
RADARSOLO.COM – Tim basket putri SMA Kalam Kudus Sukoharjo kembali menunjukkan dominasinya di Final Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Java-South. Tim putri Kalam Kudus sukses mempertahankan gelar juara setelah menundukkan SMA Warga Surakarta dengan skor telak 86-47 di Sritex Arena Solo, Kamis (8/10/2026).
Partai puncak ini, Kalam Kudus tampil konsisten sejak awal pertandingan. Mereka langsung unggul jauh 22-9 pada kuarter pertama. Kalam Kudus benar-benar tidak memberikan kesempatan bagi Warga untuk memangkas jarak. Itu terlihat mereka semakin jauh dengan keunggulan 45-22 di kuarter kedua, dan berlanjut jadi 67-32 di kuarter ketiga. Kalam Kudus akhirnya memastikan back to back juara usai menang 86-47 atas SMA Warga.
Dalam laga ini, Cielo Christabel Marva menjadi motor utama kemenangan Kalam Kudus. Pemain bernomor punggung 99 tersebut nyaris membukukan triple-double setelah menyelesaikan pertandingan dengan 26 poin, 13 rebound, dan sembilan assist dalam 29 menit 40 detik.
Kontribusi Kalam Kudus juga tidak bertumpu pada satu pemain. Angeline Putri Calliss menambahkan 14 poin, Neysa Aprilia Rifani menyumbang 12 poin, sedangkan Keyla Cantika Nadya membukukan 11 poin dan 10 rebound. Kolektivitas tersebut membuat Kalam Kudus mampu menjaga ritme permainan hingga akhir.
Di sisi lain, SMA Warga Surakarta sempat menunjukkan perlawanan melalui Zifana Chaesarani dan Rela Amaliana yang sama-sama mencetak 16 poin. Warga bahkan unggul dalam perolehan rebound, 50 berbanding 47. Namun, efektivitas serangan dan sirkulasi bola Kalam Kudus menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.
Gelar tahun ini sekaligus menegaskan status Kalam Kudus sebagai juara bertahan. Pada Final DBL Solo 2025 musim lalu, mereka juga berhasil mengangkat trofi setelah menang tipis 52-49 atas SMA Pelita Nusantara Kasih Surakarta.
Namun, perjalanan Kalam Kudus musim lalu tidak berhenti di Solo. Mereka kemudian tampil pada Fantastic Four DBL Central Java Series 2025 untuk menghadapi runner-up North Region. Sayang langkah mereka terhenti setelah kalah 39-71 dari SMA Karangturi Semarang di GOR Sahabat Semarang, dan harus memupus mimpi untuk jadi juara Centrl Java Series. Musim ini mimpi untuk menjadi juara Jateng terbuka, dan benar-benar mereka bidik.
Pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi Kalam Kudus. Pelatih SMA Kalam Kudus Sukoharjo Mikhael Bagus Pradana mengatakan, timnya memperbaiki sejumlah kekurangan, terutama dalam aspek pertahanan dan kematangan mental. Persiapan dilakukan secara intensif selama tiga bulan terakhir.
“Tahun lalu kami fokus di-defense. Ketika habis offense dan mendapat poin, anak-anak tidak langsung siap defense. Akhirnya lawan bisa membalas mencetak poin. Jadi, materi latihan kami juga lebih banyak ke psikologis supaya ketika gim ketat mereka lebih dewasa dan bisa mengambil keputusan dengan pikiran jernih,” terang Mikhael kepada Jawa Pos Radar Solo.
Menurut Mikhael, perkembangan tersebut mulai terlihat dalam pertandingan final. Kalam Kudus tidak hanya mampu mempertahankan keunggulan, tetapi juga tetap tenang ketika pertandingan berjalan hingga akhir. Baginya, kemampuan mengontrol pertandingan menjadi bukti bahwa evaluasi musim lalu mulai membuahkan hasil.
Tangis Chelsea di Balik Back-to-Back Kalam Kudus
Di balik keberhasilan mempertahankan gelar, ada cerita emosional yang mengiringi perjalanan Kalam Kudus. Chelsea Valenia Cahyono harus menepi setelah mengalami cedera ACL. Pemain kelas 2 tersebut bahkan tidak bisa memperkuat tim dalam perjuangan menuju gelar back-to-back.
Mikhael mengatakan hasil MRI yang keluar sekitar sepekan sebelum final menjadi pukulan bagi tim. Chelsea dinyatakan mengalami robekan ACL sebesar 40 persen. Setelah berdiskusi dengan pemain dan keluarga, tim pelatih memilih tidak mengambil risiko dengan memaksanya tampil.
“Chelsea kemarin cukup menjadi pukulan bagi tim kami. Hasil MRI menunjukkan robek ACL 40 persen. Memang kalau dipaksakan mungkin masih bisa bermain, tetapi dia masih kelas 2 dan masa depannya masih panjang. Pelatih tidak boleh egois, pemain juga tidak boleh egois,” ujar Mikhael.
Chelsea akhirnya menjalani operasi pada Selasa (6/10), ketika perjalanan Kalam Kudus di DBL tengah berlangsung. Dokter memperkirakan masa pemulihan sekitar enam hingga delapan bulan. Namun, Mikhael tidak ingin terburu-buru menargetkan comeback pemainnya. Jika diperlukan waktu delapan hingga 12 bulan demi pemulihan maksimal, dia meminta Chelsea mengambil waktu tersebut.
Usai pertandingan final, Chelsea turut merasakan kebahagiaan teman-temannya. Dengan mata berkaca-kaca dan sempat menahan tangis, dia mengaku bangga melihat Kalam Kudus kembali menjadi juara. “Bangga, terus senang juga anak-anak bisa back-to-back champion,” terang Chelsea.
Chelsea pun belum menyerah dengan mimpinya. Meski harus menjalani pemulihan panjang, dia memastikan masih ingin kembali membela Kalam Kudus pada musim berikutnya. “Masih ngejar. Iya, pengen fight lagi,” tegasnya.
Dia juga menitipkan pesan sederhana kepada sang pelatih: “Buat Coach tetap semangat terus,” harapnya.
Kalam Kudus kini bersiap melanjutkan perjuangan ke DBL Central Java Series-Championship. Mikhael menilai tantangan berikutnya bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga mental ketika menghadapi tim dari Region North. Tahun lalu, pemainnya sempat merasa inferior ketika berhadapan dengan tim dari Semarang.
Untuk mengubah situasi tersebut, Kalam Kudus memperbanyak pengalaman bertanding di luar kota. Mereka juga menjalani uji tanding dengan sejumlah kampus, termasuk Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Islam Indonesia (UII), bahkan menghadapi pemain dengan level di atas mereka. Mikhael berharap pengalaman tersebut membuat pemain lebih percaya diri dan tidak lagi melihat nama besar lawan sebagai beban. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy