Komentar Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah Usai Persembahkan Medali Perak Asian Games 2026

Niko auglandy • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 10:03 WIB
Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah sukses menyumbangkan medali perak di ajang Asian Games 2026. (Dok. PBSI)
Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah sukses menyumbangkan medali perak di ajang Asian Games 2026. (Dok. PBSI)

RADARSOLO.COM – Ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah harus puas dengan medali perak Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Mereka gagal mengatasi pasangan Tiongkok Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin pada partai final di Gimnasium Kota Ichinomiya, Selasa (29/9).

Amri/Nita kalah dua gim langsung dengan skor 19-21, 8-21. Hasil tersebut menjadi medali perak bagi Indonesia sekaligus melengkapi raihan positif pasangan tersebut setelah sebelumnya merebut medali perunggu pada Kejuaraan Dunia.

Baca Juga: Jadwal DBL Solo 2026 Hari Ini (30/9): Wakil Smansa, ABBS, Muhi, Smaracatur, dan Santo Yosef Siap Unjuk Gigi

Amri/Nita sebenarnya memiliki peluang besar untuk merebut gim pertama. Mereka sempat unggul 19-16, tetapi gagal mempertahankan momentum hingga akhirnya Jiang/Wei membalikkan keadaan dan mengamankan gim pembuka 21-19.

Memasuki gim kedua, tekanan pasangan Tiongkok semakin sulit diatasi. Amri/Nita kesulitan keluar dari pola permainan lawan dan akhirnya harus menyerah 8-21.

Amri mengakui hasil tersebut tidak sesuai dengan harapan mereka. Namun, ia tetap bersyukur karena bisa mencapai partai final Asian Games.

"Bersyukur walau hasilnya tidak yang kami harapkan. Final tadi kami merasa excited, sangat bergairah dari awal. Di gim pertama kami sempat unggul 19-16 tapi kami gagal memanfaatkan momentum," ujar Amri.

Baca Juga: Hasil Lengkap Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Java-South Series Hari Pertama (29/9) 

Menurut Amri, keunggulan tersebut justru menjadi titik balik pertandingan. Jiang/Wei kemudian lebih berani mengembangkan permainan, sementara Amri/Nita kesulitan melepaskan diri dari tekanan.

"Itu jadi titik balik mereka, mereka jadi berani mengembangkan pola permainan mereka sementara kami tidak bisa lepas dari tekanan sampai gim kedua selesai," lanjutnya.

Meski gagal meraih emas, Amri menilai perjalanan mereka hingga final tidak terlepas dari komunikasi dan kepercayaan satu sama lain.

"Menurut kami kunci bisa ke final adalah berkomunikasi satu sama lain, mempercayai satu sama lain. Saya dan Nita selalu berkata, kami bisa melakukannya di setiap poin, kami bisa melakukannya di setiap pertandingan, kami fokus di setiap poin untuk mendapatkan poin berikutnya," jelas Amri.

Medali perak Asian Games tersebut menjadi modal penting bagi Amri/Nita untuk menatap turnamen berikutnya. Setelah meraih perunggu di Kejuaraan Dunia dan perak di Asian Games, mereka berharap mampu menjaga konsistensi prestasi.

"Dengan capaian yang baik di Kejuaraan Dunia dan Asian Games, kami berharap ke depan kami bisa konsisten ke depan dan mencapai hasil yang lebih dari ini," kata Amri.

Sementara itu, Nita mempersembahkan medali tersebut untuk dirinya sendiri, Amri, keluarga, serta seluruh tim yang mendukung persiapan mereka menuju Asian Games.

"Saya mempersembahkan medali ini kepada diri saya sendiri dulu pertama, karena saya bisa buktikan dan saya tidak pernah menyerah sampai saya mendapatkan ini. Juga untuk kak Amri, yang selalu percaya bahwa kami bisa melakukannya bersama-sama," ujar Nita.

Nita juga memberikan apresiasi kepada PBSI dan tim ganda campuran yang mendampingi persiapan mereka.

"Untuk keluarga, untuk PBSI, bapak Ketua Umum, bapak Wakil Ketua Umum dan khususnya tim ganda campuran yang kemarin selama persiapan kami ke sini sangat membantu kami. Tidak hanya 100% tapi bahkan 1000%," sambungnya.

Pelatih Kepala Ganda Campuran, Nova Widianto, menilai hasil tersebut sesuai dengan target yang dibebankan kepada Amri/Nita. Namun, ia menyayangkan pasangan Indonesia belum mampu menjaga pola permainan secara konsisten, terutama ketika sudah unggul 19-16 pada gim pertama.

"Kalau dari target memang masuk ya, targetnya kan Amri/Nita dapat medali dan ini bisa perak walaupun tidak unggulan. Hanya di pertandingkan tadi sangat disayangkan, dari konsisten mereka untuk menerapkan pola sepanjang pertandingan yang belum," ujar Nova.

Nova mengaku sudah mengingatkan Amri/Nita agar tidak mengubah pola permainan yang telah disiapkan ketika menghadapi pasangan Tiongkok.

"Saya sudah wanti-wanti kalau kalian nggak bisa menerapkan pola yang benar lawan pemain China ini, akan susah. Karena pasangan yang nomor dua ini, pola mereka lebih bahaya. Tapi kalau berani menerapkan pola yang sudah disiapkan, masih ada celah," jelasnya.

Menurut Nova, Amri/Nita sebenarnya mengawali pertandingan dengan baik. Namun, ketika unggul 19-16, mereka justru terburu-buru mengejar kemenangan sehingga pola permainan yang sebelumnya berjalan baik mulai berubah.

"Dari awal sudah oke tapi saat unggul 19-16 di gim pertama mereka ada rasa kesempatan untuk menang malah terburu-buru. Jadi dari servis pun mereka sudah berubah dan tadi mereka akui itu," ungkap Nova.

Nova tetap melihat potensi besar dalam diri Amri/Nita. Keduanya dinilai memiliki kemampuan menyerang, bertahan, serta permainan depan yang cukup baik. Pekerjaan berikutnya adalah meningkatkan konsistensi dalam menerapkan kemampuan tersebut.

"Mereka punya potensi karena dari serangan, defense dan permainan depan mereka punya hanya belum konsisten bagaimana memakainya," kata Nova.

Dengan waktu persiapan yang relatif singkat setelah Kejuaraan Dunia, Nova mengapresiasi kesungguhan dan keyakinan Amri/Nita hingga mampu melangkah ke final Asian Games.

"Terus terang dari persiapan setelah Kejuaraan Dunia kan tidak panjang tapi mereka maksimal dari kesungguhan dan keyakinan mereka, setelah perunggu di Kejuaraan Dunia ada keyakinan untuk bisa mengulang atau melebihi hasil itu," pungkas Nova.

Editor : Niko auglandy
asian games bulu tangkis