RADARSOLO.COM – Nuansa Nusantara mewarnai penampilan tim dance SMA IT Nur Hidayah Sukoharjo dalam AQUA DBL Dance 2026 Central Java-South di Sritex Arena Solo. Mengusung tarian Sajojo, mereka mencoba menghadirkan warna berbeda di sela-sela pertandingan basket, Kamis (1/10/2026).
Pilihan Sajojo bukan tanpa alasan. Tim dance SMA IT Nur Hidayah mendapat tema Nusantara untuk penampilannya. Setelah mencari sejumlah pilihan, tarian asal Papua tersebut akhirnya dianggap paling sesuai untuk dibawakan di panggung DBL.
Abdullah Raihan, salah satu anggota tim dance SMA IT Nur Hidayah, mengatakan pemilihan Sajojo juga menyesuaikan dengan konsep tim. Terlebih, para anggota yang ditugaskan tampil merupakan siswa laki-laki dari sekolah tersebut.
“Karena perwakilan tim dance dari SMA IT Nur Hidayah ini laki-laki. Kami mencari tema yang sesuai. Setelah mencari-cari karena ada tema Nusantara, kami memilih Sajojo,” ujar Raihan.
Baca Juga: Hari Batik Nasional: Ketika Batik, Dance, dan Kreativitas Pelajar Bertemu di AQUA DBL Dance
Persiapan penampilan tersebut terbilang cukup singkat. Abdullah Azzam menyebut timnya hanya memiliki waktu sekitar satu minggu untuk mempersiapkan koreografi. Latihan pun tidak dilakukan setiap hari karena menyesuaikan waktu yang tersedia.
“Untuk persiapannya kami cukup singkat dengan latihan cuma seminggu. Latihannya di sela-sela, tidak setiap hari,” kata Azzam.
Keterbatasan waktu juga terasa dalam urusan kostum. Busana yang digunakan untuk penampilan Sajojo bukan dibuat sendiri oleh tim, melainkan dipesan. Bahkan, kostum tersebut baru tiba pada hari pertandingan.
Meski persiapan mepet, para anggota tetap berusaha memberikan penampilan terbaik. Azzam mengakui sempat ada rasa malu ketika harus tampil menari. Namun, kesempatan tampil di depan penonton DBL membuat mereka memilih mengesampingkan rasa tersebut.
“Ya, malu ada. Namun, kami berusaha yang terbaik untuk tim SMA IT Nur Hidayah,” tuturnya.
Para anggota tim dance tersebut sebenarnya merupakan siswa kelas X yang juga berada dalam lingkungan tim basket SMA IT Nur Hidayah. Karena masih berstatus siswa kelas X, mereka mendapat tugas untuk menjadi perwakilan sekolah di tim dance pada DBL musim ini.
Bagi Azzam, kesempatan tersebut tetap menjadi pengalaman tersendiri. Ia merasa bangga bisa ikut ambil bagian dalam perjalanan SMA IT Nur Hidayah tampil di kompetisi basket pelajar tersebut, meski perannya kali ini berada di sisi lapangan.
“Bangga sih bisa membantu tim untuk masuk ke DBL. Karena syarat ikut DBL harus punya tim dance. Kami sebagai perwakilan bangga bisa mewakili agar tim SMA IT Nur Hidayah bisa tampil di DBL,” pungkas Azzam. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy