Pada hari pertama, Jumat (6/3) digelar pengobatan gratis yang membantu 149 warga yang membutuhkan. Ada juga aksi donor darah dan lomba santri.
Sehari kemudian, digelar Kirab 100 Putaran Lapanan NU Ranting Bedoro, Sabtu (7/3). Kegiatan ini cukup semarak, Kepala Desa (Kades) Bedoro Pri Hartono menjadi pemimpin rombongan kirab.
Puncak acara terjadi kemarin (8/3), yang dihadiri langsung oleh Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Digelar pengajian akbar yang disampaikan Habib Muhammad Syarif Al Habsyi dan K.H Abdul Karim Al Hafidz atau yang dikenal dengan nama Gus Karim. Yang tak lain adalah pimpinan Pondok Pesantren Al-Qur'aniyy Az-Zayadiyy Solo.
Tidak sekadar pengajian, puncak acara ini juga merupakan tonggak berdirinya gedung NU Ranting Bedoro, melalui acara simbolis peletakan batu pertama. Momentum ini juga ada 67 kaum dhuafa mendapatkan santunan. Selain itu ada juga 67 anak mendapat bantuan khitanan masal secara gratis.
Acara juga semakin meriah dengan sejumlah tumpeng yang dilombakan. Kegiatan ini tidak lepas dari dukungan dari Pemerintah Desa Bedoro, bupati Sragen dan sejumlah pihak terkait.
Kades Bedoro Pri Hartono menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi, ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathoniyah. ”Pemdes Bedoro mensuport kegiatan ini dengan penuh semangat,” terangnya.
Dia menyampaikan di bawah kepemimpinannya, ingin ingin mewujudkan pemerintahan desa yang baik dan membangun masyarakat yang religius. Salah satu upaya dengan menggelorakan slogan desa sebagai Desa Sholawat atau Desa Religi. ”Sehingga bagaimana pemdes menjadi motor menggerakkan umat ke arah yang lebih baik,” tuturnya.
Menurutnya kegiatan ini bagian dari revolusi mental. Penyelenggaraan juga dilakukan dengan swadaya, sehingga masyarakat dapat guyub rukun. Mereka bisa bersama-sama membangun desanya dengan semangat gotong royong.
Pendamping Desa Pemberdayaan Kecamatan Sambungmacan Eko Mulyono menegaskan pihaknya mendukung dan mendorong kegiatan semacam ini. Masyarakat diharapkan ikut mengawal dan terlibat dalam pembangunan partisipatif. (sct/din/nik) Editor : Perdana Bayu Saputra