Rufidah Maulina, mahasiswi National Taipe University of Nursing and Health Sciences asal Sragen, Jawa Tengah ini tengah pulang ke Indonesia dalam rangka libur Tahun Baru Imlek 2020 sejak 9 Januari. Seharusnya mahasiswa pascasarjana ini kembali ke Taiwan pada 10 Februari nanti.
“Tapi kayaknya mau reschedule, mengingat Taiwan dan Tiongkok kan dekat dan banyak orang Tiongkok atau Taiwan yang travel both countries,” katanya, Selasa (28/1).
Saat pulang ke Indonesia, isu korona sama sekali belum terdengar, baik olehnya maupun warga Taiwan lain. Namun, menurut informasi lokal di Taiwan, rapat pembahasan penyebaran virus mematikan sudah digelar di Tiongkok tanpa melibatkan Taiwan.
“Taiwan nggak tahu. Taiwan ekan nggak masuk PBB karena konflik dengan Tiongkok. Kabar dari teman di sana, Taipe sekarang lumayan sepi, enggak kayak kemarin. Suhunya juga turun minggu ini, orang-orang pakai masker. Sementara stok masker di toko-toko habis,” katanya.
Hingga saat ini belum ada informasi larangan mahasiswa asing untuk kembali ke kampus. Begitu juga pemerintah Taiwan, hingga kini belum menentukan sikap terkait penutupan bandara.
“Harapannya semoga antivirusnya segera ditemukan dan yang menderita mendapat kesembuhan. Semoga virusnya tidak menyebar lebih luas,” kata Rufidah yang kini tengah menyelesaikan tugas akhirnya. (irw/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra