Bukan Sekadar Permainan, ORADO Surakarta Dorong Domino Jadi Olahraga Prestasi

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 12:40 WIB
Pengurus ORADO Surakarta dikukuhkan di Aula Lokananta, Minggu (27/9/2026). (Hernindya Jalu/Radar Solo)
Pengurus ORADO Solo dikukuhkan di Aula Lokananta, Minggu (27/9/2026). (Hernindya Jalu/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Olahraga domino mulai mendapat ruang lebih serius di Kota Bengawan. Pengurus Cabang Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Kota Solo masa bakti 2026–2030 resmi dikukuhkan di Aula Lokananta, Minggu (27/9/2026).

Kepengurusan baru tersebut membawa misi memperkenalkan domino sebagai olahraga yang tidak sekadar mengandalkan permainan, tetapi juga mengasah konsentrasi, strategi, ketelitian, kemampuan berhitung, serta pengambilan keputusan.

Pengukuhan dilakukan Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) ORADO Jawa Tengah Ardian Agung Yudhanto. Prosesi ditandai dengan penyerahan Bendera Pataka ORADO kepada Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) ORADO Kota Solo Bhanad Shofa Kurniawan.

Baca Juga: Pernah Tembus Fantastic Four, RUSHD Sragen Optimistis di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Java-South

Penyerahan pataka menjadi penanda dimulainya masa bakti kepengurusan baru. ORADO Solo tidak ingin berhenti pada pembentukan struktur organisasi, tetapi berupaya memperluas pengenalan domino kepada masyarakat melalui pendekatan olahraga yang lebih terarah.

Bhanad mengatakan, pengukuhan tersebut menjadi awal tanggung jawab untuk membawa ORADO Solo tumbuh secara positif. Organisasi itu diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal domino sekaligus memahami sisi olahraga di balik permainan tersebut.

“Hari ini bukan sekadar pengukuhan sebuah kepengurusan, tetapi merupakan awal dari sebuah perjalanan. Kami ingin ORADO Solo hadir untuk memperkenalkan domino sebagai olahraga yang menghibur sekaligus mencerdaskan,” ujar Bhanad.

Baca Juga: Update Skuad Persika Karanganyar di Liga 3: Eks Timnas hingga Mantan Pemain PSS Sleman dan PSIS Merapat

Menurut dia, terdapat proses berpikir dalam setiap pertandingan domino. Pemain tidak hanya dituntut memainkan keping, tetapi juga membaca situasi, menyusun strategi, menentukan keputusan, serta menerima hasil pertandingan secara sportif.

“Di balik setiap keping domino terdapat proses berpikir, membaca situasi, menyusun strategi, mengambil keputusan, dan belajar menerima hasil dengan sportif,” lanjutnya.

Baca Juga: Unggul 2-0 tapi Gagal Menang, Stefan Keeltjes Kecewa Berat Lihat Hasil Kendal Tornado FC di Liga 2

Semangat tersebut kemudian diterjemahkan melalui tagline ORADO, yakni “Memintarkan Indonesia”. Dari Surakarta, Bhanad ingin semangat itu diwujudkan melalui kegiatan yang membuka kesempatan bagi masyarakat dari berbagai kalangan dan usia untuk mengenal domino secara lebih terarah.

ORADO Solo juga berupaya menjadikan organisasi tersebut sebagai ruang bersama. Bukan hanya bagi pemain yang sudah mengenal domino, tetapi juga masyarakat yang ingin belajar dan berkembang melalui kompetisi.

“Kami ingin membangun ORADO Surakarta sebagai rumah bersama. Dari meja domino, kita belajar berpikir jernih; dari permainan, kita belajar menghargai lawan; dan dari kompetisi, kita belajar tentang sportivitas,” kata Bhanad.

Pengukuhan kepengurusan baru itu sekaligus melanjutkan momentum turnamen domino dalam rangka HUT ke-81 TNI yang digelar di Lokananta pada hari yang sama. Turnamen tersebut diikuti 64 tim yang berasal dari unsur TNI, pegawai negeri, hingga masyarakat umum.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah awal untuk memperkenalkan ORADO kepada khalayak lebih luas. Antusiasme peserta sekaligus menjadi modal bagi pengurus untuk memperluas pembinaan dan pengenalan olahraga domino di Kota Solo

Baca Juga: Jadwal Lengkap Liga Voli Korea 2026/2027: Megawati Siap Hadapi Mantan Klub

Ke depan, ORADO Solo menargetkan pembinaan tidak berhenti pada kegiatan turnamen. Pengurus berharap domino dapat berkembang hingga memiliki kesempatan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028.

Target tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi kepengurusan masa bakti 2026–2030 untuk membangun ekosistem olahraga domino yang lebih terarah, mulai dari pengenalan, pembinaan, kompetisi, hingga pencarian atlet berprestasi.

Dengan kepengurusan baru, ORADO Solo memiliki empat tahun untuk menerjemahkan visi tersebut. Dari sekadar meja pertandingan, domino ingin didorong menjadi ruang pembinaan konsentrasi, strategi, sportivitas, sekaligus pencarian talenta olahraga dari Kota Solo. (hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
ORADO koni domino