RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali mengingatkan identitas Kota Bengawan sebagai Kota Olahraga. Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 yang digelar di area Stadion Manahan, Jumat (18/9/2026).
Mengusung tema "Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar", Haornas tahun ini tak sekadar menjadi agenda seremonial. Pemkot mendorong olahraga menjadi bagian dari keseharian warga sekaligus menjaga kesinambungan pembinaan prestasi olahraga di Kota Solo.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo Budi Murtono mengatakan, Solo memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan perjalanan olahraga nasional. Salah satunya karena Kota Bengawan menjadi tempat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama.
"Kalau kita lihat sejarahnya, Haornas itu lahirnya dari Kota Solo. Mengapa tanggal 9 September ditetapkan sebagai Hari Olahraga Nasional? Karena itu adalah saat pertama kali dilaksanakannya PON pertama di Kota Solo," kata Budi dalam rilis yang diterima Jawa Pos Radar Solo.
Baca Juga: Prediksi Persis Solo vs PSBS Biak: Pantang Remehkan Lawan, Walaupun Baru Dibantai 5-0 di Sriwedari
Sejarah tersebut kemudian kembali ditegaskan pada 1983. Saat itu, Presiden Soeharto meresmikan pemugaran Stadion Sriwedari yang menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan olahraga di Kota Solo.
Budi menilai sejarah tersebut menjadi alasan bagi masyarakat untuk menjaga semangat olahraga. Identitas Solo sebagai Kota Olahraga, menurutnya, tidak cukup hanya dibanggakan, tetapi perlu diteruskan melalui kebiasaan masyarakat untuk aktif bergerak.
"Semangat Haornas dimulai dari Kota Solo, sehingga kita harus bangga dan harus selalu berkegiatan aktif di olahraga sebagai wujud kita melanjutkan identitas sebagai Kota Olahraga," tegasnya.
Baca Juga: Persis Solo Bakal Ubah Komposisi Lawan PSBS Biak, Lini Tengah Jadi Sorotan Utama
Karena itu, olahraga diharapkan tidak hanya identik dengan pertandingan dan pencapaian medali. Aktivitas fisik perlu menjadi kebiasaan yang dilakukan secara rutin, termasuk melalui kegiatan yang digerakkan komunitas di tengah masyarakat.
"Semangat Hari Olahraga Nasional tahun 2026 semoga bisa melingkupi kehidupan kita sehari-hari. Tema olahraga hari ini, yakni 'Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar', menekankan bahwa olahraga tidak hanya bersifat kompetisi, tetapi adalah kegiatan sehari-hari agar masyarakat Indonesia selalu aktif," jelas Budi.
Menurutnya, budaya olahraga juga berkaitan dengan upaya membangun kualitas sumber daya manusia (SDM). Masyarakat yang bugar diharapkan dapat menjadi bagian dari fondasi menuju SDM unggul untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Jadi kita berharap, dengan Haornas 2026 ini, warga Kota Surakarta makin aktif dalam kegiatan olahraga dan ini menjadi budaya kita sehari-hari," terangnya.
Kepala Dispora Surakarta, Rini Kusumandari menambahkan, pelaksanaan Haornas 2026 berlandaskan Peraturan Wali Kota Surakarta Nomor 78 Tahun 2024 tentang Pengembangan Keolahragaan. Regulasi tersebut menjadi salah satu pijakan dalam mendorong masyarakat lebih aktif berolahraga.
"Tujuannya adalah membangun masyarakat Indonesia yang sehat, aktif, dan bugar, mengubah kebiasaan masyarakat yang pasif menjadi aktif bergerak, dan menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari," papar Rini.
Semangat tersebut terlihat dari partisipasi warga dalam rangkaian kegiatan Haornas. Sekitar 4.000 peserta dari berbagai kalangan, mulai ASN, masyarakat umum hingga komunitas olahraga, mengikuti senam bersama dan jalan sehat yang memutari kompleks Stadion Manahan. Rangkaian kemudian ditutup dengan pengundian doorprize dan panggung hiburan.
Baca Juga: Karim Benzema ke Persib Bandung? Statistik Sang Peraih Ballon d'Or 2022 Cukup Memukau
Rangkaian Haornas di Surakarta juga berlanjut pada Sabtu (19/9). Dispora menyiapkan perlombaan memancing di Kali Toklo dengan kuota 200 peserta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan aktivitas olahraga dan rekreasi yang dapat diikuti masyarakat secara lebih luas.
Di sisi lain, Ketua Umum KONI Kota Surakarta, Her Suprabu melihat Haornas bukan hanya momentum mengajak masyarakat hidup bugar. Perayaan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kembali pembinaan dan prestasi atlet Kota Surakarta.
"Ini adalah momentum semangat kebangkitan prestasi olahraga Kota Surakarta," ujar Her Suprabu.
Kebugaran masyarakat dan prestasi atlet pun diharapkan berjalan beriringan. Dengan partisipasi olahraga yang semakin luas, Pemkot, Dispora, dan KONI memiliki basis yang lebih kuat untuk membangun ekosistem olahraga, mulai dari budaya hidup aktif hingga pembinaan bibit atlet. Dengan begitu, identitas Solo sebagai Kota Olahraga tak hanya tinggal dalam catatan sejarah, tetapi terus hidup melalui aktivitas dan prestasi warganya. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy