Jordan Wilson Bongkar Pesan Megawati yang Membuatnya Lebih Tenang di V-League

Niko auglandy • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 12:30 WIB
Jordan Wilson bersama Megawati di Hyundai E&C Hillstate. (Dok. Hyundai E&C Hillstate)
Megawati Hangestri Pertiwi bersama Jordan Wilson di Hyundai E&C Hillstate. (Dok. Hyundai E&C Hillstate)

RADARSOLO.COM – Kehadiran Megawati Hangestri Pertiwi ternyata bukan hanya menjadi tumpuan serangan Hyundai E&C Hillstate. Pevoli asal Indonesia tersebut juga menjadi salah satu sosok penting dalam membantu proses adaptasi pemain baru Hyundai E&C, Jordan Wilson.

Jordan merupakan pemain asing baru Hyundai E&C untuk menghadapi V-League 2026/2027. Pemain yang berposisi sebagai outside hitter tersebut mulai mendapat perhatian sejak mengikuti Asian Quarter Tryout. Selain memiliki kemampuan menyerang yang kuat, Jordan juga menjadi sorotan karena penampilannya yang disebut mirip Jennie BLACKPINK.

Baca Juga: Jadwal Pekan 3 Super League : Persija Jakarta, Bali United dan Madura United Berebut Singgasana Capolista

Media Korea Sports Hankook mewawancarai Jordan pada 8 September lalu untuk mengetahui lebih jauh mengenai proses adaptasinya di Korea Selatan.

Jordan didatangkan Hyundai E&C setelah klub kehilangan Jastice Yauchi. Pemain kuota Asia tersebut tampil impresif pada musim sebelumnya dan membantu Hyundai E&C finis sebagai runner-up musim reguler.

Kini, Jordan diharapkan mampu mengisi kekosongan tersebut sekaligus memperkuat lini serang Hyundai E&C.

Baca Juga: Jadwal LaLiga 2026/2027 Pekan Keenam: Barcelona, Real Madrid hingga Atletico Madrid Dapat Lawan Berat

Dalam laga uji coba menghadapi klub Jepang, SAGA Hisamitsu Springs, Agustus lalu, Jordan menunjukkan kemampuan ofensif yang menjanjikan. Dia mampu memanfaatkan postur dan kekuatan fisiknya untuk menghasilkan poin, termasuk mencoba serangan dari lini belakang atau pipe.

Namun, Jordan masih memiliki pekerjaan rumah dalam aspek pertahanan dan penerimaan bola. Pelatih kepala Kang Sung-hyung yang memiliki latar belakang sebagai outside hitter pun memberikan perhatian khusus terhadap kemampuan tersebut.

“Dibandingkan saat saya di Amerika Serikat, jadwal latihannya serupa. Namun, di sini saya lebih fokus pada pertahanan. Secara khusus, pelatih memberi saya banyak nasihat dan pengetahuan. Saya banyak belajar tentang cara menerima bola,” ujar Jordan.

Baca Juga: Persis Solo vs PSBS Biak: Tiket Termurah Rp 50 Ribu, Cek Cara Belinya Disini, Ada Paket Tiket Keluarga Juga

Menariknya, Jordan juga memiliki potensi untuk dimainkan sebagai opposite hitter. Dalam laga uji coba melawan Hisamitsu, Jordan sempat ditempatkan di posisi tersebut karena Megawati absen.

Tanpa harus terlalu dibebani tugas menerima bola, Jordan mampu menunjukkan kekuatan serangnya. Situasi tersebut membuka opsi baru bagi Hyundai E&C apabila membutuhkan alternatif ketika Megawati harus beristirahat atau mengalami kendala kebugaran.

Jordan pun mengaku banyak mendapatkan bantuan dari Megawati selama proses adaptasinya. Keduanya kebetulan menggunakan penerjemah yang sama sehingga memiliki kesempatan lebih banyak untuk berkomunikasi.

Menurut Jordan, Megawati tidak hanya memberikan masukan mengenai aspek teknis permainan, tetapi juga membantu dari sisi mental.

“Mega memberi saya sedikit nasihat setiap hari. Dia banyak berbicara tentang aspek psikologis juga, selain aspek teknis,” kata Jordan.

Baca Juga: Dari EPA ke Liga 2, 16 Pemain Muda Diklat Asal Banjarnegara Kini Membela PSBS Biak

Jordan mengaku dirinya termasuk pemain yang kerap berusaha melakukan segala sesuatu dengan sempurna. Megawati pun mengingatkannya agar tidak terlalu memberikan tekanan kepada diri sendiri.

“Musim ini panjang. Jangan terlalu menekan diri sendiri dan lakukan perlahan. Percayalah pada diri sendiri,” ujar Jordan, menirukan nasihat Megawati.

Baca Juga: Daftar Lengkap Skuad Persis Solo di Liga 2 2026/2027: Eks Garudayaksa FC, Bhayangkara, dan Adhyaksa Merapat

Bagi Hyundai E&C, keberadaan Jordan memberikan tambahan opsi dalam menyusun komposisi pemain. Selain di posisi outside hitter, pemain tersebut dapat menjadi alternatif di posisi opposite hitter ketika Megawati membutuhkan waktu istirahat.

Jordan sendiri menjadikan V-League sebagai panggung profesional resmi pertamanya. Dengan kemampuan ofensif yang kuat, pemain tersebut memiliki potensi untuk berkembang menjadi salah satu senjata penting Hyundai E&C.

Kini, tantangannya adalah meningkatkan kemampuan bertahan dan penerimaan bola. Jika mampu berkembang dalam aspek tersebut, Jordan bukan hanya menjadi pelapis, tetapi berpeluang memainkan peran penting dalam upaya Hyundai E&C kembali bersaing di papan atas V-League. (nik)

 

 

Editor : Niko auglandy
Hyundai E&C Hillstate bola voli korea selatan megawati