikuti pertandingan dengan sungguh-sungguh dan menjunjung sikap kesatria. Kompetisi diharapkan menjadi ruang untuk menguji kemampuan sekaligus membangun pengalaman dan integrasi antaratlet.

“Jadikan event pertandingan ini sebagai wahana untuk uji kemampuan, ketangkasan dan keterampilan, serta menempa diri dan membangun integrasi dan soliditas sesama atlet,” demikian amanat Panglima TNI yang dibacakan Danrem 074/Warastratama.

Baca Juga: Hasil Kualifikasi Moto3 San Marino 2026: Veda Ega Pratama Tercecer ke Baris 6, David Almansa Pole

Lewat Piala Panglima TNI, Solo mendapat dua keuntungan sekaligus. Selain menjadi tuan rumah event nasional yang menggerakkan ekosistem olahraga, turnamen ini membuka ruang bagi IPSI untuk membaca potensi atlet lokal menjelang Porprov. Di sisi lain, penjaringan yang dilakukan diharapkan mampu menemukan pesilat-pesilat potensial yang dapat berkembang hingga level nasional dan internasional. (hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
Kejuaraan pencak silat porprov