SMK Penda 2 Karanganyar Juara AZA 3x3 Competition, SMAN 2 Karanganyar Bangga Bisa Jadi Runner Up di Event DBL

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 17:40 WIB
BANGGA: timbasket putri SMK Penda 2 Karanganyar dan tim putra SMA Warga Surakarta juara AZA 3x3 Competition 2026. (KUMALA TRISWANDARU/RADAR SOLO)
BANGGA: timbasket putri SMK Penda 2 Karanganyar dan tim putra SMA Warga Surakarta juara AZA 3x3 Competition 2026. (KUMALA TRISWANDARU/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – SMK Penda 2 Karanganyar berhasil menuntaskan misi penebusan di AZA 3x3 Competition kategori 3x3 Girls Central Java Series-South Region. SMK Penda 2 Karanganyar keluar sebagai juara setelah mengalahkan SMAN 2 Karanganyar dengan skor 10-7 di Sritex Arena Solo, Kamis (8/10/2026).

Pertandingan final berlangsung ketat. Selisih angka yang hanya tiga poin menunjukkan perlawanan SMAN 2 Karanganyar hingga pertandingan memasuki menit-menit akhir. Namun, SMK Penda 2 Karanganyar mampu menjaga keunggulan hingga memastikan gelar juara.

Bagi SMK Penda 2 Karanganyar, keberhasilan tersebut terasa semakin istimewa. Pasalnya musim lalu impian untu kjadi juara gagal tercapai. Bisa sampai ke partai final, sayangnya anak-anak Penda 2 kalah tipis 1-2 dari SMAN 1 Karanganyar.

Pemain SMK Penda 2 Karanganyar Allya Luthfi Nur Safitri mengaku lega sekaligus bahagia bisa membawa timnya meraih gelar juara. Kemenangan tersebut menjadi penebusan setelah kegagalan di final musim lalu. “Lega banget sih, bahagia banget soalnya bisa balas dendam tahun kemarin,” ujar Allya.

Baca Juga: Ratusan Kilometer Ditempuh, Orang Tua Siswi SMAN 1 Purworejo Datang ke Solo Demi Lihat Putrinya Dance di DBL

Di sisi lain, SMAN 2 Karanganyar tidak menyerah meski tertinggal dalam pertandingan. Tim yang baru pertama kali menembus final AZA 3x3 tersebut berusaha mengejar selisih angka pada fase akhir laga.

Pemain SMAN 2 Karanganyar Syafina Diandra Zulfa Cahyono mengatakan, timnya sempat kehilangan kepercayaan diri ketika tertinggal dua poin. Mereka kemudian berusaha mencari peluang melalui tembakan dua angka untuk memangkas jarak.

“Pada awalnya mental memang sempat down karena sudah selisih dua poin. Kami memang sudah berniat mencari cara agar bisa mencetak two point, two point begitu. Setelah itu sudah mulai menyusul, tetapi tetap saja tidak bisa,” kata Syafina.

BERJALAN MENEGANGKAN: Pertandingan final AZA 3x3 Competition antara SMAN 2 Karanganyar melawan SMK penda 2 Karanganyar di Sritex Arena, Kamis (8/10). (KUMALA TRISWANDARU/RADAR SOLO)
BERJALAN MENEGANGKAN: Pertandingan final AZA 3x3 Competition antara SMAN 2 Karanganyar melawan SMK penda 2 Karanganyar di Sritex Arena, Kamis (8/10). (KUMALA TRISWANDARU/RADAR SOLO)

Upaya tersebut belum cukup untuk mengubah jalannya pertandingan. SMK Penda 2 Karanganyar tetap mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir dengan skor 10-7.

Kegagalan menjadi juara membuat Syafina mengakui penampilan timnya belum maksimal. Selain persoalan mental, komunikasi antarpemain juga dinilai masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu dibenahi. “Kurang maksimal saja. Komunikasinya juga kurang. Hari ini mentalnya memang sedang jelek,” ungkap Syafina.

Meski kecewa, Syafina berharap pengalaman tampil di final pertama dapat menjadi bahan evaluasi bagi SMAN 2 Karanganyar. Dia meminta rekan-rekannya lebih rajin berlatih sekaligus membangun komunikasi dan dukungan di antara pemain.

“Harapannya semoga lebih rajin lagi, komunikasinya lebih baik, dan saling memberi dukungan. Kalau temannya ada yang down, saling didukung, bukannya malah menjauh,” tuturnya.

Sementara itu, keberhasilan SMK Penda 2 Karanganyar semakin lengkap setelah Allya dinobatkan sebagai MVP. Penghargaan tersebut menjadi pelengkap dari gelar juara yang berhasil diraih setelah melalui perjalanan hingga final dalam dua musim beruntun.

Allya justru mengaku tidak menyangka mendapatkan penghargaan individu tersebut. Menurutnya, kemenangan tim tidak terlepas dari kontribusi seluruh pemain yang tampil bersama sepanjang pertandingan.

“Tidak menyangka, sih. Tidak menyangka karena teman-teman mainnya juga bagus-bagus dan keren-keren, jadi tidak menyangka juga kalau bakal jadi MVP,” ujarnya.

Baca Juga: SMA Kalam Kudus Selangkah Lagi Pertahankan Gelar DBL, Cielo Cristabel Marva: Targetnya Cuma Satu, Champion!

Setelah mengamankan gelar AZA 3x3 Competition, SMK Penda 2 Karanganyar mulai membidik tantangan berikutnya. Allya berharap timnya dapat melanjutkan langkah ke kompetisi 5 on 5 DBL pada musim mendatang.

“Harapannya semoga tahun depan bisa ikut 5 on 5 DBL-nya,” sambung Allya.

Menutup keberhasilannya di AZA 3x3 Competition, Allya juga menitipkan pesan kepada rekan-rekan di SMK Penda 2 Karanganyar agar tidak berhenti berlatih. Baginya, rasa lelah dan keluhan selama proses latihan merupakan hal yang wajar selama tetap memiliki kemauan untuk datang dan berjuang.

“Buat teman-teman SMK Penda 2 Karanganyar, lebih semangat lagi latihannya. Jangan pernah malas untuk latihan. Mengeluh tidak apa-apa, yang penting tetap berangkat,” pungkas Allya. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
sman 2 karanganyar SMK Penda 2 Karanganyar AZA 3X3 Competition