RADARSOLO.COM – Open Tournament Pencak Silat Piala Panglima TNI 2026 resmi berakhir. Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin menutup kejuaraan dalam rangka HUT ke-81 TNI tersebut di GOR Manahan, Solo, Minggu (13/9/2026).
Turnamen berlangsung selama tiga hari, mulai 11-13 September. Sebanyak 1.750 atlet ambil bagian dalam kejuaraan berskala nasional itu. Mereka terdiri atas 1.173 pesilat putra dan 577 pesilat putri dari unsur TNI, Polri, serta masyarakat berbagai daerah.
Besarnya jumlah peserta membuat persaingan berlangsung cukup ketat. Gelaran tersebut juga didukung 75 juri dan wasit yang bertugas memastikan pertandingan berjalan sesuai ketentuan.
Baca Juga: UKM Pencak Silat PSHT ISI Surakarta Borong 4 Emas dan 3 Perunggu di Piala Panglima TNI 2026
Dalam laporan pelaksanaan, Ketua Koordinator Letkol Arm Bhekti Mudianto menyampaikan, kejuaraan tidak hanya diarahkan untuk mencari pemenang. Piala Panglima TNI juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan prestasi sekaligus menemukan bibit-bibit pesilat yang memiliki potensi untuk dikembangkan.
Pada penutupan, Pangdam IV/Diponegoro membacakan amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Apresiasi disampaikan kepada seluruh atlet, prajurit TNI, Polri, ofisial, serta panitia yang telah mendukung kelancaran penyelenggaraan turnamen.
Baca Juga: Klasemen Serie A 2026/2027: Bukan Juventus atau Milan, Klub Ini Justru Ramaikan Papan Atas Serie A
Kepada atlet yang berhasil menjadi juara, Panglima TNI menyampaikan selamat atas prestasi yang diraih. Sementara bagi peserta yang belum mendapatkan hasil terbaik, kekalahan diminta tidak menjadi alasan untuk berhenti. Evaluasi dan latihan menjadi bagian penting untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
“Meraih prestasi tidak semudah membalik telapak tangan, tetapi membutuhkan kerja keras, disiplin dan semangat untuk terus berlatih,” demikian pesan Panglima TNI yang dibacakan Mayjen TNI Achiruddin dikutip Jawa Pos Radar Solo melalui rilis resmi.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa hasil pertandingan bukan menjadi akhir dari proses pembinaan. Setiap pertandingan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi atlet untuk mengetahui kekurangan sekaligus meningkatkan kemampuan sebelum kembali turun di ajang berikutnya.
Baca Juga: Persis Solo Kalah Lawan Persela Lamongan, Ricky Nelson: Stadion Surajaya Terlalu Bising
Selain mengejar prestasi, Piala Panglima TNI juga memiliki misi memperkuat hubungan antarpelaku olahraga. Pertemuan atlet, ofisial, pembina, serta organisasi olahraga dari berbagai daerah menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan kebersamaan.
Panglima TNI menilai penyelenggaraan turnamen telah mencapai tujuan tersebut. Kompetisi pencak silat dinilai mampu mempererat komunikasi dan kebersamaan antarinsan olahraga sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Semangat itu terlihat dari keterlibatan atlet TNI, Polri, dan masyarakat dalam satu arena pertandingan. Perbedaan latar belakang peserta tidak menjadi penghalang untuk saling berkompetisi secara sportif sekaligus membangun pengalaman di atas matras.
Dari sisi hasil pertandingan, Kontingen Panglima Kumbang tampil sebagai juara umum. Mereka mengoleksi 35 medali emas, 40 perak, dan 35 perunggu sepanjang kejuaraan.
Atas capaian tersebut, Kontingen Panglima Kumbang berhak membawa pulang trofi juara umum. Selain itu, kontingen tersebut mendapat uang pembinaan sebesar Rp 50 juta serta satu unit sepeda motor Honda Supra Revo Fit.
Baca Juga: Jadwal Bundesliga Pekan Keempat: Bayern Munich vs Union Berlin, Stuttgart Tantang Dortmund
Penutupan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan trofi, medali, piagam penghargaan, dan hadiah kepada para atlet serta kontingen berprestasi. Rangkaian tersebut menjadi penanda berakhirnya persaingan 1.750 pesilat di GOR Manahan.
Kegiatan penutupan turut dihadiri Danlanud Adi Soemarmo Marsma TNI Henri Ahmad Badawi, Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf Muhammad Arry Yudistira, Wali Kota Solo Respati Achmad Ardianto, serta sejumlah pejabat TNI, Polri, pemerintah daerah dan insan olahraga. Berakhirnya turnamen diharapkan menjadi pijakan lanjutan bagi pembinaan pencak silat sekaligus melahirkan lebih banyak atlet berprestasi. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy