Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

 Darurat Korona, Malah Nyaris Bentrok, Libatkan Massa Perguruan Silat

Perdana Bayu Saputra • Minggu, 29 Maret 2020 | 21:11 WIB
Photo
Photo
SRAGEN – Ketika masyarakat melakukan beragam cara menangkal penularan korona, massa dari dua perguruan silat ini nyaris bentrok, Jumat malam (27/3). Beruntung, kondisi memanas tersebut bisa segera didingunkan aparat. Situasi terpantau kondusif, kemarin (28/3).

Unsur TNI dan Polri menjaga cukup ketat wilayah Kecamatan Mondokan. Mulai dari Tanon, Sukodono, Jembatan Sapen dan Sumberlawang. Aparat siaga sejak pukul 21.00. Massa perguruan silat terpantau berkumpul di kawasan ring road utara Sragen.

PJS Kasubbag Humas Polres Sragen AKP Harno mewakili Kapolres Sragen AKBP Raphael Shandy Cahya Priyambodo menyampaikan, sekitar pukul 04.00 kemarin,  situasi berangsur kondusif. Sebelumnya, ada sekitar 3.000 anggota masing-masing perguruan pamer kekuatan. Namun tidak sampai adu fisik.

”Tidak ada bentrokan. Yang ada perusakan tugu lambang perguruan dari kedua belah pihak,” terang AKP Harno.

Jumlah tugu perguruan yang rusak belum di total. Data sementara, tugu lambang Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKS PI) di depan Hotel Palma, Kelurahan Sine, Kecamatan Sragen, serta tugu lambang Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di wilayah Kecamatan Sukodono.

”Kalau sudah (melibatkan) psikologi massa susah dikendalikan. Harusnya pucuk pimpinan (perguruan) yang turun mengendalikan dan memberi imbaukan kepada adik-adiknya,” terang Harno.

Ketua Cabang IKS PI Sragen Waluyo menyampaikan, akar permasalahan berawal dari keributan di sebuah acara di wilayah Kecamatan Mondokan. ”Kami kurang tahu awalnya, namun masalah di acara hiburan itu akhirnya merembet,” terangnya.

Menurut dia, ada enam titik tugu lambang perguruan IKS PI yang dirusak. Belum ada komunikasi dengan pihak kepolisian terkait perusakan tersebut. ”Sejak kemarin (Jumat 27/3) sudah saya sampaikan di grup, tidak perlu IKS lain masuk ke wilayah Sragen. Dari teman-teman IKS sudah menahan diri,” ujarnya.

Ditambahkan Waluyo, anggota IKS PI banyak yang dikawal kepolisian dari Sragen ke Mondokan. Dari pengakuan anggotanya, tidak ada yang melakukan perusakan tugu lambang PSHT.

”Hari ini tadi (kemarin) Ranting IKS Sukodono saya minta memperbaiki tugu PSHT Sukodono yang rusak. Harapan kami tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Kondisi Sragen tetap kondusif,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Cabang PSHT Sragen Jumbadi mengaku sudah memerintahkan tidak ada pergerakan anggota PSHT, baik dari Sragen atau kabupaten sekitar. ”Kami melaksanakan maklumat dari kapolri untuk tidak bergerombol. Saya sudah izin kapolres untuk mengumpulkan pengurus dari ranting dan cabang untuk pengarahan,” tutur dia.

Total tugu PSHT yang rusak belum dihitung. Namun ada di beberapa wilayah seperti Sukodono, Sine, dan Sidoharjo. Pihaknya berharap kepolisian menjembatani koordinasi dengan pihak IKS PI.

Informasi yang diterima Jumbadi, perusakan sejumlah tugu ini berawal dari keributan di sebuah hajatan di Desa Gumantar, Kecamatan Mondokan. ”Kami juga sempat tanyakan ke polsek terkait orang yang mencederai anggota kami tapi belum ditangkap,” terangnya. (din/wa) Editor : Perdana Bayu Saputra
#bentrok #silat