Ketua KPU Sragen Minarso menjelaskan, pasangan bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati independen menyerahkan formulir pendaftaran Minggu (23/2) pukul 22.00. ”Hari ini (kemarin) terakhir memang syarat menerima berkas hingga pukul 24.00,” bebernya.
Pihaknya menyampaikan pasangan yang mencalonkan diri dari jalur Independen yakni Suroto asal Desa Tegaldowo, Kecamatan Gemolong, dan Suparman dari Kecamatan Masaran. Dia menyampaikan hanya satu pasang yang mendaftar sebagai bakal calon independen.
Minarso menjelaskan, calon independen membawa berkas surat dukungan. Lantas diurutkan per desa sesuai yang sudah di input dalam aplikasi pencalonan (silon). ”Kewajiban KPU yakni menghitung jumlahnya, per desa dalam satu kabupaten,” jelas Minarso.
Penghitungan berkas persyaratan calon independen itu dilakukan selambat-lambatnya selama tiga hari setelah diserahkan ke KPU. Pihaknya menjelaskan untuk calon perseorangan harus mengumpulkan dukungan 58.268 kartu. Selain itu calon perseorangan minimal harus bisa mendapat dukungan dari pemilih minimal 11 kecamatan di kabupaten Sragen.
Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sragen Dwi Budhi Prasetya mengatakan, pihaknya tetap ikut memeriksa berkas dukungan yang diserahkan. ”Berkas dihitung minimal memenuhi persyaratan. Terkait selanjutnya berkas dukungan itu benar atau tidak akan dilakukan verifikasi faktual,” terangnya.
Sementara itu balon bupati independen Suroto yang juga perangkat desa ini mengatakan, dia menggandeng Suparman, pensiunan guru asal Kampung Kauman, Masaran sebagai wakilnya. Pasangan ini diusung Komunitas Panji Panji Hati atau gerbong Tikus Pithi Hanoto Baris.
Suroto mengaku sangat siap dukungan masyarakat. Dia mengaku sengaja berangkat malam hari pada hari terakhir pendaftaran lantaran masih banyak yang harus dipersiapkan. ”Tidak masalah siang atau malam, karena harus ada yang kami persiapkan,” bebernya.
Soal persyaratan, Suroto menyatakan sudah beres. Pihaknya sudah mendapat dukungan dari 20 kecamatan di Sragen. Dia mengklaim diusung masyarakat kecil. Dalam mengumpulkan dukungan dibantu oleh tim.
Jika dinyatakan lolos oleh KPU, Suroto menegaskan siap bertarung melawan bupati petahana Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang sudah mendapat rekomendasi dari DPP PDIP. ”Kami siap, meski modal kami pas-pasan tapi kami mendapat dukungan dari masyarakat lapisan bawah. Masyarakat hanya ingin sejahtera. Selama ini banyak bantuan salah sasaran,” terangnya.
Di bagian lain bakal calon independen di Sukoharjo dipastikan gagal mendaftar. Sebab, tim sukses (timses) Suhadi-Dwi Yuni baru mengumpulkan 5 ribu syarat dukungan pada Sabtu (23/2). Selain itu juga masih ditemukan banyak kekurangan persyaratakan.
Ketua KPU Sukoharjo Nuril Huda mengatakan, pasangan calon independen tersebut telah menyerahkan syarat dukungan Sabtu (23/2). Baik data yang terinput di sistem informasi pencalonan (silon) maupun offline, yakni berupa syarat dukungan by name by address. Dengan syarat dukungan minimal 50.261 dukungan dengan bukti fotokopi e-KTP.
“Masih ditemukan banyak kekurangan. Pertama data yang diunggah ke silon baru 5.720 dukungan. Kedua, syarat fisik belum sesuai dengan data di silon. Sebab, ada berkas-berkas yang masih tertinggal di rumah,” ungkapnya, Minggu (23/2).
Selain itu bakal paslon independen ini belum menyerahkan formulir B1KWK. Di mana berkas formulir bermaterai tersebut harus menyertakan tanda tangan kedua bakal paslon independen. Karena itu KPU mengembalikan syarat dukungan yang masih kurang. Dan meminta agar syarat dukungan bisa dilengkapi hingga batas penutupan kemarin sampai pukul 00.00.
Mengingat waktunya sangat mepet, Nuril memprediksi tidak ada calon independen dalam pilkada ini. “Kemarin (calon independen) sudah pamitan. Karena syarat dukungan KTP tidak memenuhi syarat,” imbuh anggota KPU Sukoharjo Suci Handayani.
