RADARSOLO.COM – SMAN 4 Surakarta berhasil membalikkan keadaan saat menghadapi SMA Al Islam 1 Surakarta dalam Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Java-South di Sritex Arena Solo, Jumat (2/10/2026). Sempat tertinggal pada awal laga, SMAN 4 akhirnya mengamankan kemenangan 17-11.
Al Islam sebenarnya memulai pertandingan dengan lebih meyakinkan. Mereka mampu mencetak enam poin pada kuarter pertama, sedangkan SMAN 4 hanya menghasilkan dua poin. Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan pada dua kuarter berikutnya.
Memasuki kuarter kedua, Al Islam mulai kesulitan menemukan celah untuk menambah angka. Mereka bahkan gagal mencetak poin pada kuarter tersebut. Kondisi serupa berlanjut pada kuarter ketiga ketika SMAN 4 justru mulai menemukan momentum.
Baca Juga: Rose Dance Crew Kalam Kudus Padukan Dolanan Tradisional dan Reog Ganong di AQUA DBL Dance 2026
SMAN 4 mencetak delapan poin tanpa balasan pada kuarter ketiga. Sebaliknya, Al Islam kembali tanpa tambahan angka. Situasi itu membuat SMAN 4 berbalik unggul dan memiliki kendali permainan sebelum memasuki kuarter terakhir.
Pada kuarter keempat, Al Islam berusaha mengejar dengan tambahan lima poin. Namun, SMAN 4 tetap mampu menjaga keunggulan setelah menambah enam angka untuk menutup pertandingan dengan skor 17-11.
Pelatih SMA Al Islam 1 Surakarta Edy Pamungkas mengakui anak asuhnya sebenarnya sudah menjalankan instruksi yang diberikan. Hanya saja, ketenangan saat menyelesaikan peluang menjadi persoalan yang membuat timnya kesulitan menjaga keunggulan.
“Anak-anak sudah melakukan sesuai instruksi dari kami. Cuma finishing-nya kurang tenang, cara bermain masih tergesa-gesa. Kalau lebih tenang sedikit, kami masih bisa mengambil kesempatan tadi. Hari ini kami juga banyak miss,” ujar Edy kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (2/10/2026).
Edy tidak ingin kekalahan tersebut membuat peluang Al Islam tertutup. Masih ada satu pertandingan yang harus dimaksimalkan. Kemenangan dengan selisih angka besar bahkan dinilai dapat membuka peluang bagi Al Islam untuk lolos dari persaingan grup.
“Kami masih optimistis bisa mengambil kemenangan di game terakhir. Masih ada kesempatan untuk evaluasi hari ini dan diperbaiki untuk mengambil kemenangan Minggu besok. Kami optimistis, dengan menang besok, siapa tahu masih bisa menjadi juara grup,” jelasnya.
Di kubu SMAN 4, sang pelatih, Marseno menyebut dua kuarter awal juga belum berjalan sesuai rencana. Miskomunikasi dalam bertahan membuat sejumlah pemain terlambat mengantisipasi pergerakan lawan, termasuk ketika menghadapi screen.
Setelah itu, tim melakukan regroup dan membenahi kesalahan yang muncul pada dua kuarter awal. Perubahan tersebut berbuah hasil pada kuarter ketiga ketika SMAN 4 mampu mencetak delapan poin tanpa balasan dan mengambil alih momentum pertandingan.
Marseno juga menilai atmosfer pertandingan turut memengaruhi penampilan anak asuhnya. Jumlah suporter yang lebih banyak dibandingkan laga sebelumnya membuat beberapa pemain sempat nervous. Meski demikian, ia tetap mensyukuri hasil yang diraih dan berharap SMAN 4 mendapat kesempatan melaju ke babak delapan besar.
“Semoga kalau rezekinya anak-anak bisa diberi kesempatan untuk lolos delapan besar. Kalau memang tidak, kami syukuri dan latihan lagi. Yang pasti tetap bersyukur,” pungkas Marseno. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy