Skateboard Solo Cuma Punya Satu Arena Layak, Skatepark Purwosari Jadi Andalan Jelang Porprov Jateng 2026

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 16:55 WIB
KURANG TERANG: Kondisi dan fasilitas di Skatepark Purwosari yang bisa digunakan atlet ataupun komunitas skateboard berlatih. (Hernindya Jalu/Radar Solo)
KURANG TERANG: Kondisi dan fasilitas di Skatepark Purwosari yang bisa digunakan atlet ataupun komunitas skateboard berlatih. (Hernindya Jalu/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Skater di Kota Solo masih bergantung pada satu fasilitas latihan yang dinilai layak menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Skatepark Purwosari menjadi tumpuan para atlet untuk menjaga persiapan sebelum berlaga pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Pelatih skateboard Kota Solo sekaligus pengelola Skatepark Purwosari Arif Hadiman atau akrab disapa Maman mengatakan, saat ini tidak banyak pilihan arena yang dapat digunakan atlet skateboard di Kota Solo. Kondisi itu membuat keberadaan Skatepark Purwosari menjadi sangat penting bagi keberlangsungan latihan.

“Untuk fasilitas skatepark yang layak, meskipun belum berstandar kompetisi internasional, satu-satunya hanya ada di Purwosari. Namun, untuk tingkat Jawa Tengah, fasilitas di Purwosari ini sebenarnya sudah menjadi salah satu yang terbaik,” terang Maman kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (24/9/2026). 

Baca Juga: Jadwal Liga 2 Hari Ini: Persiba Balikpapan, PSBS, De Red FC Dalam Tekanan, Persis Solo dan Deltras Pede

Alternatif latihan di kawasan Manahan kini tidak lagi tersedia bagi komunitas skateboard. Menurut Maman, penggunaan area tersebut sudah tidak diperbolehkan. Praktis, atlet harus memusatkan aktivitas latihan di Skatepark Purwosari.

Kondisi berbeda terdapat di Stadion Mini yang berdekatan dengan SMA Negeri 6 Surakarta. Di lokasi tersebut memang terdapat arena yang dapat digunakan untuk olahraga ekstrem tersebut, tetapi fasilitas itu diperuntukkan bagi BMX, sehingga tidak bisa begitu saja menjadi pengganti Skatepark Purwosari bagi atlet skateboard.

Maman menjelaskan, terdapat perbedaan spesifikasi antara arena BMX dan skateboard. Skatepark yang dirancang untuk BMX pada dasarnya masih dapat digunakan skateboard. Namun, konstruksi skatepark khusus skateboard belum tentu mampu menahan beban kendaraan BMX.

“Skatepark yang dirancang untuk BMX biasanya bisa dipakai untuk skateboard. Namun, skatepark yang dirancang khusus skateboard belum tentu mampu menahan beban kendaraan BMX karena spesifikasi bahan dan konstruksi besinya berbeda,” jelasnya.

Baca Juga: Eks Persib Bandung dan Arema FC Merapat, Persikad Bergerak Jelang Penutupan Bursa Transfer Liga 2

Keberadaan dua arena tersebut sebenarnya tidak terlepas dari pembangunan fasilitas olahraga ekstrem yang dilakukan pada periode yang sama. Maman menyebut pembangunan arena di Stadion Mini awalnya berjalan bersamaan dengan Skatepark Purwosari.

Seiring perkembangan komunitas, pengelolaan kedua arena kemudian diarahkan berbeda. Komunitas skateboard memilih memusatkan aktivitasnya di Purwosari, sedangkan arena di Stadion Mini diserahkan kepada komunitas BMX.

Pilihan tersebut membuat Purwosari memiliki peran sentral dalam pembinaan atlet skateboard Surakarta. Terlebih, atlet membutuhkan arena dengan karakteristik yang sesuai untuk menjalankan program latihan secara rutin sebelum menghadapi kompetisi.

Persoalan fasilitas kemudian tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan arena, tetapi juga kondisi pendukung di dalamnya. Salah satunya penerangan Skatepark Purwosari yang mulai mengalami gangguan, terutama bagi atlet yang menjalani latihan pada malam hari.

Keluhan mengenai penerangan tersebut kini turut mendapat perhatian Pengcab Porserosi Solo Ketua Pengcab Porserosi Surakarta, Wahyu Haryanto, mengatakan pihaknya telah menyampaikan persoalan itu kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta.

“Hari Selasa kemarin saya berkomunikasi dengan Kepala Dishub Surakarta, perihal lampu yang mati dan redup yang dikeluhkan oleh atlet dan pelatih Tim Porprov saat latihan malam hari,” ujar Wahyu ketika dihubungi Jawa Pos Radar Solo melalui pesan daring, Jumat (25/9/2026). 

Komunikasi tersebut belum sampai pada tahap perbaikan. Wahyu menyebut Dishub masih akan melakukan pengecekan langsung untuk mengetahui kondisi penerangan di Skatepark Purwosari. 

“Sedang saya lakukan komunikasi dan Dishub akan cek lapangan,” imbuhnya.

Baca Juga: Daftar Lengkap Bursa Transfer Liga 1 2026/2027: 373 Pemain Pindah Klub, Siapa Paling Jor-joran Musim Ini?

Pengecekan tersebut menjadi langkah awal untuk menindaklanjuti keluhan atlet dan pelatih. Apalagi, waktu persiapan menuju Porprov semakin terbatas. Bagi tim skateboard Solo, keberadaan arena latihan yang layak menjadi bagian penting untuk menjaga kontinuitas program latihan.

Di tengah keterbatasan tersebut, Maman memastikan aktivitas latihan tetap berjalan dengan memaksimalkan fasilitas yang tersedia. Sebagian atlet menyiasati keterbatasan waktu dengan berlatih pada sore hari. Tim juga berencana melakukan latihan bersama di Kendal yang menjadi tuan rumah Porprov mendatang.

“Fokus kami saat ini adalah menjaga kontinuitas latihan. Beberapa atlet masih menyempatkan latihan di sore hari, meskipun porsi latihan terbanyak tetap di malam hari,” pungkas Maman. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
Skatepark solo skater skateboard porprov