Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo meminta agar semua pihak menahan diri. Kasus perusakan tersebut sudah ditangani kepolisian. “Kami mengimbau, teman-teman ini sudah kami tangani. Mohon masing-masing mengerem diri. Jangan sampai berkelanjutan dan merugikan banyak pihak,” ujar kapolres, kemarin.
Kapolres meminta masyarakat menyerahkan masalah tersebut ke pihak berwajib. Sejauh ini, jajarannya masih melakukan pendataan terhadap terduga pelaku perusakan. Termasuk sepeda motor yang dikandangkan.
Selain itu, masih dilakukan pemetaan terhadap titik-titik kerusakan tugu dan lambang perguruan silat tersebut. Sebab, baru tiga titik saja yang terpantau. Sebagai tindak lanjut, jajaran Polres Sragen segera melakukan patroli berskala besar. Didukung jajaran Kodim 0725/Sragen maupun Yonif Raider 408/Suhbrastha dan Brimob.
“Kami siapkan anggota dan berkoordinasi dengan forkompimda (forum komunikasi pimpinan daerah). Malam ini (tadi malam) kami rapat,” bebernya.
Terpisah, Ketua Dewan Pertimbangan Cabang PSHT Sragen Edy Indriyanto saat dihubungi menegaskan tidak tahu-menahu pangkal permasalahannya. Hingga muncul perusakan tugu di sejumlah titik.
Dia menyerahkan kasus tersebut ke sesuai proses hukum. Termasuk terhadap pelaku perusakan. Berharap mendapat sanksi pidana. “Semua ketua ranting kami kumpulkan. Kami beri arahan, jangan sampai terprovokasi. Kami menghindari benturan fisik dan menjaga agar Sragen tetap kondusif,” tandasnya. (din/fer/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra