Sempat Memanas, Muskot Percasi Solo Tetapkan Nafis Mahendra sebagai Ketua

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 13:28 WIB
Nafis Mahendra Terpilih Jadi Ketua Percasi Surakarta periode 2026-2030
Nafis Mahendra Terpilih Jadi Ketua Percasi Surakarta periode 2026-2030

RADARSOLO.COM – Musyawarah Kota (Muskot) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Solo berlangsung penuh dinamika, Minggu (13/9/2026). Setelah melalui persidangan yang diwarnai sejumlah interupsi dan perdebatan, Nafis Mahendra akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum Percasi Solo masa bakti 2026–2030.

Muskot digelar di Kantor KONI Kota Solo dan dihadiri 13 utusan klub catur di bawah naungan Percasi Solo. Selain itu, 15 jajaran pengurus turut hadir dalam agenda yang membahas laporan pertanggungjawaban pengurus demisioner hingga pemilihan ketua umum periode berikutnya.

Baca Juga: Jordan Wilson Bongkar Pesan Megawati yang Membuatnya Lebih Tenang di V-League

Jalannya persidangan sempat memanas. Sejumlah peserta beberapa kali menyampaikan interupsi hingga panitia melibatkan unsur pengamanan eksternal untuk mengantisipasi situasi yang tidak diinginkan selama musyawarah berlangsung.

Ketegangan salah satunya terjadi ketika Budi Setiadi dari klub BKCC menyampaikan sejumlah protes. Pihak pengamanan eksternal sempat hendak mengeluarkan Budi dari ruang sidang. Namun, langkah tersebut dicegah Guntur yang bertindak sebagai pimpinan sidang dari internal Percasi agar situasi tidak berkembang menjadi kericuhan.

Baca Juga: Update Harga Honda Scoopy September 2026: Paling Murah Rp23,3 Juta, Cek Variannya

Dinamika lainnya muncul ketika Kholifi, perwakilan klub Kuda Praon, beberapa kali mengusulkan skorsing sidang. Usulan itu berkaitan dengan belum hadirnya salah satu kandidat ketua umum, Taufiq Qurrahman, saat agenda penyampaian visi dan misi hendak dilakukan.

Taufiq merupakan kandidat yang bersaing dengan Nafis dalam pemilihan ketua umum periode 2026–2030. Kondisi tersebut membuat persidangan berlangsung lebih panjang karena muncul dorongan agar seluruh kandidat mendapatkan kesempatan yang sama untuk menyampaikan visi dan misi sebelum pemilihan dilakukan.

Baca Juga: Mau Jalan-Jalan ke Solo? Ini Agenda September 2026 yang Wajib Masuk Catatan

Untuk menjaga kondusivitas persidangan, Guntur kemudian meminta pihak-pihak yang tidak berkepentingan langsung dengan agenda Muskot meninggalkan ruang sidang.

Sterilisasi ruang sidang tersebut juga membuat sejumlah pewarta, termasuk tim media internal KONI Kota Solo, dipersilakan keluar hingga proses musyawarah dapat dilanjutkan.

Setelah melalui dinamika tersebut, pemilihan ketua umum akhirnya ditempuh melalui mekanisme voting. Dari 18 pemegang hak suara, 15 suara digunakan dalam proses pemungutan suara, sedangkan tiga lainnya tercatat absen.

Hasil pemungutan suara menetapkan Nafis Mahendra sebagai Ketua Umum Percasi Solo masa bakti 2026–2030.

Guntur menegaskan proses pemilihan tetap dikawal sesuai prinsip demokrasi. Sebagai pimpinan sidang, dia mengaku harus menjaga posisi netral di tengah berbagai dinamika yang muncul.

“Sebagai pimpinan sidang, saya harus tetap netral dan menjaga supaya proses pemilihan itu berlangsung secara demokratis. Dinamika seperti tadi hal yang biasa, yang penting tugas kami mengawal supaya agenda ini selesai tuntas dan tidak tertunda,” kata Guntur kepada media, Minggu (13/9/2026).

Baca Juga: Jadwal Pekan 3 Super League : Persija Jakarta, Bali United dan Madura United Berebut Singgasana Capolista

Terpilihnya Nafis membawa warna baru dalam kepengurusan Percasi Surakarta. Di usia 27 tahun, dia ingin memanfaatkan momentum tersebut untuk mendorong regenerasi sekaligus membenahi organisasi setelah Muskot berlangsung cukup dinamis.

Nafis mengusung visi “Bersatu, Berbenah, dan Berprestasi”. Pembenahan organisasi dan tata kelola menjadi agenda awal yang akan segera dilakukan. Menurutnya, soliditas internal menjadi fondasi penting sebelum Percasi Surakarta berbicara lebih jauh mengenai target prestasi.

“Langkah awal kita akan lakukan pembenahan organisasi dan tata kelola. Amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab untuk membawa catur Surakarta menjadi lebih baik,” ujar Nafis.

Dia juga menyadari adanya perbedaan pilihan dalam proses pemilihan. Karena itu, seluruh elemen Percasi dinilai perlu kembali dirangkul setelah Muskot berakhir.

Semangat kebersamaan tersebut menjadi bagian penting dari upaya Nafis membangun organisasi yang lebih terbuka dan solid.

“Saya ingin dengan semangat anak muda, kita bersama-sama membangun Percasi yang solid, terbuka, dan berorientasi pada prestasi,” tegasnya.

Selain pembenahan organisasi, Nafis menempatkan pembinaan atlet usia muda sebagai salah satu fokus utama hingga 2030. Percasi Surakarta akan diarahkan untuk memperluas kolaborasi dengan sekolah, klub, komunitas, dan pelatih guna menemukan sekaligus mengembangkan talenta-talenta baru.

“Kita harus menyiapkan generasi pecatur sejak usia muda. Talenta-talenta baru harus ditemukan, dibina, dan diberikan ruang untuk berkembang serta berkompetisi,” pungkas Nafis. (hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
Catur koni Muskot