Seorang seniman Sragen Didik Prihantoro atau akrab disapa Didik Kendang ini mengenang Didi Kempot kerap menggarap album di studio milik almarhum S. Harsono yang sekarang dikelola Triyanto alias Titret.
”Kemarin sempat buka puasa bersama dengan teman-teman di studio. Belum ada seminggu ini, karena sambil mengerjakan album di studio. Tapi saat itu sudah terlihat sedikit lesu,” terang pengendang kelompok campursari Mekar Asri ini.
Sejauh ini Didi Kempot menjadikan Sragen salah satu studio favoritnya. Sebelum sibuk job akhir-akhir ini, Didi Kempot minimal sepekan sekali ke studio tersebut.
Didik Kendang mengenal Didi Kempot sebagai sosok yang sederhana. Seniman siapa saja dirangkul, gampang diajak diskusi dan tidak membeda-bedakan. Didik sempat membuat video ngobrol dengan Didi Kempot dan baru saja diunggah di akun media sosialnya sebagai memoriamnya dengan sang maestro.
Dia mengenang Didi Kempot sejak lama. Bahkan saat itu dia masih membawakan lagu dari karya almarhum S. Harsono. Selain itu, banyak lagu-lagu yang meledak seperti Suket Teki, Pamer Bojo, dan beberapa lagu lain pernah digarap di studio kecil di Desa Bener tersebut. ”Mungkin banyak warga Sragen nggak menyangka lagu-lagu Didi Kempot yang meledak dikerjakan di studio sini,” tuturnya.
Rumah sekaligus studio milik S. Harsono ini sampai sekarang masih jadi langganan Didi Kempot rekaman hits populernya. Sepeninggal S. Harsono pada Oktober 2016 lalu, studio ini dikelola Triyanto. Dia merupakan salah satu keponakan S. Harsono. Keponakan S. Harsono ini sudah membantu mengurus Mekar Asri Studio (MA Studio) sejak 2008. Dia juga merangkap sebagai arranger musik di studio tersebut. MA Studio sendiri sudah berdiri sejak 1996.
Triyanto mengatakan, Didi Kempot sering mampir ke studio yang berada di salah satu gang kampung itu. Dia mengaku kali pertama bertemu Didi Kempot pada 2008. Namun, jauh sebelum itu, Didi Kempot sudah rekaman dibantu S. Harsono. ”Saya lupa tahunnya, tapi lagu Sewu Kutho, waktu itu,” bebernya.
Dia menyampaikan keluarga Didi Kempot cukup akrab dengan studio ini. ”Pak Harsono lebih dulu kenal bapaknya Didi Kempot (Ranto Edy Gudel). Keluarganya sering ke sini, seperti almarhum Mas Mamiek dan Pak Ranto,” ujar dia.
Soal karya Didi Kempot yang direkam di MA Studio, dia menyampaikan cukup banyak. ”Kalau dibilang ya ratusan lagu, karena dulu kan album, bukan single. Biasanya satu album ada 12 lagu,” jelasnya.
Lagu-lagu tersebut, kata Didik, juga meledak di pasaran. Seperti Perawan Kalimantan, Dalan Anyar, Suket Teki, Pantai Klayar, Banyu Langit, Pamer Bojo, dan Sewu Siji. ”Kalau lagi tidak show, sering mampir ke sini,” terang dia.
Triyanto mengatakan, banyak seniman sering rekaman di studio tersebut, selain Didi Kempot. Seperti Sunyahni, Maratus, Ami Dita Saraswati, termasuk Via Vallen yang tiga kali rekaman di MA Studio.
Pendapatnya tentang Didi Kempot, Triyanto menyampaikan bahwa Didi kempot selalu memberi motivasi untuk terus berkarya. ”Kata Mas Didi Kempot, kalau mengaku seniman ya terus berkarya. Jangan ngeluh dan nglokro dengan persaingan lagu dan musik saat ini,” ujarnya. (din/bun/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra