RADARSOLO.COM – SMA Kalam Kudus Surakarta kembali memastikan tiket ke partai final Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Java-South. Status juara bertahan berhasil dipertahankan setelah mereka menundukkan SMA Pelita Nusantara Kasih Surakarta dengan skor 65-41 pada babak Fantastic Four di Sritex Arena Solo, Selasa (6/10/2026).
Kemenangan tersebut tidak didapat dengan mudah. SMA Pelita Nusantara Kasih Surakarta sempat memberikan tekanan dan mengakhiri kuarter pertama dengan keunggulan 15-13 atas Kalam Kudus.
Situasi berubah pada kuarter kedua. SMA Kalam Kudus Surakarta mulai menemukan ritme permainan dan membalikkan keadaan setelah mencetak 24 poin, sedangkan PNK hanya mampu menambah 11 angka.
Baca Juga: Penantian Terbayar, SMA Warga Kembali ke Final Honda DBL with Kopi Good Day Central Java-South
Dominasi Kalam Kudus berlanjut pada kuarter ketiga. Mereka semakin menjauh setelah mencatatkan keunggulan 15-2. Kedua tim kemudian sama-sama mengemas 13 poin pada kuarter terakhir hingga laga berakhir dengan skor 65-41.
Cielo Christabel Marva menjadi salah satu motor kemenangan Kalam Kudus dengan torehan 16 poin dan 11 rebound. Keyla Cantika Nadya juga tampil dominan di bawah ring dengan mengamankan 17 rebound serta menyumbang lima poin.
Bagi Jocelyn Holly Sugiharto, kemenangan tersebut terasa penting karena SMA Pelita Nusantara Kasih Surakarta bukan lawan sembarangan. Kedua tim sebelumnya juga bertemu pada partai final musim lalu, sehingga Kalam Kudus sudah memiliki gambaran mengenai karakter permainan lawannya.
“Iya, karena kita sudah bertemu di babak final tahun lalu. Kebetulan kali ini bertemu di Fantastic Four, jadi kita memang sudah memperhatikan bagaimana cara dan karakter permainan mereka. Keseluruhannya sudah kita pelajari,” ujar Jocelyn kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (6/10/2026).
Hasil positif tersebut membuat suasana di kubu Kalam Kudus semakin percaya diri. Kendati demikian, Jocelyn menegaskan kemenangan atas PNK tidak membuat timnya menganggap remeh lawan.
“Kalau kondisi tim saat ini sudah pasti happy sekali. Tetapi tetap tidak menyepelekan juga karena PNK salah satu musuh di dalam lapangan, tetapi di luarnya kawan,” tuturnya.
Kini, Kalam Kudus harus mengalihkan fokus menuju partai puncak. Mereka akan menghadapi SMA Warga Surakarta yang memastikan tiket final setelah menang telak 61-28 atas SMA Unggulan RUSHD.
Jocelyn menegaskan timnya tidak mempersoalkan siapa pun lawan yang akan dihadapi. Sejak awal, Kalam Kudus memilih mempersiapkan diri tanpa memberikan label takut kepada tim tertentu.
“Kalau Warga atau RUSHD yang maju ke babak final, kami siap semua. Dari awal itu kita tidak ada tim yang ditakuti. Kita tidak meremehkan, tetapi selalu fight apa pun timnya,” tegasnya.
Bagi Kalam Kudus, partai final juga menjadi kesempatan untuk mempertahankan gelar juara yang mereka raih pada musim sebelumnya. Jocelyn menyebut target tersebut menjadi motivasi utama tim menjelang pertandingan penentuan.
“Harapannya untuk final pasti champion lagi karena kita tahun lalu sudah menjadi champion di Central ini. Kita juga pasti ingin mempertahankan gelar ini,” kata Jocelyn.
Baca Juga: Insan Cendekia Siap Evaluasi Diri usai Takluk dari SMA Warga di DBL Solo 2026
Menariknya, ambisi Kalam Kudus tidak diarahkan pada pencapaian individu. Jocelyn menyebut para pemain telah mendapat pesan dari pelatih untuk menempatkan kepentingan tim di atas nominasi individu.
Menurutnya, nominasi pemain tidak semata-mata ditentukan dari jumlah poin. Performa secara keseluruhan di lapangan menjadi bagian yang turut diperhitungkan.
“Kalau terkait nominasi itu tidak. Dari awal pelatih sudah bilang kalau itu bonus dan rezeki masing-masing. Jadi, kami tetap fokusnya ke tim dahulu, champion dahulu. Kalau kita champion, pasti nominasinya berjalan,” pungkas Jocelyn. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy