Penantian Terbayar, SMA Warga Kembali ke Final Honda DBL with Kopi Good Day  Central Java-South

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 18:51 WIB
Pertandingan SMA Warga Surakarta melawan SMA Unggulan RUSHD Sragen di Sritex Arena, Selasa (6/10/2026). (Aditya V.A/Radar Solo)
Pertandingan SMA Warga Surakarta melawan SMA Unggulan RUSHD Sragen di Sritex Arena, Selasa (6/10/2026). (Aditya V.A/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – SMA Warga Surakarta akhirnya kembali menembus partai final Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Java-South. Tiket tersebut diraih setelah menundukkan SMA Unggulan RUSHD Sragen dengan skor telak 61-28 pada babak Fantastic Four di Sritex Arena Solo, Selasa (6/10/2026).

Kemenangan tersebut sekaligus memperpanjang catatan impresif Warga pada Honda DBL musim ini. Sebelumnya, Warga juga berhasil menundukkan salah satu finalis musim lalu, SMA Pelita Nusantara Kasih (PNK), pada fase grup. 

Menghadapi RUSHD, Warga mampu menjaga kendali permainan hingga pertandingan berakhir. Mereka mengemas 61 poin, 18 assist, dan 64 rebound.

Baca Juga: Kalam Kudus Kembali ke Final, PNK Sulit Menjegalnya di Fantastic Four DBL Solo: Cielo Christabel Bersinar

Rieverra Lituhayu menjadi salah satu pemain yang paling menonjol. Center Warga tersebut mencatatkan 15 poin dan 11 rebound untuk membantu timnya mengamankan kemenangan.

Kapten tim basket putri SMA Warga Surakarta, Zifana Chaesarani, juga memberikan kontribusi penting dengan torehan 11 poin, tiga assist, dan enam rebound.

Di kubu RUSHD, Malaika Hawa Jendaya menjadi pencetak angka terbanyak dengan 12 poin, tiga assist, dan tujuh rebound.

Baca Juga: Insan Cendekia Siap Evaluasi Diri usai Takluk dari SMA Warga di DBL Solo 2026

Bagi pelatih basket tim putri SMA Warga Surakarta, Wempi Wiyanto, keberhasilan melaju ke final memiliki arti lebih. Sebab, Warga sempat gagal menembus partai puncak dalam dua hingga tiga seri terakhir.

“Ya, kita bersyukur bisa masuk ke final tahun 2026 ini, terutama untuk putri. Progres mereka lumayan bagus dibandingkan tahun sebelumnya. Dua atau tiga tahun terakhir mereka tidak masuk final,” ujar Wempi kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (6/10/2026).

Wempi tidak hanya melihat hasil pertandingan sebagai ukuran perkembangan tim. Ia justru senang karena para pemain mulai mampu menunjukkan permainan kolektif di lapangan.

“Yang membuat kita senang, mereka sudah bisa bermain sebagai tim. Itu yang menjadi progres buat kami,” tuturnya.

Kini, SMA Warga tinggal selangkah lagi untuk menyempurnakan perjalanan tersebut dengan gelar juara. Namun, Wempi enggan memberikan beban berlebih kepada anak asuhnya ketika menghadapi partai puncak.

Menurutnya, status unggulan tidak lagi menjadi hal utama ketika pertandingan final dimainkan. Mental dan kesiapan pemain di lapangan justru akan menjadi pembeda.

“Kalau final, kan, tidak ada unggulan. Siapa saja yang siap, dia yang menjadi pemenang. Jadi, tergantung pada anak-anak sendiri. Kalau mereka punya mental juara, ya, mereka akan juara,” jelasnya.

Baca Juga: Absedon Tembus Top 4, Bidik Gelar Best Supporter di Event Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Java-South

Wempi juga menyadari kondisi fisik pemain perlu mendapat perhatian setelah menjalani rangkaian pertandingan. Ia berharap waktu yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk memulihkan kondisi sebelum tampil di partai puncak.

“Kelelahan pasti, ya. Jadi, nanti tinggal recovery-nya mereka saja. Semoga mereka bisa cepat recovery sehingga bisa kembali bugar untuk nanti ke final,” katanya.

Di sisi lain, Zifana menilai masih ada sejumlah hal yang harus diperbaiki meski Warga mampu menang meyakinkan atas RUSHD. Kapten Warga itu meminta rekan-rekannya lebih fokus sejak awal pertandingan.

“Hari ini bagus mainnya teman-temanku, cuma masih ada beberapa yang harus di-improve. Harus lebih fokus lagi dari awal,” ujar Zifana.

Baca Juga: SMAN 2 Karanganyar unggul Atas MAN 1 di AZA 3x3 Competition, Bidik MVP dan Jadi Champion di Final Party DBL

Tim basket putri SMA Warga selanjutnya akan menghadapi SMA Kalam Kudus Sukoharjo pada Final South Region. Kalam Kudus merupakan juara bertahan seri tahun lalu yang mana pada ronde Fantastic Four mengalahkan PNK dengan skor 65-41.

Meski lawan memiliki pengalaman sebagai juara bertahan, Zifana memastikan Warga tidak gentar. Ia menyebut persiapan telah dilakukan sejak jauh-jauh hari dan tim tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang sudah didapat.

“Aku dan teman-temanku pastinya sudah siap sekali untuk melawan Kalam Kudus. Kita juga sudah latihan dari jauh-jauh hari dan kita tidak akan menyia-nyiakan kesempatan kita untuk menjadi champion tahun ini,” tegasnya.

Wempi pun memiliki pesan sederhana untuk anak asuhnya menjelang laga penentuan. Ia meminta para pemain tampil lepas dan tidak terbebani hasil akhir.

“Harapannya semoga mereka bermain all out. Tidak usah memikirkan beban. Pokoknya, mau nanti di final mereka all out saja. Yang penting mereka berani,” pungkas Wempi. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
SMA Warga SMA Unggulan RUSHD Sragen Honda DBL