Sesepuh PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun Purwoko menjelaskan, beberapa sub rayon kumpul jadi satu untuk mematangkan jurus, senam, dan gerakan menjelang pengesahan. “Jadi materi yang diberikan sama. Masih ada tes pendadaran sekali lagi sebelum pengesahan. Menurut saya gerakan sudah mantab, yang lainnya juga bagus,” terangnya.
Terkait perusakan patung atau tugu PSHT, Purwoko menyebut bakal dihadapi dengan kepala dingin. Ketika terjadi kerusakan, mereka siap memperbaiki dengan biaya sendiri. “Berdiri atas biaya sendiri, murni dari bawah urunan swadaya. Kalau dirusak, ya diperbaiki. Masalah diredam, tidak perlu dibalas,” pesannya.
Ketua Ranting PSHT Sragen Kota Mustain menambahkan, latber ini untuk kebersamaan. Sekaligus menyamakan gerakan siswa calon warga PSHT. Serta mempererat tali rasa persaudaraan dan silaturahmi.
Di Bumi Sukowati, dari 20 ranting, dioptimalkan menjadi 12 tempat. Sedangkan calon warga dari ranting Sragen kota sekitar 300 siswa. “Rayon lain juga mempersiapkan pengesahan karena waktu pendadaran mepet. Pendadaran seluruh cabang digelar serentak di tiap ranting. Kalau ada ranting yang sedikit, nanti digabung agar jumlahnya 500 siswa,” jelasnya.
Warga PSHT Sragen Kota Agus Budi Nurcahyo mendukung kegiatan latber. “Sangat positif untuk menjalin ikatan persaudaraan. Mengasah materi yang sudah diberikan,” ujarnya. (sct/din/fer) Editor : Perdana Bayu Saputra