RADARSOLO.COM - SMA Warga Surakarta memastikan tiket ke final AZA 3x3 Competition setelah mengalahkan SMAN 2 Karanganyar dengan skor 9-3 di GOR Sritex Arena Solo, Senin (5/10/2026).
Kemenangan tersebut terasa istimewa bagi SMA Warga. Bagus Galih Arjuna mengaku senang sekaligus bersyukur karena tidak menyangka timnya mampu melangkah hingga partai puncak.
“Yang pastinya senang, terus juga bersyukur diberi kemudahan bisa sampai final ini. Nggak nyangka juga,” ujar Bagus.
Baca Juga: Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Java-South: Sempat Tertekan, PNK Bangkit Tekuk Diponegoro
Perjalanan menuju final tidak didapat dengan mudah. Bagus menyebut SMA Warga sempat kesulitan beradaptasi pada awal pertandingan karena SMAN 2 Karanganyar tampil cepat dan memiliki kemampuan tembakan yang baik.
“Kesulitannya awal-awal adaptasi. Lawannya juga cepat-cepat, shooting-nya juga bagus,” kata pemain kelas 10 tersebut.
Selain permainan lawan, kondisi cuaca panas turut menjadi tantangan tersendiri. Bagus mengaku suhu di arena membuat pemain lebih cepat kelelahan sekaligus kesulitan menjaga ketenangan selama pertandingan.
“Sangat memengaruhi karena jadi cepat capek, terus juga otaknya panas, terus jadi susah buat tenang,” ungkapnya.
Baca Juga: Big Eight Honda DBL 2026: Regpac Sandung langkah Muhi, Perebutan Tiket Menuju Final Memanas
Meski demikian, SMA Warga tidak ingin terlalu lama larut dalam kemenangan. Mereka langsung menyiapkan pemulihan sebelum menghadapi pertandingan final AZA 3x3 Competition.
Bagus menyebut timnya akan kembali berlatih dan menjaga kondisi fisik dengan melakukan ice bath, cooling down, serta memastikan waktu tidur yang cukup.
“Persiapannya latihan lagi. Paling habis ini nanti ice bath, terus cooling down yang baik-baik, terus tidur yang cukup,” tuturnya.
Di kubu SMAN 2 Karanganyar, kekalahan tersebut meninggalkan rasa kurang puas. Muhammad Rifki Ferdiansyah mengakui timnya belum menjalani persiapan latihan secara maksimal saat menghadapi SMA Warga.
“Kurang puas. Mungkin dari kami kurang latihan, dan dari Warga juga menunjukkan perlawanan yang sangat baik dan agresif,” ujar Rifki.
Sebastianus Edlyn Yona Rajendra menambahkan, aspek pertahanan menjadi salah satu evaluasi pribadinya. Ia merasa SMAN 2 Karanganyar perlu bermain lebih agresif setelah mendapat tekanan dari permainan SMA Warga.
“Mungkin defense-nya kurang kenceng lagi karena sana mainnya kenceng-kenceng,” kata Sebastianus.
Kondisi cuaca panas juga diakui Rifki turut memengaruhi permainan SMAN 2 Karanganyar. Meski gagal ke final, mereka berharap hasil tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan latihan dan kembali mengejar prestasi pada AZA 3x3 Competition berikutnya.
“Ke depannya kami bisa lebih baik lagi dan bisa mendapatkan apa yang kami inginkan. Semoga tahun depannya bisa menjadi juara,” ujar Sebastianus. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy