Kedua tim melaju ke partai puncak dengan catatan meyakinkan. PNK lebih dulu memastikan tiket final setelah menundukkan SMA Regina Pacis Surakarta dengan skor telak 73-31.
Warga kemudian menyusul setelah mengalahkan SMA Al-Abidin Bilingual Boarding School (ABBS) Surakarta dengan skor 79-44. Menariknya, Warga harus melewati kuarter pertama dengan ketertinggalan tipis sebelum akhirnya membalikkan keadaan.
Duel final ini bukan sekadar perebutan gelar. Warga membawa misi khusus setelah pada musim sebelumnya harus mengakui keunggulan PNK.
Manajer tim basket putra SMA Warga Surakarta, Harso Triantoro, bahkan menegaskan timnya tidak ingin kembali mengulang hasil tersebut. Target yang dibawa Warga kali ini adalah meraih gelar juara di hadapan para pendukungnya.
“Sesuai target kita. Target kita adalah juara di Solo ini untuk DBL tahun ini, dan semoga ke depannya di final championship kita juga bisa juara,” ujar Harso.
Baca Juga: Jadwal Final DBL Solo 2026: Ajang Revans Atau Generasi Emas Berlanjut
Harso menyebut kemenangan di semifinal telah memenuhi target awal Warga. Namun, ia ingin anak asuhnya tampil lebih baik lagi saat menghadapi PNK pada partai penentuan.
“Namun, target sudah terpenuhi, mudah-mudahan besok kita bermain lebih baik lagi,” tuturnya.
Ambisi serupa datang dari Matthew Christian. Pemain Warga tersebut menjadi salah satu motor kemenangan atas ABBS dengan torehan 17 poin.
Matthew tidak menjadikan catatan pribadinya sebagai prioritas. Ia justru membawa motivasi untuk mengembalikan gelar yang pernah dimiliki Warga.
“Motivasi kita mau mengambil mahkota yang dulu sudah hilang. Jadi kita mau comeback, kita mau dapatkan gelar champion ini lagi,” tegasnya.
Di kubu PNK, situasinya tidak kalah menarik. Sebagai juara bertahan, mereka memiliki kesempatan untuk mempertahankan mahkota sekaligus kembali menunjukkan konsistensi setelah mampu melaju ke partai puncak.
Pelatih PNK, Ferry Setyawan, tidak ingin status tersebut membuat anak asuhnya terlena. Kemenangan besar atas Regina Pacis di semifinal justru harus segera dilupakan karena final menghadirkan tantangan berbeda.
“Hari ini anak-anak bermain luar biasa, ya, dengan disiplin. Terus, jiwa mentalnya, mental juara. Saya rasa hari ini cukup oke,” kata Ferry.
Baca Juga: Ini Makna Mendalam di Balik Koreografi Sparta 4D Karya Sesaji di DBL Solo 2026
Ferry tetap meminta para pemainnya menjaga kewaspadaan. Ia menegaskan PNK akan tetap berjuang dan tidak menganggap remeh Warga yang sudah memastikan tempat di final.
“Cuma, kita tetap akan fight untuk besok di final, tidak mau meremehkan lawan,” tegasnya.
Persiapan PNK juga diarahkan untuk menjaga kondisi pemain. Mengingat pertandingan semifinal dan final dimainkan dalam jarak waktu yang berdekatan, Ferry memilih memberikan waktu istirahat penuh sehari sebelum laga.
“Untuk besok, anak-anak tetap rest, ya. Menurut saya sudah cukup. Untuk besok persiapan mental saja supaya bisa fight pada hari Kamis,” ujarnya.
Baca Juga: 250 Kilometer Ditempuh, SMAN 2 Purbalingga Bawa Mental Pantang Menyerah ke Panggung DBL
Dengan demikian, final putra akan mempertemukan dua tim dengan motivasi berbeda. PNK datang sebagai juara bertahan yang ingin mempertahankan mahkota, sedangkan Warga membawa misi kebangkitan untuk merebut kembali gelar yang lepas musim lalu.
Partai puncak tersebut sekaligus menjadi penentu siapa yang berhak mengakhiri perjalanan Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Java-South sebagai kampiun. (hj/nik)