Kepala Desa (Kades) Sambungmacan Bondan Pratiwi menyampaikan, posko didirikan di lingkungan kantor balai desa. Langkah ini sebagai antisipasi terhadap warga perantauan yang baru saja pulang.
”Warga yang baru datang kami arahkan ke balai desa. Mereka didata, lalu diberi imbauan untuk tetap mengisolasi diri di rumah selama 14 hari ke depan setiba di rumah. Tidak lupa juga disemprot dengan antiseptik,” terangnya, kemarin (2/4).
Bondan menambahkan, jika tidak mau datang ke balai desa, pemdes siap menjemput ke rumah masing-masing. Jika kondisi kesehatan memburuk, segera lapor dan dilakukan penjemputan. Dalam pendataan itu juga dipantau jumlah kepala keluarga (KK) dalam rumah. Dia sudah menginstruksikan ketua RT jika ada yang keluyuran, maka akan diperingatkan dengan tegas.
”Kami ada grup perantau asal desa sini, kami sosialisasi terus. Kami imbau agar mereka tidak pulang. Ada yang memang tidak pulang dan dari keluarga di desa membantu dengan mengirim beras,” jelasnya.
Pihaknya bersyukur para perantau yang pulang cukup kooperatif. Meski pukul 01.00 malam, mereka tetap dilayani untuk pendataan. Posko tersebut standby selama 24 jam mengawasi kedatangan pemudik.
”Kami andalkan ketua RT. Selain itu, pemuda juga aktif dalam mengawasi dan memberi imbauan di wilayah masing-masing. Laporan juga cepat dan reponsif,” kata Bondan.
Saat ini, sudah ada 84 orang perantau yang pulang ke Desa Sambungmacan. Sejauh ini dalam pemeriksaan kesehatan ada satu orang yang merasa demam dan flu akibat minum es. Dalam rombongan pemudik itu ada empat orang. (din/adi/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra