Kesatria Bengawan Solo Hadapi Grup Berat di IBL All Indonesian 2026, Tiga Amunisi Baru Merapat

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:16 WIB
BERSIAP KEMBALI: Komink saat berlatih dengan Kesatria Bengawan Solo, belum lama ini. (DOK. IBL)
BERSIAP KEMBALI: Komink saat berlatih dengan Kesatria Bengawan Solo, belum lama ini. (DOK. IBL)

RADARSOLO.COM – Kesatria Bengawan Solo menghadapi tantangan berat di IBL All Indonesian 2026. Hasil drawing menempatkan Laskar Sambernyawa di Grup B bersama Dewa United Banten, Pelita Jaya Basketball Jakarta, Hangtuah Jakarta, dan Satya Wacana Salatiga.

Turnamen tersebut berlangsung di GOR Laga Tangkas, Cibinong, Kabupaten Bogor pada 24 Oktober hingga 1 November 2026.  Persaingan di Grup B diprediksi ketat karena Kesatria harus berhadapan dengan sejumlah tim berpengalaman di kompetisi bola basket profesional Indonesia.

Dewa United Banten dan Pelita Jaya Basketball Jakarta menjadi dua lawan berat yang harus dihadapi Kesatria. Keduanya bertemu pada partai final IBL musim sebelumnya. Kini, Dewa United dan Pelita Jaya kembali berada dalam satu grup, kali ini bersama Kesatria dalam persaingan menuju fase berikutnya di IBL All Indonesian 2026.

Baca Juga: Jadwal Pekan Keenam Liga 2: Persis Solo, PSIS, Persikad, dan Persiku Kudus dapat Lawan Berat

Kesatria mengawali perjuangan dengan menghadapi Satya Wacana Salatiga pada Minggu (25/10) pukul 13.45 WIB. Sehari berselang, mereka langsung bertemu Pelita Jaya Basketball Jakarta pada Senin (26/10) pukul 16.00 WIB.

Berikutnya, Kesatria dijadwalkan melawan Hangtuah Jakarta pada Rabu (28/10) pukul 18.15 WIB. Laga terakhir fase grup mempertemukan mereka dengan Dewa United Banten pada Kamis (29/10), juga pukul 18.15 WIB.

Jadwal yang padat menjadi tantangan tersendiri bagi Kesatria. Mereka harus menjalani empat pertandingan dalam lima hari. Kondisi fisik pemain, konsistensi permainan, dan kedalaman roster berpotensi menentukan perjalanan tim di fase grup.

Melalui akun Instagram resminya pada Sabtu (10/10), Kesatria menyampaikan kesiapan menghadapi persaingan tersebut. 

"Tergabung di Grup B dalam ajang IBL All Indonesian 2026. Saatnya mematangkan persiapan, menyatukan fokus, dan bersiap menghadapi setiap tantangan," tulis klub dalam unggahannya yang dikutip Jawa Pos Radar Solo, Rabu (14/10).

Musim Baru Kesatria Bengawan Solo Datangkan Amunisi Baru

Dilansir Jawa Pos Radar Solo melalui rilis resmi IBL, di dalam persiapan menuju turnamen, Kesatria turut memperkuat komposisi pemain. Mereka merekrut Rheza Saputra Butarbutar dan Hosea Kenneth Darmawan dari Satria Muda Pertamina Bandung. Selain itu, ada Daffa Dhoifullah yang didatangkan dari Pacific Caesar Surabaya.

Rheza menjadi salah satu nama yang menarik perhatian. Sebelum bergabung dengan Satria Muda, dia memperkuat RANS Simba Bogor selama dua musim. Dalam catatan musim sebelumnya bersama RANS, Rheza tampil dalam 10 pertandingan dengan rata-rata 1,5 poin per laga.

Kepindahannya ke Satria Muda merupakan bagian dari kesepakatan pertukaran pemain yang melibatkan Juan Laurent Kokodiputra. Namun, persaingan ketat di skuad Satria Muda membuat Rheza kesulitan mendapatkan kesempatan bermain secara reguler.

Sepanjang musim reguler 2026 bersama Satria Muda, Rheza hanya tampil dalam empat pertandingan. Waktu bermainnya pun kurang dari dua menit per laga. Bergabung dengan Kesatria menjadi kesempatan baginya untuk kembali menunjukkan kemampuan, meski menit bermain tetap bergantung pada kebutuhan tim dan kepercayaan pelatih.

Kesatria juga mendapatkan tambahan kekuatan melalui perekrutan Hosea Kenneth Darmawan. Pemain rookie tersebut dilepas Satria Muda pada akhir September lalu setelah minim kesempatan bermain. Sepanjang musim reguler 2026, Hosea hanya sekali diturunkan, yakni saat menghadapi Satya Wacana Salatiga selama 2 menit 12 detik.

Di luar kompetisi reguler, Hosea memiliki pengalaman bersama Tim Nasional 3x3 Indonesia. Dia juga pernah tampil di FIBA 3x3 Youth Nations League. Pengalaman tersebut bisa menjadi bekal tambahan saat bersaing mendapatkan tempat dalam skuad Kesatria.

Kehadiran Rheza dan Hosea membuka peluang bagi keduanya untuk mendapatkan peran berbeda bersama klub barunya. Namun, mereka tetap harus beradaptasi dengan kebutuhan tim dan membuktikan kemampuan di lapangan. Tambahan pemain ini juga memberi Kesatria opsi lebih banyak dalam menghadapi jadwal pertandingan yang rapat.

Sementara itu, perekrutan Daffa Dhoifullah dari Pacific Caesar Surabaya melengkapi langkah Kesatria dalam memperbarui komposisi roster. Dengan tantangan Grup B yang tidak ringan, kesiapan pemain baru untuk menyatu dengan tim menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan sebelum turnamen dimulai.

Editor : Niko auglandy
ibl kesatria bengawan solo kbs