RADARSOLO.COM – Kontingen Indonesia telah mengoleksi 22 medali dalam persaingan Asian Games 2026 hingga Jumat (25/9/2026) pukul 20.00 WIB. Rinciannya terdiri atas 1 emas, 4 perak, dan 17 perunggu.
Satu-satunya emas Indonesia sejauh ini datang dari cabang olahraga bulutangkis. Tim putra Indonesia menjadi penyumbang medali emas, sedangkan tim putri mengamankan medali perunggu.
Bulu Tangkis Sukses Balikkan Keadaan
Pada partai pertama, tunggal putra Indonesia Jonatan Christie harus mengakui keunggulan wakil China, Shi Yu Qi. Jojo kalah dua gim langsung dengan skor 13-21, 18-21.
China kemudian memperbesar keunggulan menjadi 2-0 setelah ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kalah dari Liang Wei Keng/Wang Chang.
Fajar/Fikri sebenarnya mampu memberikan perlawanan ketat hingga rubber game. Namun, mereka akhirnya menyerah dengan skor 20-22, 21-19, 14-21.
Baca Juga: Profil Moh Zaki Ubaidillah Ubed, Bintang Muda Pahlawan Penentu Emas Indonesia di Asian Games 2026
Dalam kondisi tertinggal 0-2, Indonesia berada dalam tekanan besar. Namun, perjuangan belum berakhir.
Kebangkitan dimulai dari sektor tunggal putra. Alwi Farhan, pebulutangkis asal Kota Solo, berhasil meraih kemenangan setelah melewati pertandingan sengit.
Alwi mengalahkan lawannya dengan skor 23-21, 15-21, 21-16. Kemenangan tersebut memperkecil ketertinggalan Indonesia menjadi 1-2.
Indonesia kemudian mendapat tambahan poin dari sektor ganda putra melalui ganda kedua Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Leo adalah pebulutangkis asal Kabupaten Klaten.
Pasangan tersebut tampil solid ketika menghadapi He Ji Ting/Liu Yi. Leo/Daniel berhasil mengamankan kemenangan dua gim langsung dengan skor 23-21, 21-10.
Hasil tersebut membuat kedudukan menjadi 2-2. Penentuan juara pun harus ditentukan melalui partai kelima.
Indonesia akhirnya memastikan kemenangan setelah Moh. Zaki Ubaidillah tampil di partai penentuan. Dia berhasil mengalahkan wakil China, Weng Hong, dengan skor 23-21, 21-13.
Kemenangan tersebut memastikan Indonesia keluar sebagai juara setelah melewati final dengan drama comeback dari ketertinggalan 0-2.
Cabor Lain Ikut Sumbang Medali
Selain bulutangkis, sejumlah cabang olahraga turut menyumbangkan medali bagi Merah Putih. Wushu menjadi salah satu penyumbang terbanyak dengan lima medali perunggu.
Lima medali tersebut diraih Fereddy Sinaga dari nomor putra 56 kilogram, Bintang Reindra Nada Guitara pada nomor putra 60 kilogram, Seraf Naro Siregar di nomor changquan putra, Thania Kusumaningtyas pada nomor putri 60 kilogram, serta Eugenia Diva Widodo di nomor changquan putri.
Dari cabang dayung, Indonesia meraih dua medali perak. Rafiq Wijdan Yasir dan Ali Mardiansyah mengamankan perak pada nomor dayung ganda putra kelas ringan. Indonesia juga menjadi finalis nomor dayung empat orang putra.
Cabang teqball menyumbangkan satu perak dan satu perunggu. Medali perak diraih Sumaya pada nomor tunggal putri, sedangkan Yoga Ardika meraih perunggu di nomor tunggal putra.
Sementara itu, penembakan menyumbangkan satu medali perak melalui tim putra pistol udara 10 meter.
Medali perunggu Indonesia lainnya berasal dari sprint kano, bersepeda sepeda gunung, karate, seni bela diri campuran, sepak takraw, tenis lunak, dan angkat besi.
Pada sprint kano, Herlin Aprilin meraih perunggu dari final kano tunggal putri 200 meter. Sementara Feri Yudoyono dan Sayu Bella Sukma masing-masing meraih perunggu dari nomor lari lintas alam putra dan putri.
Karate menyumbangkan dua perunggu melalui Cok Istri Agung Sanistya Rani dan Leica Al Humaira Lubis. Vallensia Fahira Hotmauli menambah perunggu dari nomor seni bela diri campuran.
Dua perunggu lainnya berasal dari sepak takraw melalui tim reguler putra dan putri. Soft Tennis menyumbang satu perunggu lewat tim putra, sedangkan Luluk Diana Tri Wijayana meraih perunggu dari angkat besi putri 49 kilogram.
Dengan koleksi 1 emas, 4 perak, dan 17 perunggu, Indonesia untuk sementara mengantongi total 22 medali pada Asian Games 2026 berdasarkan data hingga Jumat (25/9/2026) pukul 20.00 WIB.
Editor : Niko auglandy