Mau Naik Level ke Kompetisi Profesional? Ini Jalan Menuju PFL2 2027

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 14:10 WIB
Maestro Solo FC melawan Giga FC Lampung di GOR Bung Karno Sukoharjo, Kamis (4/6/2026).
Maestro Solo FC melawan Giga FC Lampung di GOR Bung Karno Sukoharjo, Kamis (4/6/2026).

RADARSOLO.COM – Jalan menuju kompetisi futsal profesional Indonesia kembali terbuka. Kompetisi Futsal Indonesia (KFI) resmi membuka proses seleksi lisensi klub baru untuk Pro Futsal League 2 (PFL2) musim 2027 melalui mekanisme open bidding. Maksimal sembilan slot disediakan bagi klub yang dinilai memenuhi standar sebagai peserta kompetisi profesional.

Namun, kesempatan tersebut tidak sekadar persoalan mendaftarkan diri. KFI menyiapkan rangkaian asesmen untuk mengukur kesiapan klub, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Dilansir Radar Solo dari rilis resmi KFI, Minggu (13/9/2026), Direktur Utama KFI Rorian Pratyaksa mengatakan persaingan mendapatkan lisensi PFL2 2027 bakal berlangsung ketat. Penilaian tidak hanya berfokus pada kemampuan tim ketika bertanding, tetapi juga mencakup aspek administratif, legalitas, manajemen, finansial, hingga operasional klub.

“Ini adalah kesempatan bagi klub-klub untuk naik ke level profesional, namun kami tekankan bahwa kompetisinya sangat ketat, bahkan sejak dari luar lapangan. Hanya klub dengan kelengkapan dokumen administratif, visi jangka panjang yang jelas, serta kesiapan operasional terbaik yang akan lolos dan berhak atas lisensi PFL2 2027,” ujar Rorian.

Baca Juga: Sempat Memanas, Muskot Percasi Solo Tetapkan Nafis Mahendra sebagai Ketua

Menurutnya, KFI membutuhkan klub yang memiliki fondasi kuat untuk menjalankan kompetisi profesional. Karena itu, legalitas badan hukum, kondisi finansial, hingga infrastruktur pembinaan menjadi bagian dari aspek yang diperiksa dalam proses seleksi.

“Kami mencari klub yang tidak hanya siap bertanding, tetapi juga siap secara legalitas, finansial, dan infrastruktur pembinaan,” tegas Rorian.

Baca Juga: Dipicu Pembakaran Rumput, Karhutla di Perbatasan Suroteleng-Samiran Boyolali Ancam Kawasan TNGM

Proses open bidding Batch 1 dimulai pada 14 September dan berlangsung hingga 16 Oktober 2026. Pada tahap awal, klub peminat wajib menyerahkan dokumen administratif sebagai bagian dari proses verifikasi calon peserta.

Tahap berikutnya adalah wawancara klub yang dijadwalkan pada 19–23 Oktober 2026. KFI akan menggali lebih jauh struktur manajemen sekaligus mengukur kesiapan operasional masing-masing klub.

Klub yang lolos tahap wawancara kemudian wajib melengkapi dokumen administratif pada 26–30 Oktober 2026. Dokumen yang diminta mencakup pembuktian legalitas badan hukum serta kondisi finansial klub.

Tidak berhenti di sana, aspek pembinaan pemain juga menjadi perhatian. Calon peserta harus mampu menunjukkan struktur akademi serta program pembinaan kelompok umur yang dimiliki.

Kesiapan venue pertandingan turut menjadi salah satu aspek yang harus dipenuhi. Dengan demikian, klub yang memperoleh lisensi nantinya diharapkan bukan hanya memiliki tim yang kompetitif, tetapi juga organisasi yang mampu memenuhi standar operasional kompetisi profesional.

Hasil seleksi Batch 1 dijadwalkan diumumkan pada 2 November 2026. Klub yang dinyatakan lolos akan mendapatkan kesempatan menjadi peserta PFL2 2027 setelah menyelesaikan seluruh tahapan yang ditetapkan KFI.

Baca Juga: Jordan Wilson Bongkar Pesan Megawati yang Membuatnya Lebih Tenang di V-League

KFI juga membuka kemungkinan pelaksanaan Batch 2 pada Januari 2027. Namun, tahap kedua tersebut bersifat kondisional dan hanya dilakukan apabila maksimal sembilan slot yang tersedia belum terpenuhi melalui seleksi Batch 1.

Bagi klub yang ingin mengikuti proses open bidding, KFI menetapkan pengiriman pernyataan ketertarikan resmi sebagai tahapan awal. Klub dapat mengirimkannya melalui email ke sekre@kompetisifutsal.id dengan tembusan secretariat@futsalindonesia.org.

Pernyataan tersebut harus disertai informasi dasar klub dan menggunakan subjek "[Ketertarikan Lisensi Klub PFL2]" sebelum klub mengikuti rangkaian seleksi dan verifikasi berikutnya. (hj/nik)

 

 

Editor : Niko auglandy
PFL2 futsal klub