Di KPU Surakarta, paslon independen Muhammad Ali-Achmad Abu Jazid tadi malam serahkan berkas. Mereka mengklaim telah memperoleh 38 ribu lebih dukungan masyarakat. Di sisi lain, KPU Kota Surakarta sebut proses masih panjang setelah penyerahan bukti dukungan.
“Persiapan sampai hari ini sudah maksimal. Selebihnya dari awal dan sampai akhir kita berkewajiban untuk berusaha semaksimal mungkin sampai batas kemampuan. Selanjutnya kami berserah diri kepada Allah,” kata Muhammad Ali di Kantor KPU Kota Surakarta, Minggu (23/2).
Menurutnya, syarat dukungan yang sudah masuk dan sudah diterima oleh KPU 38.743. Syarat dukungan merata dari seluruh kecamatan. “Sudah ada semua berkas hardcopy-nya. Insyaallah malam ini (tadi malam) kami sampaikan ke KPU,” kata pria yang akrab disapa Abah Ali ini.
Di tempat yang sama, Ketua KPU Kota Surakarta Nurul Sutarti mengatakan bahwa syarat dukungan minimal untuk calon perseorangan adalah 35.870. Sesuai silon, bakal pasangan calon Muhammad Ali-Achmad Abu Jazid memperoleh dukungan 38.743.
“Untuk Muhammad Ali-Achmad Abu Jazid sudah lebih. Kami sudah terima melalui online dan offline. Artinya dukungan yang softcopy sudah kami terima. Ini kami menunggu dukungan hardcopy-nya,” kata Nurul, kemarin.
Menurut Nurul, pihaknya akan cek satu per satu mulai dari B.2-KWK atau rekap tingkat kota. Kemudian B.1.1-KWK asli beserta salinan rekap tingkat kelurahan. Serta B.1.1 atau syarat dukungan bapaslon ini berdasarkan rekap B.1.1 KWK.
“Mungkin akan membutuhkan waktu g lama dan panjang karena berdasarkan pengalaman bapaslon sebelumnya kami itu membutuhkan waktu sekitar hampir dua hari. Dokumen akan dijaga oleh timnya,” katanya.
Sementara itu, balon independen lainnya Bagyo Wahyono-F.X. Suparjo sudah menerima berita acara penerimaan berkas dari KPU Surakarta. Selanjutnya akan dilakukan verifikasi faktual.
Peta perpolitikan di Boyolali juga akan berubah bila calon independen berhasil lolos. Ketua KPU Boyolali Ali Fachrudin mengatakan, ada pasangan perseorangan yang sudah berkoordinasi dengan KPU bakal menyerahkan syarat dukungan pada pukul 21.30 tadi malam. “(Dukungan) di silon (sistem informasi pencalonan) dukung untuk pasangan Didik Mardiyanto dan Listyowati sudah 47 ribu. Kami tunggu sampai pukul 00.00 (tadi malam),” kata Ali.
Sementara di Klaten, pasangan Sukardiyono-Sipon tidak jadi mendaftar. Sedangkan One Krisnata dan Sukir Diyono hingga tadi malam belum mengakses. Ada informasi One akan maju lewat parpol.
“Masih belum ada pergerakan signifikan untuk dukungan kepada calon perseorangan. Jadi sampai hari terakhir sekarang akan sulit untuk memenuhi syarat dukungan 65.295 orang,” ujar anggota KPUD Klaten Wandyo Supriyatno.
Di Wonogiri juga sama. Balon independen Tyotib-Totok dan Hartono-Sunarto yang sudah mengisi formulir dan menyerahkan mandat sampai tadi malam belum konfirmasi ke KPU setempat untuk mendaftar atau tidak. (din/rgl/kwl/irw/wid/ren/rm2/bun)
Pasangan Bakal Calon Independen Daftar ke KPU
SOLO
Bagyo Wahyono-F.X Suparjo
Berkas diterima, tunggu verifikasi faktual
Muhammad Ali-Achmad Abu Jazid
Berkas diterima, tunggu verifikasi faktual
BOYOLALI
Didik Mardiyanto-Listyowati
Konfirmasi mendaftar tadi malam pukul 21.00
KLATEN
Sukirdiyono-Sipon
Batal mendaftar
One Krisnata-Sukir Diyono
Batal mendaftar
SRAGEN
Suroto-Suparman
Mendaftar, tunggu verifikasi faktual
SUKOHARJO
Suhadi-Dwi Yuni
Gagal memenuhi syarat administrasi
WONOGIRI
Toyib-Totok
Mengisi formulir tapi tidak mendaftar
Hartono-Sunarto
Mengisi formulir tapi tidak mendaftar Editor : Perdana Bayu Saputra