Dari Tari Tradisional ke Modern Dance, Odelia SMAN 5 Surakarta Tantang Diri di DBL

Niko auglandy • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 21:38 WIB
Perform tim dance SMAN 5 Surakarta di AQUA DBL Dance. (Dok. DBL Indonesia)
Perform tim dance SMAN 5 Surakarta di AQUA DBL Dance. (Dok. DBL Indonesia)

RADARSOLO.COM – Sambil menyelam minum air. Peribahasa tersebut terasa tepat menggambarkan langkah Odelia Claralitha Cahyadi di ajang AQUA DBL Dance 2026 Central Java-South. Siswi kelas X SMAN 5 Surakarta itu selama ini dikenal sebagai penari tradisional, tetapi kini memilih menjajal dunia modern dance bersama tim sekolahnya.

Bagi Odelia, bergabung dengan tim dance SMAN 5 Surakarta bukan sekadar ikut kompetisi. Ia ingin menantang diri, menambah pengalaman, sekaligus membuktikan bahwa kemampuan yang diperoleh dari tari tradisional tetap bisa menjadi bekal ketika memasuki dunia modern dance.

Baca Juga: Tempuh 150 Kilometer ke Solo, SMAN 1 Purworejo Buktikan Anak Daerah Tak Gentar Tampil di DBL

Odelia bukan pendatang baru di dunia seni. Ia telah menorehkan sejumlah prestasi melalui berbagai kompetisi tari dan budaya.

Pada FLS3N 2025 tingkat Kota Surakarta, Odelia berhasil meraih juara pertama kategori tari kreasi. Prestasi tersebut berlanjut di tingkat Provinsi Jawa Tengah dengan finis di peringkat ketiga.

Kecintaannya terhadap budaya Jawa juga terlihat dari prestasinya di Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kota Surakarta 2025. Odelia berhasil menjadi juara pertama kategori Geguritan.

Baca Juga: Hasil DBL Solo 2026: Kalah Jam Terbang dari ABBS, SMA IT Nur Hidayah Siap Tampil Lepas Kontra SMK St. Mikael

Geguritan sendiri merupakan karya sastra berbahasa Jawa berbentuk puisi yang dibacakan dengan indah.

“Dari kecil itu udah ada minat dan bakat di tari kreasi. Di tari itu kan belajar ekspresi dan kekompakan gitu kan. Nah, ternyata setelah semakin besar itu, ternyata aku ada minat dan bakat di bidang lain,” jelasnya.

Memasuki jenjang SMA, Odelia mulai berkenalan dengan dunia tari modern. Ketertarikan tersebut kemudian membawanya bergabung dengan tim dance SMAN 5 Surakarta.

Keputusan tersebut sekaligus menjadi tantangan baru. Meski sama-sama menggunakan gerak tubuh sebagai medium ekspresi, karakter tari modern yang dihadapinya berbeda dengan pengalaman tari yang selama ini ditekuni.

Ritme gerakan yang lebih cepat dan beat musik yang rapat sempat membuat Odelia kewalahan. Terlebih, sejumlah rekan satu timnya sudah memiliki dasar modern dance.

“Awalnya juga kayak, 'Aduh, agak kewalahan nih, apalagi teman-teman kan udah ada basic-nya di modern dance. Tapi lama-lama jadi kayak bisa mengikuti musiknya,” kata Odelia.

Namun, pengalaman panjang di dunia tari tradisional justru menjadi modal penting. Kemampuan mengolah ekspresi dan memahami irama membantunya beradaptasi dengan karakter modern dance.

Odelia menyadari bahwa perpindahan genre bukan berarti harus meninggalkan kemampuan yang sudah dimiliki. Sebaliknya, pengalaman sebelumnya justru bisa dibawa dan dipadukan dengan gaya baru.

“Jadi dari bakat aku itu yang membantu, yang pertama ekspresi. Jadi kayak bisa ngepasin nih nada-nadanya dengan ekspresinya yang pas bagaimana,” jelasnya lagi.

Baca Juga: Seminggu Persiapan, Tim Dance SMA IT Nur Hidayah Bawa Sajojo ke Arena AQUA DBL Dance 2026 Central Java-South

Pengalaman tersebut membuat Odelia semakin menikmati proses berlatih bersama tim dance SMAN 5 Surakarta. Tantangan baru yang awalnya terasa sulit perlahan berubah menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Tampil di AQUA DBL Dance 2026 Central Java-South pun menjadi salah satu wishlist Odelia. Baginya, DBL bukan hanya panggung untuk berkompetisi, tetapi juga ruang bagi pelajar untuk mendapatkan apresiasi sekaligus mengembangkan kreativitas.

“Walaupun emang capek banget latihannya, tapi kayak tetap enjoy dan asyik banget DBL,” tandasnya.

Baca Juga: Hari Batik Nasional: Ketika Batik, Dance, dan Kreativitas Pelajar Bertemu di AQUA DBL Dance

Dari panggung DBL, Odelia mendapatkan pengalaman baru. Tari tradisional yang selama ini menjadi bagian dari dirinya kini bertemu dengan modern dance.

Dua dunia yang berbeda tersebut justru memperkaya pengalamannya sebagai seorang penari muda. Bukan meninggalkan akar budaya, melainkan membawa kemampuan yang sudah dimiliki untuk mencoba tantangan baru.

 

Editor : Niko auglandy
dbl Dance SMAN 5 Surakarta aqua