Pelaksanaan SKD CPNS kali ini digelar di gedung Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar, Senin (3/2). Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati hadir untuk memantau dan memberi semangat peserta tes.
Dia meminta para peserta tetap semangat dan tidak trauma jika gagal dalam seleksi ini. "Kerjakan secara maksimal. Kalau ternyata tidak diterima, mungkin belum kesempatan kali ini,” ujar bupati.
Dia juga mewanti-wanti para peserta agar tidak percaya jika ada oknum atau pihak yang menjanjikan bisa meloloskan seleksi CPNS dengan membayar sejumlah uang. Bahkan, sebagai bupati, kata Yuni, dia saja tak bisa meloloskan peserta menjadi seorang CPNS.
”Keponakan saya ikut tes gelombang pertama, semua sudah transparan. Mau jabatan saya sebagai bupati, saya tidak bisa meloloskan. Jadi jangan percaya ada yang bisa meloloskan lewat pintu belakang,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sragen Sutrisna menyampaikan, pelaksanaan tes SKD berjalan lancar. Hanya saja, ada beberapa peserta yang terlambat. Karena sudah berjalan sesuai sistem sehingga mereka tidak mendapatkan pin register.
”Sesi dua ada empat (peserta yang terlambat, Red). Sesi tiga ada tiga, tujuh peserta otomatis gugur,” terangnya.
Soal keterlambatan itu, murni kesalahan peserta. Karena panitia jauh-jauh hari mengingatkan untuk datang lebih awal. Setidaknya, 90 menit jelang pelaksanaan ujian. Sebab, mereka harus banyak mengisi urusan registrasi dan pengarahan. Apalagi, lokasi tes cukup jauh dari Sragen.
"Ada anak Jenar yang pakai Google Map mencari lokasi, tapi malah kesasar sampai Karangpandan,” tuturnya. (din/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra