RADARSOLO.COM – Tim basket putra SMA Pelita Nusantara Kasih (PNK) Surakarta membuktikan mental juara dengan mempertahankan gelar Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Java-South. PNK menaklukkan rivalnya, SMA Warga Surakarta, dengan skor 71-65 dalam partai final di Sritex Arena Solo, Kamis (8/10/2026) malam.
Kemenangan tersebut terasa istimewa karena PNK sempat tertinggal 10 poin saat jeda pertandingan. Namun, penampilan agresif pada kuarter keempat menjadi kunci kebangkitan PNK. Mereka mencetak 30 poin pada periode penentuan, sedangkan SMA Warga hanya mampu menambah 17 poin.
SMA Warga sebenarnya mengawali pertandingan dengan meyakinkan. Mereka unggul 20-15 pada kuarter pertama dan memperlebar jarak setelah mencetak 15 poin pada kuarter kedua. Sebaliknya, PNK hanya menambah 10 poin pada periode tersebut sehingga tertinggal 25-35 saat turun minum.
Memasuki kuarter ketiga, PNK mulai menemukan momentum. Mereka mencetak 16 poin, sementara SMA Warga membukukan 13 poin. Selisih yang semula 10 poin pun terpangkas menjadi tujuh angka, dengan skor 41-48.
Pertandingan mencapai titik krusial pada kuarter keempat. PNK tampil lebih produktif dengan torehan 30 poin. SMA Warga kesulitan mengimbangi laju lawannya dan hanya menghasilkan 17 poin. PNK akhirnya membalikkan keadaan sekaligus mengunci kemenangan 71-65.
Poin dari Turnover Jadi Pembeda
Statistik pertandingan memperlihatkan duel yang cukup ketat dalam efektivitas tembakan. PNK memasukkan 25 dari 78 percobaan field goals dengan akurasi 32,1 persen. Sementara itu, SMA Warga mencatatkan 21 tembakan masuk dari 60 percobaan atau akurasi 35 persen.
Pada tembakan dua angka, PNK mencatat 22 keberhasilan dari 59 percobaan dengan persentase 37,3 persen. SMA Warga memasukkan 16 dari 41 percobaan atau 39 persen.
Untuk tembakan tiga angka, PNK hanya memasukkan tiga dari 19 percobaan, sedangkan SMA Warga mencetak lima dari 19 percobaan. Kedua tim juga relatif berimbang dalam tembakan gratis. PNK menghasilkan 18 dari 32 percobaan, sementara SMA Warga mencatat 18 dari 33 percobaan.
Salah satu pembeda terlihat dari kesalahan penguasaan bola. PNK melakukan 15 turnover, jauh lebih sedikit dibandingkan SMA Warga yang mencatat 25 turnover. PNK memaksimalkan situasi tersebut dengan menghasilkan 21 poin dari turnover, sedangkan SMA Warga memperoleh 15 poin.
PNK juga mencatat 17 rebound ofensif dan 31 rebound defensif. SMA Warga membukukan 12 rebound ofensif dan 34 rebound defensif. Dalam distribusi bola, SMA Warga unggul tipis dengan 13 assist, sementara PNK mencatat 11 assist.
Pelatih PNK Bangga
Usai pertandingan, pelatih PNK Ferry Setyawan mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Menurut dia, kesiapan mental menjadi salah satu aspek yang ditekankan sebelum pertandingan. Ferry juga mengakui SMA Warga Surakarta memberikan perlawanan yang tidak mudah.
“Anak-anak sangat luar biasa. Seperti yang saya sampaikan kemarin, secara mental saya sudah mempersiapkan mereka. Lawan juga luar biasa. Konsistensi anak-anak di belakang menjadi salah satu faktor, dan beruntung mereka bisa mengambil kesempatan pada akhir pertandingan,” ujar Ferry kepada Jawa Pos Radar Solo.
Kebangkitan PNK tidak terlepas dari kontribusi Maxellian Radika Buntaran dan Joshua Manfritz Ebenhaezer Waita. Keduanya menjadi tumpuan tim dalam meningkatkan intensitas permainan, terutama ketika perebutan bola di bawah ring semakin menentukan.
Maxellian tampil sebagai pencetak angka terbanyak bagi PNK dengan 22 poin dan 13 rebound dalam 28 menit 27 detik. Joshua menyumbang 13 poin dan tujuh rebound. Sementara itu, Muhammad Dru menambahkan delapan poin dan 10 rebound untuk membantu PNK mengimbangi permainan Warga.
Maxellian mengakui timnya belum menunjukkan intensitas yang diharapkan pada dua kuarter pertama. Karena itu, para pemain sepakat meningkatkan usaha dalam merebut bola dan tidak membiarkan peluang terlewat pada paruh kedua.
“Pada kuarter satu dan dua, kami kurang hustle. Memasuki kuarter tiga dan empat, kami menekankan untuk lebih hustle. Apa pun yang terjadi di lapangan, termasuk ketika bola terlepas dari pemain, harus diambil,” ungkap Maxellian.
Joshua menambahkan, komunikasi dan saling menyemangati menjadi bagian penting dalam proses kebangkitan tersebut. Setelah mengevaluasi permainan pada paruh pertama, para pemain berusaha menjaga semangat dan membantu satu sama lain untuk mengejar ketertinggalan.
“Kami saling menyemangati. Pada kuarter satu dan dua, kami masih kurang hustle, jadi kami evaluasi bersama. Kami menyemangati teman-teman satu tim dan hasilnya pada kuarter tiga dan empat kami bisa mengejar,” kata Joshua.
Selain meningkatkan intensitas permainan, ketenangan juga menjadi pembeda pada kuarter penentuan. Maxellian mengakui SMA Warga Surakarta sempat merepotkan melalui sejumlah pemain andalan, seperti Matthew, Delano, dan Ezio. Namun, PNK mampu mengubah pendekatan permainan ketika para pemain mulai mengendalikan emosi dan mengambil keputusan dengan lebih baik.
“Dari awal kami kurang tenang. Pada kuarter tiga dan empat, kami lebih tenang sehingga bisa mengambil alih permainan,” tutur Maxellian.
Di kubu SMA Warga Surakarta, Matthew Christian menjadi pencetak angka terbanyak dengan 18 poin dan lima rebound. Jericho Delano menyusul dengan 17 poin, tiga assist, dan enam rebound. Secara keseluruhan, Warga mengumpulkan 65 poin dan 13 assist, sedangkan PNK membukukan 71 poin dan 11 assist. (hj/nik)
HONDA DBL WITH KOPI GOOD DAY 2026 CENTRAL JAVA-SOUTH
PUTRA
- Juara: SMA Pelita Nusantara Kasih Surakarta
- Runner Up: SMA Warga Surakarta
PUTRI
- Juara: SMA Kalam Kudus Sukoharjo
- Runner Up: SMA Warga Surakarta
AZA 3x3 COMPETITION
PUTRA
- Juara: SMA Warga Surakarta
- Runner Up: SMAN 1 Karanganyar
MVP Putra: Leonidas Sony Pratama (SMA Warga Surakarta)
PUTRI
- Juara: SMK Penda 2 Karanganyar
- Runner Up: SMAN 2 Karanganyar
MVP Putri: Allya Luthfi Nur Safitri (SMAN 2 Karanganyar)
DBL DANCE COMPETITION 2024
- 1st place: SMAN 2 Surakarta
- 2nd Place: SMAN 3 Surakarta
- 3rd Place: SMAN 1 Klaten
AWARDING
TOP 3 BEST SUPORTER
- 1st place: SMA Batik 1 Surakarta
- 2nd place: SMA ABBS Surakarta
- 3rd place: SMAN 1 Surakarta
Top 3 Best Coordinator Supporter
- SMA Al Islam 1 Surakarta
- SMAN 2 Surakarta
- SMAN 5 Surakarta
Best Management:
- SMA ABBS Surakarta
Most Favorite Palyer Boys: Rakha Annaufal Rismaputra (SMAN 1 Purworejo)
Most Favorite Player Girls: Felicia Nathaniella Hartono (SMA Kalam Kudus Sukoharjo)
Most Favorite Dance: Chairani Alanza Pavlova (SMA Unggulan RUSHD)
Most Favorite School: SMAN 1 Purworejo
Editor : Niko auglandy