RADARSOLO.COM – Dukungan suporter menjadi energi tambahan bagi sebuah tim ketika bertanding. Hal itu ditunjukkan Absedon, kelompok suporter SMA Al-Abidin Bilingual Boarding School (ABBS), dalam ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Java-South Series.
Tak sekadar mengandalkan chant, Absedon menyiapkan koreografi khusus di tribun selatan Sritex Arena. Mereka menghadirkan visualisasi 4D berbentuk seekor semut dengan gaya visual yang terinspirasi dari Yunani Kuno.
Pemilihan semut bukan tanpa alasan. Hewan tersebut dikenal hidup dalam koloni dan mengandalkan kerja sama untuk menjalankan aktivitasnya. Filosofi itu kemudian diterjemahkan Absedon sebagai gambaran hubungan antara suporter dan tim basket ABBS.
Ketua Absedon, Tama Pujiantoro, mengatakan koreografi tersebut menjadi simbol persatuan seluruh elemen pendukung ABBS.
“Semut itu hewan koloni. Hewan yang selalu bareng-bareng ke mana-mana. Ini bentuk dukungan bersama sebagai satu kesatuan koloni untuk tim basket ABBS,” ujar Tama.
Baca Juga: Tempuh 150 Kilometer ke Solo, SMAN 1 Purworejo Buktikan Anak Daerah Tak Gentar Tampil di DBL
Pesan kebersamaan tersebut diperkuat dengan poster berukuran besar di belakang visualisasi semut. Poster itu menampilkan sosok laki-laki mengenakan penutup kepala bertuliskan ABBS bersama sejumlah orang yang saling merangkul.
Mereka juga membawa syal bertuliskan “Unity Colony”. Pesan tersebut semakin menegaskan tema persatuan yang ingin disampaikan Absedon melalui koreografi.
Namun, visual megah yang tersaji di tribun tersebut tidak lahir dalam waktu singkat. Absedon membutuhkan sekitar lima bulan untuk mempersiapkan konsep hingga proses produksi koreografi.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Java-South menjadi panggung pertama bagi Absedon untuk memperkenalkan koreografi tersebut kepada publik.
“Kita butuh waktu lima bulan untuk menyelesaikannya,” kata Tama yang merupakan siswa kelas XII.
Waktu persiapan yang panjang juga diiringi berbagai tantangan. Absedon harus memikirkan desain, proses produksi, hingga kebutuhan biaya untuk merealisasikan koreografi berukuran besar tersebut.
Namun, seluruh proses dijalani secara bersama-sama. Semangat gotong royong menjadi bagian penting dalam mewujudkan konsep yang telah dirancang hingga akhirnya bisa ditampilkan di tribun Sritex Arena.
Kerja keras tersebut kemudian mendapatkan momen yang tepat ketika tim putra ABBS menjalani pertandingan pembuka DBL Central Java-South 2026. ABBS menghadapi SMK Santo Mikael pada Selasa (29/9).
Energi dari tribun menemani perjuangan Seyuta Humam Zada dan kawan-kawan. ABBS pun berhasil mengamankan kemenangan meyakinkan dengan skor 45-17.
Muhammad Valent Putra Ardhani menjadi salah satu pemain yang tampil menonjol. Dia menyumbangkan 11 poin, tiga assist, dan satu rebound dalam pertandingan tersebut.
Kemenangan itu disambut antusias oleh Absedon. Tama mengungkapkan, para pemain ABBS sudah memiliki keyakinan untuk meraih hasil positif sejak pertandingan dimulai.
“Senang banget bisa menang. Ya dari awal kita sudah pede menang,” ungkap Tama.
Bagi Absedon, kemenangan tersebut menjadi awal dari perjalanan yang masih panjang. Mereka akan terus menjadi bagian dari perjuangan ABBS di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Java-South.
Di balik riuhnya tribun, chant, poster, dan koreografi semut, pesan yang ingin disampaikan Absedon sebenarnya sederhana: kekuatan sebuah tim tidak hanya dibangun dari kemampuan individu di lapangan, tetapi juga dari kebersamaan seluruh elemen yang berada di belakangnya.
Semangat “Unity Colony” menjadi pengingat bahwa dukungan akan terus diberikan, baik ketika ABBS meraih kemenangan maupun ketika menghadapi situasi sulit.
Seperti semut yang bekerja dalam koloni, Absedon ingin menunjukkan bahwa setiap bagian memiliki peran. Ketika bergerak bersama, dukungan dari tribun pun bisa menjadi bagian dari perjalanan sebuah tim di lapangan.
Editor : Niko auglandy